On Thu, 29 May 2003 14:13:36 +0700 Nugroho Setyabudi (NS) wrote: > Saya membaca TNI sedang berusaha mengisolasi GAM dari dunia > internasional. Beberapa LSM asing sekarang berusaha untuk hadir > di Aceh supaya komunikasi dan koordinasi lebih baik dengan > GAM....ini yang dicegah oleh pemerintah.
Kalau alasanya spt itu, kurang tepat rasanya. Kan bisa pasang 'spleteran', dan juga bisa disadap. Lebih baik jelas sourcenya, shg mudah melakukan pelacakan dpd gelap-2x an :-) > Pengalaman Timor Timur (walau berbeda back ground) menunjukkan > kita kedodoran di tingkat internasional....karena saat ini kita > tidak punya diplomat ulung plus kemampuan kita yang terbatas > dari segi relationship dengan negara lain. Makanya belajar donk dari pengalaman, sudah waktunya yg namanya Dubes itu mrpkan jenjang karir dari para diplomat, bukan tempat para pensiunan menghabiskan hari tua (kayak kota Madiun aja <g>). Kalau perlu panggil ahli dari luar kalangan sendiri, yg penting sama nasionalisnya, nggak usah malu atau gengsi kan ini semua untuk kepentingan nasional. > Pelacakan HP nya puluhan panglima GAM butuh waktu lama, akan > kalah cepat dengan disinformasi dari GAM yang terus mengalir > keluar..... Cari donk cara biar bisa cepat deteksinya, pasang penyadap di setiap Base Station tower kalau perlu :-) -- syafril ------- Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id> . --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
