Saya bilang ini kemajuan dalam Islam yang mulai melihat secara luas
esensi dari suatu permasalahan. Selama ini muslim lebih terpaku kepada
aturan yg tertulis atau tidak. 

Saya perokok, tapi suatu yang bagus haruslah di dukung. Memang bukan
pekerjaan mudah mengingat jutaan muslim adalah perokok. Tapi lebih
baik daripada tidak.






--- In zamanku@yahoogroups.com, Agung Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saat ini hukum rokok masih dinyatakan makruh karena tidak tersirat
di dalam Al-Quran.
>   Tapi bisa di HARAMKAN sebagai HUKUM MUI?
>   Gila kali Ya? sementara banya Kyai2...Haji dan umat muslim
merokok...lalu searang mau di larang? Ngajain umat jd munafik ? 
> 
> 
> 
> mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>              
>     ----- Original Message ----- 
>   From: teddy sunardi 
>   Sent: Tuesday, August 19, 2008 10:35 PM
>   Subject: [mediacare] MUI Banten Dukung Wacana Fatwa Haram Rokok
>   
> 
>    
http://www.antara.co.id/arc/2008/8/19/mui-banten-dukung-wacana-fatwa-haram-rokok/
>   
>   MUI Banten Dukung Wacana Fatwa Haram Rokok
> 
> 
> 
> Serang (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi
Banten, KH Wahab Afif, mengatakan, pihaknya mendukung wacana fatwa
haram rokok karena banyak mendatangkan mudharat dibandingkan manfaatnya.
> 
> "Oleh karena itu, kami mendesak MUI Pusat agar segera mengeluarkan
keputusan fatwa haram rokok itu," kata Ketua MUI Banten KH Wahab Afif
di Serang, Selasa.
> 
> Wahab Afif mengutip salah satu hadis yaitu jika mudharatnya banyak,
tetapi manfaat tidak ada maka hal itu hukumnya haram.
> 
> Menurut dia, dari segi kesehatan, perokok akan mudah terserang
berbagai penyakit, seperti paru-paru, jantung, impotensi, gangguan
kehamilan dan kanker, bahkan di Indonesia sangat tinggi angka kematian
yang disebabkan rokok. 
> 
> Selain itu, rokok juga bisa mengundang kriminalitas bagi perokok
yang belum memiliki pekerjaan tetap. 
> 
> "Kasus ini banyak menimpa orang perokok," katanya. 
> 
> Dia mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengkaji tentang
wacana fatwa haram rokok. 
> 
> Pengkajian ini dimaksud, kata dia, agar masyarakat bisa mengetahui
dampak semakin buruknya yang ditimbulkan perokok. 
> 
> Apalagi, banyak anak-anak usia SMP dan SMA sudah kecanduan rokok.
> 
> Sementara Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Wasilatul Falah,
Rangkasbitung, KH Ahmad Rifai, menjelaskan, wacana fatwa haram rokok
mengundang kontroversi sehingga perlu adanya pengkajian yang mendalam. 
> 
> Sebab, saat ini hukum rokok masih dinyatakan makruh karena tidak
tersirat di dalam Al-Quran. 
> 
> "Yang ada hanya khomar atau minuman keras yang dinyatakan haram,"
katanya.(*)
>


Kirim email ke