dan yang juga menarik dari ojek, ada bebragai lapisan sosial yang terlibat. ada guru, ada pegawai negeri (pns), ada swasta, ada polisi, tentara, kesemuanya untuk menambah uang dapur agar tetap ngebul.
--- On Tue, 1/27/09, das albantani <[email protected]> wrote: From: das albantani <[email protected]> Subject: [WongBanten] O… jek??? To: [email protected] Cc: [email protected], [email protected] Date: Tuesday, January 27, 2009, 10:32 PM Fenomena ojek di Indonesia ini begitu menakjubkan, pertumbuhannya begitu cepat sekali, hampir setiap pemberhentian kendaraan umum, perumahan, pasar, terminal dan di mulut gang-gang pemukiman pasti ada pangkalan ojek. Banyak faktor yang mempengaruhi fenomena ini, salah satunya adalah kemudahan orang untuk mendapatkan kendaraan motor roda dua dengan sistem kredit dan uang muka yang sangat terjangkau. Untuk hitung-hitungan kasar berapa jumlah ojek yang ada di Indonesia ini bisa dilihat dari data-data jumlah perumahan, terminal dan pasar. Kita ambil contoh dari jumlah perumahan, di jabodetabek ini mungkin ada sekitar 700 perumahan, jika setiap perumahan ada minimal 5 pangkalan ojek (PO), berarti ada sekitar 3500 PO, andai saja tiap pangkalan itu minimal ada 10 orang, berarti ada sekitar 35.000 orang yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya dari lingkungan perumahan saja, belum yang lainnya. Bagaimana dengan perputaran uangnya..? Ternyata lebih luar biasa sekali, dari hitung-hitungan kasar di atas, andai satu orang dapat sekitar Rp. 50.000 sehari, maka dalam 1 hari mencapai Rp. 1.750.000.000, - dan dalam 1 tahun bisa mencapai Rp. 630 Milyar. Luar Biasa...!!! Saat ini ojek telah menjadi kebutuhan yang vital dan bisa menjadi transportasi alternatif, tinggal bagaimana mengelolanya baik dari penataan tempatnya maupun pelakunya sehingga profesi ini berjalan tanpa merugikan yang lain. salam,@kodas New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does!
