Dulu saat masih SD dan tinggal di Pandeglang, kalau sesekali diajak
orangtua ke Serang, rasanya bukan main. Naik becak ke Royal melewati
gedung-gedung dan rumah tua di Jl Maulana Yusuf, menimbulkan sensasi
tersendiri. 

Gd-gd tua peninggalan Belanda itu berdiri gagah dengan kukuhnya,
sementara rumah-rumah para bangsawan, mengapitnya sepanjang jalan. 

Waktu kecil, seorang paman mengirimkan buku terbitan Balai Pustaka,
judulnya "Si Golok Panjang". KIsahnya tentang siswa  Noormale School 
di dekat Taman Sari yang kini menjadi Gd Makorem.Kenangan lama ini
membekas dan selalu menggetarkan setiap melewati gd ini.

Kini, Gd Wanita sudah rata dengan tanah, rumah-rumah tua pun sudah
berganti rupa.Vila Merak, sudah berganti rupanya. 

Untung masih ada Korem dan Polres. Kalau nanti nasibnya seperti Kodim,
mau kemanakan muka kita?

Saya jadi ingin ketemu Bupati Serang, setelah Makodim berganti jadi
mall? Banggakah dia dengan hasil karyanya menghancurkan gedung
bersejarah itu dan menggantinya dengan mall yang juga enggak
hebat-hebat amat?


Salam


Machsus Thamrin



--- In [email protected], das albantani <dasalbant...@...> wrote:
>
> sewaktu menuju yogyakarta lewat
wonosobo-temanggung-secang-salatiga-boyolali-solo, saya menginap di
kota surakarta, hanya semalam, namun ada yg menarik perhatian saya,
tata kotanya sangat rapih, sesuai dgn slogannya sebagai kota budaya,
memang baru pertama kali saya lewat solo dan itu pun hanya di jalan
protokolnya sj, tp ckp utk menilai mslh penataan kotanya yg asri dan
bersih, jalan-jalannya lebar, penghijauannya ada dan rindang sekali,
pedestrian utk pejalan kaki pun tersedia dgn sangat baik dan nyaman,
pagar2 bangunannya hampir seragam semua, bentuk atapnya hampir sama
semua, baik itu tempat tinggal, mall, gedung kantor ataupun jasa
lainnya...
> 
> untuk yogyakarta, cukup sering saya berkunjung, dan tidak ada
perubahan sama sekali, mungkin tambah kumuh, msh ada orang2 yg tidur
di emperan toko, sampah dimana-mana, jalan-jalan penuh dengan pedagang
kaki lima dan angkutan tradisional, bahkan sampai mau makan bakmi
godog di alun2 saja nunggunya hampir 1 jam sambil ditemani pengamen
dan pengemis yg silih berganti, mungkin itu bukti sebuah kota yg
sangat demokratis sehingga semua masyarakatnya bebas untuk mencari
nafkah...
> 
> dan..kota-kota di banten...?? mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi
> 
> dapat satu inspirasi dari tukang becak,
> mukoddas syuhada
> 
> 
>       New Email addresses available on Yahoo!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and
@rocketmail. 
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>


Kirim email ke