Fenomena ojek di
Indonesia ini begitu menakjubkan, pertumbuhannya begitu cepat sekali, hampir
setiap pemberhentian kendaraan umum, perumahan, pasar, terminal dan di mulut
gang-gang pemukiman pasti ada pangkalan ojek.

Banyak faktor
yang mempengaruhi fenomena ini, salah satunya adalah kemudahan orang untuk
mendapatkan kendaraan motor roda dua dengan sistem kredit dan uang muka yang
sangat terjangkau.

Untuk
hitung-hitungan kasar berapa jumlah ojek yang ada di Indonesia ini bisa dilihat
dari data-data jumlah perumahan, terminal dan pasar. Kita ambil contoh dari
jumlah perumahan, di jabodetabek ini mungkin ada sekitar 700 perumahan, jika
setiap perumahan ada minimal 5 pangkalan ojek (PO), berarti ada sekitar 3500 PO,
andai saja tiap pangkalan itu minimal ada 10 orang, berarti ada sekitar 35.000
orang yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya dari lingkungan perumahan saja,
belum yang lainnya.

Bagaimana dengan
perputaran uangnya..?

Ternyata lebih luar
biasa sekali, dari hitung-hitungan kasar di atas, andai satu orang dapat
sekitar Rp. 50.000 sehari, maka dalam 1 hari mencapai Rp. 1.750.000.000,- dan 
dalam
1 tahun bisa mencapai Rp. 630 Milyar. Luar Biasa...!!!

Saat ini ojek
telah menjadi kebutuhan yang vital dan bisa menjadi transportasi alternatif,
tinggal bagaimana mengelolanya baik dari penataan tempatnya maupun pelakunya 
sehingga
profesi ini berjalan tanpa merugikan yang lain. 

salam,@kodas





      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke