----- Original Message ----- From: W. Kasman To: Akhmad Bukhari Saleh Cc: AhliKeuangan-Indonesia Group Sent: 14 Juni 2003 21:40 Subject: Re: [yonsatu] Re: Fw: [Keuangan] Re : Negotiation Skills (was Re: Menebus KemerdekaanRI) Saya menyebut nama orang dalam konteks yang jelas yaitu dalam seminar yang diadakan oleh Intermatrix di Gedung Dewan Pers. Tentang kesalahan saya untuk mengenali orang, saya mengkoreksi dengan mengacu pada Anda yang lebih tahu.
Kalau boleh tahu, seminar di Gedung Dewan Pers itu tahun berapa ya? Dan apakah Bambang S (Subianto ataupun Sudibyo) yang berbicara waktu itu, sebagai Menkeu? Dari sini tentunya akan jelas yang Anda quote itu siapa... Kemudian substansi yang dipaparkan Bambang S. di seminar tersebut itu masalah liberalisasi sektor jasa belum mendesak, ataukah masalah kontrak-sosial, ataukah kedua-duanya? Nanti bisa kita konfirmasikan kepada ybs. Ical meminta saya untuk meyakinkan Pak Harto dan saya menyiapkan surat Ical ke Pak Harto (itu yang saya antar, jual dan promosikan). Itu bisa ditanyakan ke Ical langsung. Walaupun saya pegawai kecil, tapi sebagai orang yang lama jadi staf Kadin tau kemana dan bagaimana harus mengkomunikasikan masalah-masalah besar di bidang ekonomi yang saat itu sedang marak dengan gagasan baru. Tapi sekarang sudah keluar dari Kadin (sejak 9 tahun lalu), kerja sosial-lah. Inilah yang menyulitkan saya mengenali tokoh-tokoh dan maaf untuk itu. Tetapi sepanjang itu menyangkut masalah bangsa - saya kan punya hak bicara kan? Ical-pun harus tetap dikoreksi (walaupun beliau bekas bos saya dan saya masih hormat). Lihat substansinya saja. Apakah saya bohong di publik, itu bisa dicek. Tapi kalau salah bisa dikoreksi kan? Setuju 100% bahwa Aburizal Bakrie harus tetap dikoreksi. Kalau dia beres, misalnya, tentunya tidak akan perusahaan Bakrie bangkrut seperti sekarang ini. Kalau dia beres, misalnya lagi, tentunya dia akan memberi teladan baik dengan menolak menjadi ketua Kadin untuk masa jabatan kedua Saya hanya tidak setuju pendapat Anda (jadi ini soal pendapat/opini Anda, bukan soal Anda bohong) bahwa Aburizal Bakrie membentuk kepengurusan Kadin, terutama pada masa kepengurusannya yang pertama, dalam format yang tidak lebih dari kelompok preman. Kepengurusan Aburizal Bakrie pada masa baktinya yang pertama itu adalah salahsatu kepengurusan Kadin yang terbaik. Paling tidak jauh lebih baik daripada kepengurusan yang sebelumnya (yang diketuai mantan dirjen di Perindustrian, saya lupa namanya). Karena yang saya katakan tentang Kadin ini pun opini, tentu Anda bisa tidak setuju pada pendapat saya. Tetapi bahwa Anda sampai dimarah-marahin tokoh intel ketika itu, is simply the fact yang justru membuktikan bahwa Kadin ketika itu merupakan suatu institution yang positif bagi bangsa! Karena intel kroni Soeharto pada dekade terakhir kekuasaannya itulah sebejat-bejatnya intel dalam sejarah Indonesia, ujung tombak pembusukan negara, yang akhirnya membawa negara ke jurang kebangkrutan. Jadi kalau mereka menjelekkan suatu institusi lain, sederhana saja, itu artinya institusi lain itulah justru yang OK punya, yang mungkin sempat menjadi ganjelan bagi tindak-tanduk kebejatannya... Wasalam. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
