jalan maulana yusuf, kalow gak salah dulu namanya jalan pamelan, atow palm laan.
disekitar jalan itu banyaks ekali rumah dengan disain kolonial, salah satunya 
milik tuan nurdin, india-muslim yang memiliki tanah luas di kebon sayur dan 
kebon sawo serta manggadua.
gedung wanita di depan makorem itu, dibangun taon 1960-an, oleh tapol, seperti 
juga GOR di alun-alun, dan batukuwung.
jalan royal atau tirtayasa sampai taman sari identik dengan tempat hiburan; ada 
bioskop 'royal' dan tempat makan-makan.
orang serang jaman baheula, kalou menyebut makan-makan dengan mewah menyebutnya 
royal. kalou ada orang yang mengjaburkan uang, namanya orang yang royal. 
'waaah, royal sekali si polan'.
di alun-alun, seberang kabupaten, ada pancaniti. setiap tahun di situ diadakan 
adu domba, dan pertunjukan pencak silat.
hhd.

--- On Fri, 1/9/09, machsus thamrin <[email protected]> wrote:
From: machsus thamrin <[email protected]>
Subject: [WongBanten] Re: Antara Kota Surakarta dan Yogyakarta…., Banten..??
To: [email protected]
Date: Friday, January 9, 2009, 5:06 AM










    
            Dulu saat masih SD dan tinggal di Pandeglang, kalau sesekali diajak

orangtua ke Serang, rasanya bukan main. Naik becak ke Royal melewati

gedung-gedung dan rumah tua di Jl Maulana Yusuf, menimbulkan sensasi

tersendiri. 



Gd-gd tua peninggalan Belanda itu berdiri gagah dengan kukuhnya,

sementara rumah-rumah para bangsawan, mengapitnya sepanjang jalan. 



Waktu kecil, seorang paman mengirimkan buku terbitan Balai Pustaka,

judulnya "Si Golok Panjang". KIsahnya tentang siswa  Noormale School 

di dekat Taman Sari yang kini menjadi Gd Makorem.Kenangan lama ini

membekas dan selalu menggetarkan setiap melewati gd ini.



Kini, Gd Wanita sudah rata dengan tanah, rumah-rumah tua pun sudah

berganti rupa.Vila Merak, sudah berganti rupanya. 



Untung masih ada Korem dan Polres. Kalau nanti nasibnya seperti Kodim,

mau kemanakan muka kita?



Saya jadi ingin ketemu Bupati Serang, setelah Makodim berganti jadi

mall? Banggakah dia dengan hasil karyanya menghancurkan gedung

bersejarah itu dan menggantinya dengan mall yang juga enggak

hebat-hebat amat?



Salam



Machsus Thamrin



--- In wongban...@yahoogro ups.com, das albantani <dasalbantani@ ...> wrote:

>

> sewaktu menuju yogyakarta lewat

wonosobo-temanggung -secang-salatiga -boyolali- solo, saya menginap di

kota surakarta, hanya semalam, namun ada yg menarik perhatian saya,

tata kotanya sangat rapih, sesuai dgn slogannya sebagai kota budaya,

memang baru pertama kali saya lewat solo dan itu pun hanya di jalan

protokolnya sj, tp ckp utk menilai mslh penataan kotanya yg asri dan

bersih, jalan-jalannya lebar, penghijauannya ada dan rindang sekali,

pedestrian utk pejalan kaki pun tersedia dgn sangat baik dan nyaman,

pagar2 bangunannya hampir seragam semua, bentuk atapnya hampir sama

semua, baik itu tempat tinggal, mall, gedung kantor ataupun jasa

lainnya...

> 

> untuk yogyakarta, cukup sering saya berkunjung, dan tidak ada

perubahan sama sekali, mungkin tambah kumuh, msh ada orang2 yg tidur

di emperan toko, sampah dimana-mana, jalan-jalan penuh dengan pedagang

kaki lima dan angkutan tradisional, bahkan sampai mau makan bakmi

godog di alun2 saja nunggunya hampir 1 jam sambil ditemani pengamen

dan pengemis yg silih berganti, mungkin itu bukti sebuah kota yg

sangat demokratis sehingga semua masyarakatnya bebas untuk mencari

nafkah...

> 

> dan..kota-kota di banten...?? mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi

> 

> dapat satu inspirasi dari tukang becak,

> mukoddas syuhada

> 

> 

>       New Email addresses available on Yahoo!

> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and

@rocketmail. 

> Hurry before someone else does!

> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke