Dimas Sukris ,
Memang beda , suasana bekerja dengan asing dan dengan bangsa dewek ,...
Mengapa ?? ,...........mungkin karena hilangnya  "rasa tanggung jawab"  
dan  rasa  "kepedulian"  bangsa kita . But ,  why ,......???
Mungkinkah hal ini menjadi prioritas  CORPS  dalam memasukkan unsur 
pendidikan (LTC)  sebagai tambahan di ITB ??
Mungkinkah hal ini menjadi ciri khas dari pendidikan CORPS , sehingga  
alumni dari Batalyon I ITB  berbeda dari lainnya ??
Mungkinkah kita mengusulkan hal ini kepada Rektor ITB , .............   
bagaimana tanggapan mas Budiono dan dimas Hermanto Kosasih ??
Terimakasih , Dimas Sukris telah mengingatkan kita semua ,...........
(tapi , datang lho , hari Selasa siang ,.... minggu lalu aku sampai 
kering nungguin sampeyan ,..)
Wassalam ,
Priyo PS
-----------------

-----Original Message-----
From: "edy christiono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 10 Oct 2003 23:05:24 +0700
Subject: [yonsatu] Re: Kita perlu menundukkan kepala..........

> >
> > Sementara itu,  Standard Keamanan bagi Kendaraan Umum, khususnya Bus
> > tidak pernah dilaksanakan. Yaitu kewajiban memiliki Pintu
> > Emergency/Darurat dan Palu di setiap jendela untuk memecahkan kaca
> > se-waktu2 terrjadinya keadaan darurat, agar setiap jendela dapat
> dipakai
> > sebagai pintu keluar.
> 
> mungkin kita perlu mulai dulu dari diri  sendiri..........kalau kita
> naik
> motor apakah sudah pakai helmet dengan  benar ? bukan sekedar topi yang
> mirip helmet? apakah dapetin SIMnya ujian beneran atau asal nembak ?
> kalau
> kena tilang kita mau kepengadilan dan bayar denda ? bukan salam
> "tempel" ?
> 
> kalau bawa mobil apakah kita dengan kesadaran sepenuhnya mau
> menggunakan
> safety belt ? berhenti di lampu merah ? disiplin maintain kecepatan
> sesuai
> aturan ?.....he he he temen-temen expatriate suka
> ngeledek.........Indon
> kerja "lelet"...tapi kalau bawa mobil kaya "setan"..........berkeringat
> hanya kalau lagi makan (makan Padang Sederhana atawa baso)........
> 
> lieur..............
> 
> note :  hukum Murphy terjadi pada musibah stabo; marinir terbakar;
> musibah
> bus, musibah CN 235 IPTN dengan lapes-nya (kurang hebat apa
> pilotnya).........pembebasan sandra AS yang gagal di Teheran ...dan
> bahkan
> pesawat ulang alik Challenger/Columbia.........
> 
> musibah stabo ? tidak kebayang bagaimana berat hari-hari dihadapi oleh
> pilot/copilot helikopter dan petugas yang onboard  (potong
> tali)....juga
> perwira demo dinamik.......perwira upacara............komandan
> skadron..........dst.  dst.........bayangkan kita ikut on board , apa
> yang
> harus kita lakukan ?  pesawat oleng karena bandul yang bergoyang (+/-
> 800 kg
> : 8 orang full gear)...berapa sih pay load bell 412 ? ...kenapa angin
> bertiup kencang hari itu....? kenapa kita ngotot terbang dengan kondisi
> angin seperti itu ?..banyak pertanyaan............kami ikut berduka
> atas
> semua musibah yang baru saja terjadi.........
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 



--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke