---------- Forwarded message ---------- Date: Wed, 5 Nov 2003 14:07:26 +0700 From: Margono <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [pk-bandung] israel akan Industri Dirgantara di Indonesia
http://www.infopalestina.com/lihatberita.asp?id=896 11/4/2003 12:18:48 PM Aharonot: Israel Buka Cabang Industri Dirgantara di Indonesia COMES:- Surat Kabar Harian Israel berbahasa Ibrani, Yedeot Aharonot, Senin (03/11), pada rubrik ekonomi, mengungkapkan berita yang menyatakan bahwa industri dirgantara Israel akan membuka cabangnya di Indonesia. Seperti dijelaskan Aharonot, Indonesia adalah sebuah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Ini, menurut Aharonot, adalah kali pertama industri keamanan Israel membuka cabangnya di negara muslim. Dalam berita harian Israel tersebut disebutkan pembukaan cabang industri dirgantara Israel tersebut akan dilaksanakan dalam kerangka perjanjian kerjasama antara industri dirgantara Israel dengan industri pesawat terbang Indonesia Garuda. Menurut surat kabar mingguan dirgantara "Felit", kesepakatan itu ditanda tangani antara bagian "Bideek" di industri dirgantara Israel dengan perusahaan pemeliharaan pesawat terbang Indonesia. Menurut harian Aharonot, teks kesepakatan itu menyatakan bahwa kedua perusahaan bersama-sama merubah (mengkonversi) pesawat-pesawat penumpang komersial Boeing 737 milik perusahaan dirgantara Ge Capital menjadi pesawat niaga. Biaya untuk setiap pesawat jenis ini sekitar 3 juta dolar. Dan memungkinkan bagi kedua perusahaan untuk mengkonversi jenis lain dari pesawat-pesawat Boeing seperti Boeing 767 dan 747. Harian Aharonot mengatakan, bahwa bagian Bideek di perusahaan dirgantara Israel selama ini yang melakukan konversi pesawat dan perawatannya. Sampai hari, ia termasuk pusat terbesar di dunia yang bergerak khusus dalam bidang ini. Menurut Aharonot, hingga sekarang perusahaan menghadapi kesulitan melakukan kerja sama di benua Asia, karena banyak negara menolak pesawat-pesawat mereka dibawa ke Tel Aviv. Oleh karena sebab itulah, sejak lama perusahaan dirgantara Israel mencari serikat di kawasan tersebut. Beberapa prediksi mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan perusahaan Indonesia akan memberi peluang bagi Israel untuk melakukan akad dengan negara-negara muslim lainnya di kawasan Asia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Aharonot mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 234 juta jiwa, 80% adalah muslim. Selama ini, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Meski demikian, ada beberapa laporan yang menyebutkan adanya hubungan dagang antara pihak Israel dengan Indonesia. Beredar pula laporan, bahwa dua perusahaan Israel terdaftar di Jakarta. Kedua perusahaan tersebut, konon telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia, bahwa keduanya berniat mendorong aktivitasnya di Indoneisa. Keduanya telah meminta agar pihak pemerintah memberikan visa masuk kepada para pegawainya. Sementara itu pihak perusahaan dirgantara Israel menolak menembus secara resmi kesepakatan pembukaan cabangnya di Jakarta. Demikian menurut harian Israel Yedeot Aharonot seperti dilansir al markaz al filistini lil I'lam. (seto) --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
