Wah, masih juga ada orang berharap ada disiplin lalu lintas. 
Persoalannya kan jelas infrastrukturnya tidak mampu memikul beban.
Perbandingan antara jumlah mobil, motor, bus terhadap jalan yang teredia
sangat2 tidak memadai.
Jalan2nya terlalu sempit, jaraknya pendek2, terlalu banyak perempatan
etc.etc
Kalo soal rambu2 sih liat aja.......dimana ada huruf S dicoret, disitu
Angkot pada berenti !!
He,he.he......satu aja mobil mogok, buntut macetnya bisa ngelewatin dua
lampu merah kebelakang.
Salut deh sama Pak Polisi lalu lintas.....kata orang Jakarta, lumayan
dari pada kagak !! He,he,he.....
Wass,

-----Original Message-----
From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, May 29, 2003 2:56 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Re: [Keuangan] Pendapatan Tilang dari LaluLintas
(was:OOT - Nyalip Rombongan Taufiq Kiemas, KolonelTNI Ditahan)


On Tue, 27 May 2003 19:54:13 +1000 Arry Kusnadi (AK) wrote:

> > Uang denda sih bukan tujuan utama, tapi setidaknya dengan penegakan
> > UU lalu  lintas yang keras, dapat dibangun suatu budaya disiplin   
> > berlalu lintas.
> 
> Menurut saya uang denda adalah pendapatan yg sangat menentukan untuk
> menunjang disiplin UU lalu lintas itu sendiri dan uangnya bisa
> digunakan untuk meningkatkan pelayanan spt rambu2 lalu lintas dan
> banyak lagi lainnya yg ujung2nya bisa menjadikan jalanan bisa lebih
> nyaman untuk diarungi.

Uang denda itu urusan Pemda (dpl masuk ke Kas Pemda), tilang itu urusan
Polisi dan rambu urusan DLLAJR (DepHub), jalan urusannya Kimpraswil,
pengambilan keputusan bersalah atau tidak urusan Hakim... nah lo jadi
rumit ya pemotivasiannya :-)

Disini lalu lintas rada rapih kalau Polisi Lalu Lintasnya ada di tempat,
apalagi kalau dia mau kerja dan cerdik (patung polisi di kawasan Jawa
Timur/Tengah jadi contoh nyata <g>).

Menurut saya sih, Polisi Lalu Lintasnya saja di motivasi agar bisa
bekerja lebih giat, misalkan saja pakai cara point model di workshop
(istilahnya Workmanship kalau di workshop). Misalkan saja, tilang
dibedakan kategorinya, setiap kategori diberi point sendiri-2x. Mengatur
lalu lintas di setiap titik macet pada jam tertentu juga dikasih point.
Kemudian, setiap hari ditentukan bhw setiap polisi harus mengumpulkan X
point. 

Pengumpul point terbanyak diumumkan ke khalayak, syukur-2x masyarakat
kita sadar dan mau kasih penghargaan ke dia (saya sih yakin soal ini,
krn saya lihat sendiri ada satu polisi yg akrab banget dg masyarakat
penguna jalan, dan kalau sdh sering mendapat salam tempel dari pengguna
jalan, termasuk saya, justru krn melihat 'pengabdian' nya yg tulus).

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<syafril.dutaint.co.id>

--[YONSATU -
ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>




--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke