AWW. > Sebetulnya prestasi aparat kita dalam menggulung pelaku bom > adalah yang terbaik di kawasan ini. > Dalam waktu singkat, dan mencakup wilayah kerja yang sangat > luas, > mereka sudah mencokok ratusan gerombolan JI itu. > Hanya saja kita kalah dalam mem-PR-kan (meng-humas-kan) > sukses-sukses itu dibanding, misalnya, Filipina, Singapore > dan Thailand, yang kalau bisa menangkap satu pelaku pembom > saja, sudah gembar-gembor luar biasa sehingga dapat bantuan > ratusan juta dolar dari USA. > Untuk ini, Pemerintah rupanya masih belajar banyak ilmu > kehumasan dari Indra Abidin (Oh ya Indra, turut bela > sungkawa atas wafatnya abang Anda).
Terbaik??? Terang aja karena sebagian anggota �JI� itu adalah �planted agent�-nya aparat. Sehingga dengan sangat mudahnya jaringan yang �underground� tersebut terbongkar. Buka lagi ceritera Hispran yang disusupkan Ali Murtopo dalam jaringan neo-NII. Bahkan menurut investigasi Koran Tempo �JI�-pun adalah metamorfosis dari neo-NII tersebut, sehingga saya yakin betul bahwa berbagai kegiatan teror ini dibackup oleh operasi intelejen. > Kemudian, kita sebagai elemen bela negara, mungkin bisa > lebih berperan dalam menggalang kewaspadaan masyarakat > lingkungan, dengan > men-sosialisasi-kan beberapa pedoman berikut ini: > > Keamanan Lingkungan > > Para teroris biasanya memiliki ciri sbb : > > 1. Mengontrak rumah di kawasan padat. > Waspadai orang yang mengontrak di daerah padat dalam 3-6 > bulan > terakhir, terutama yang datang tidak dengan keluarga dan > tidak > memiliki pekerjaan yang jelas. > > > 2. Jarang keluar rumah/bergaul dengan tetangga tapi sering > menerima tamu asing dalam waktu yang lama (biasanya orang > normal cuma bertamu 1-2 jam) > > > 3. Biasanya menyaru sebagai penjual keliling seperti jualan > tas, buku, sandal, pakaian, dll., akan tetapi tidak terlihat > sebagai orang susah bahkan terlihat cukup intelek. > > > 4. Usia mereka rata-rata masih muda, antara 20 - 40 tahun. > > > 5. Cukup rajin beribadah ke masjid, walaupun bukan jemaah > reguler di mesjid setempat. > > > 6. Kebanyakan mereka berideologi wahabi radikal. > Walaupun ini sulit dideteksi orang awam, tetapi kalau sempat > ngobrol dengan orang-orang seperti ciri-ciri di atas ini, > selanjutnya waspadai orang-orang yang banyak meyebut-nyebut > tentang kaum salaf, salafi dan salaful shaleh. > > > Selain itu ada pula jaringan teroris pasif, yang > sewaktu-waktu bisa aktif atau setengah aktif. > Ciri-ciri mereka sbb : > > > 1. Menetap di kawasan padat tapi bukan penduduk asli. > Biasanya sudah menetap selama 2 sampai 10 tahun. > > > 2. Bukan pekerja kantoran, biasanya berwirausaha. > > > 3. Anggota kelompok wahabi radikal. > > > 4. Biasanya beristrikan wanita dari kelompok yang sama. > Kebanyakan istri mereka menggunakan cadar, atau > setidak-tidaknya > mengenakan jilbab panjang dan pakaian berupa jubah, serta > jarang > keluar rumah/bergaul. > > > 5. Cukup rajin beribadah ke masjid, walaupun bukan jemaah > reguler di mesjid setempat. > > > Waspadai orang dengan ciri di atas, bila 3 - 6 bulan > belakangan sering menerima tamu asing yang berkunjung dalam > waktu yang lama atau sering pergi dalam waktu yang lama > tanpa jelas ke mana tujuannya ataupun > maksud kepergiannya. > > Untuk itu diminta pada para ketua RT dan takmir masjid untuk > mengawasi orang-orang dengan ciri-ciri seperti di atas dan > melaporkannya kepada aparat kemananan terdekat bila ada > hal-hal yang mencurigakan. Wahabi radikal??? Kalau melihat rata-rata pendidikan pesantren para tersangka teroris, saya sangsi mereka wahabi, mereka adalah kelompok tradisionalis yang bermazhab Syafi�i (tidak ada bedanya dengan NU). Di Indonesia yang dikategorikan sebagai kelompok Wahabi adalah Persis dan Muhammadiyah, dan saya kira mereka bukan bagian dari tradisi Persis dan Muhammadiyah. Pencitraan Wahabi terhadap teroris karena Usamah bin Ladin disinyalir menganut mazhab Wahabi (sebagian besar orang Arab adalah penganut Wahabi). Ciri-ciri �teroris� lainnya mirip dengan analisis Richard Nixon (mantan Presiden AS) dalam Sieze the Moment, yaitu: 1. mereka yang anti barat; 2. mereka yang ingin membangun peradaban Islam; 3. mereka yang ingin menerapkan syariat Islam; 4. mereka yang menyatukan antara agama (Islam) dengan negara, dan 5. mereka yang menjadikan sejarah masa lalu (salaf) sebagai pemandu masa depan.Kok bisa mirip yach.......??? > > SASARAN TERORIS > > Sasaran teroris biasanya adalah tempat publik yang dimiliki > asing, atau banyak menerima tamu asing, yang keamanannya > tidak terlalu ketat (istilahnya: soft target). > Selain itu juga mereka mengincar tempat-tempat peribadatan > terutama gereja. > > > KEMUNGKINAN BOM YANG DIPAKAI > > Bom Rakitan > > 1. Jenis low explosive, biasanya dimasukkan dalam tabung > dari besi atau paralon dengan panjang 10-30 cm dan disimpan > di kantong plastik hitam atau tas ransel. > Selain itu juga ada kemungkinan pelaku menggunakan rompi > tebal yang di dalamnya sudah dirangkai bahan peledak. > > 2. Jenis high explosive, biasanya menggunakan media bom > mobil. > Mobil yang digunakan terutama berjenis van seperti Kijang, > Panther, L-300, Carry, dan sejenisnya, terutama keluaran > tahun 1980 - 1995 > dengan kaca gelap. Atau bisa juga menggunakan mobil box > ataupun sedan lama yang memiliki bagasi besar seperti Holden > 4848 atau Mazda kotak. > > > Bom Jadi > > Selain itu ada juga kemungkinan mereka menggunakan bom yang > sudah jadi seperti dinamit ataupun C-4 (bom plastik). > Kedua jenis bom ini memiliki efek ledakan yang besar tapi > bentuknya cukup kompak/kecil, terutama C-4. > Kedua jenis bom ini memerlukan pemicu (detonator) untuk > meledakkannya yang diaktifkan dengan menggunakan timer > ataupun dengan remote. > > > TIPS BERPERGIAN > > Bagi yang hendak pergi berbelanja ke mall ingat baik-baik > tips berikut : > > Hindari berbelanja di Mall yang memungkinkan mobil di parkir > di dekat pintu masuk dan hanya memiliki satu pintu untuk > akses keluar masuk. > > Juga hindari/jauhi mall yang di bagian depannya ada restoran > fast food Amerika yang cukup mencolok dan di dekatnya ada > akses jalan taksi > dan/atau dekat dengan jalan (kurang dari 10 m). > > Usahakan untuk tidak berbelanja terlalu jauh ke dalam, di > manapun > posisi anda usahakan untuk selalu tahu mana jalan keluar > yang cepat dan aman, selain dari pintu masuk utama. > > Bila berbelanja di pertokoan yang memiliki banyak lantai > usahakan > untuk tahu di mana letak pintu daruratnya. > Pintu darurat ini berwarna merah dan terbuat dari baja tahan > api. > > Untuk berjaga-jaga bilamana anda terjebak kepungan asap > selalu bawa peralatan berupa kaca mata renang dan tabung > oksigen kecil (sekitar 10 cm) yang biasanya dijual bebas di > apotik dengan harga terjangkau dan sudah dilengkapi masker, > tabung ini cukup untuk dipakai bernafas > sekitar 10-15 menit. > Bila tidak ada usahakan bawa saputangan yang terbuat dari > bahan handuk dan air mineral. Bila terjepak asap, basahi > saputangan itu dengan air dan tutupkan ke hidung dan mulut > anda. > Peralatan ini cukup kecil dan dengan mudah bisa disimpan di > tas atau kantong. > Bahkan untuk kaca mata renang ada yang modelnya cukup > trendy. > > Tips-tips di atas juga berlaku bila anda berpergian ke > tempat lain seperti hotel, restoran, rumah sakit ataupun > bank, terutama yang agak berbau Barat dan/atau dimiliki oleh > tokoh konglomerat Cina. > > > PERHATIAN BAGI ORGANISATOR PERTEMUAN > > Karena ada kemungkinan bakal ada lagi pemboman terhadap > tempat-tempat publik di mana orang banyak berkumpul pada > suatu saat/pertemuan, > terutama pada saat Halal-bihalal, Natal dan Tahun Baru tidak > lama > lagi, maka diharapkan organisator pertemuan di tempat publik > memperketat keamanan. > Ada beberapa tips sederhana yang bisa dipakai, terutama > ketika ada pertemuan di gedung pertemuan umum dengan jumlah > hadirin yang banyak. > > 1. Perketat akses masuk ke gedung pertemuan. > Kalau perlu berlakukan reservasi seperti di restoran atau > hotel mahal, atau sistim tiket, sehingga bisa mengontrol dan > menyeleksi pserta > pertemuan yang mau masuk. > > 2. Seluruh barang bawaan peserta pertemuan, termasuk jaket > dan tas tangan harus dititipkan, jangan diperbolehkan dibawa > masuk. > > 3. Perketat akses keluar masuk mobil ke areal tempat parkir > gedung pertemuan. > Bila dalam keadaan ramai usahakan agar yang diperbolehkan > masuk ke areal parkir hanya mobil kecil/kompak atau mobil > sedan keluaran tahun 2000 ke atas yang berharga di atas 200 > juta. > Sementara mobil jenis van diusahakan agar diparkir minimal > 50 m dari gedung pertemuan. > > 4. Usahakan agar ada pintu keluar darurat yang cukup lebar > dan > terletak di bagian depan dekat podium/mimbar. > > 5. Sediakan alat pemadam kebakaran dan obat-obatan terutama > untuk luka kena serpihan metal dan luka bakar, serta siapkan > selalu tenaga medik. > > 6. Awasi dengan seksama orang-orang yang mencurigakan dan > tidak > dikenal yang duduk di bagian belakang atau dekat pintu. > > 7. Usahakan tidak menggunakan deretan meja dan kursi yang > terlalu > panjang, dan gunakan saja kursi lipat atau kursi plastik, > sehingga bisa memudahkan hadirin keluar dengan cepat dalam > keadaan darurat. > > 8. Untuk pertemuan-pertemuan yang bersifat berkala, ada > baiknya > dilakukan latihan simulasi bila terjadi ledakan bom dengan > berkerja-sama dengan kepolisian setempat. > > > Wasalam. > > ============================== > ----- Original Message ----- > From: Priyo Pribadi Soemarno > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 02 Nopember 2003 5:58 > Subject: [anggota] Lolosnya Azahari ,... > > > Assalamu'alaikum Rekans CORPS sekalian , > > Lolosnya biang keladi bom segala bom di Indonesia, sungguh > sangat > membuat kita miris, berdiri bulu kuduk,.. > Bagaimana tidak? Yang kita ketahui, nama Azahari tersebut > sudah > berkali-kali muncul dan terkait dengan berbagai bom, dan > yang terbesar adalah dengan Bom Bali,.. nggak taunya, si > Azahari ini tenang2 di > kost2an Kebon Kembang, Bandung, dekat kampus ITB,.. sewaktu > dia ngabur pun, masih membawa bom yang siap di ledakkan. > Kemudian, kira2 pagar betis semacam apa yang bisa > menghambat laju > pergerakan mereka?? > Lha wong sejak di Kebon Kembang dua bulan yang lalu saja, > tidak ada > yang mengenali,.. > > Saudara2ku CORPS Yon I ysh., sudah lama sebetulnya kita ini > dikibuli > mentah2 oleh aparat penjaga keamanan negeri ini. > Kalau mau menggunakan kata2 yang lebih sopan, sebenarnya > kita hanya > di-"slimur" (bahasanya Dimas Budi Nir),.. dihibur dengan > kata2 yang menyenangkan,... > Atau kita semua sudah tidak mau ambil pusing dengan segala > cerita > tersebut?? > Sampai nanti tiba saatnya bom tersebut meledak di telinga > kita?? > > > --[YONSATU - > ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
