> Agung Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > saat ini hukum rokok masih dinyatakan makruh karena > tidak tersirat di dalam Al-Quran. > Tapi bisa di HARAMKAN sebagai HUKUM MUI? > Gila kali Ya? sementara banya Kyai2...Haji dan umat > muslim merokok...lalu searang mau di larang? Ngajain > umat jd munafik ? >
Satu lagi nih yang cuma nyeplak aja ngomongnya, dia sendiri yang sudah nulis diatas bahwa dalam AlQuran tidak tersirat, lalu darimana pernyataan makruhnya itu ??? Stupid bukan??? Kalo di Quran saja sudah tak tersirat artinya tidak makruh tidak halal, juga tidak haram. Kalo rokok mau dianggap makruh, maka ganja juga makruh, cocain juga jadi makruh, yang haram jelas2 ditulis cuma minuman keras yang dulu banyak diminum orang Arab. Sekarang minuman itu enggak ada, dan dulu yang dianggap haram itu yang memabukkan, tidak disebut alkohol, sehingga minuman yang mengandung alkohol sekalipun kalo tidak memabukkan tidak diharamkan, tidak dihalalkan, dan tidak dimakruhkan. Jadi biarpun alkoholnya kadarnya tinggi, kalo tidak mabok tak apa2. Yang dipikirin itu bukan makruhnya tapi akibat pengeluaran fatwa itu sendiri. Kalo pengeluaran fatwa seperti itu tidak bisa memaksa masyarakat menghentikan merokoknya, buat apa mengeluarkan fatwa itu cuma merusak kewibawaan MUI sendiri dan ajaran Islam umumnya ??? Kalo fatwanya keluar harus dipertimbangkan MUI tidak masuk uang, bahkan meskipun uang tidak masuk, penghisap rokok tidak jadi menurun hanya harga rokok jadi naik tinggi. Dari semua pertimbangan2 diatas maka kecil kemungkinannya MUI mau mengeluarkan fatwa itu. Kalo cuma ancaman2 saja sih cuma taktik akal2an agar pabrik2 rokok itu setor rokok bulanan untuk MUI. Ny. Muslim binti Muskitawati.
