Bencana Alam Mengubah Manusia Jadi Beriman Maling !!
                                      
> "Aditias Suyasninto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> sisi baik dari bencana memang membuat orang untuk bersatu bahu
> membahu... melupakan pertengkaran, melupakan pertikaian mereka
> sebelumnya... berpadu bersama menolong sesama tanpa pandang bulu...
> haruskah kita menunggu dulu kembali terjadinya bencana... baru
> tergerak hati kita melupakan pertengkaran...
> 


Rupanya anda anak orang kaya ya???  belum pernah tertimpa bencana atau
juga belum pernah menyaksikan terjadinya bencana.

Mungkin ada manfaatnya kalo anda nonton kebakaran rumah kalo kebetulan
anda.  Disana banyak polisinya yang ngejagain.  Lalu tanyakan kepada
polisi, ngapain jaga2 ditempat kebakaran?

Naah dari jawabannya anda akan tahu, setiap ada kebakaran ber-duyun2
dan ber-lomba2 orang2 membantu.

Tapi membantu dalam menyelamatkan harta orang lain untuk diri sendiri
alias maling.  Setiap kebakaran semua orang baik yang lewat akan
berubah jadi maling.

Demikianlah, sewaktu terjadinya tsunami di Aceh, di Jawa berbondong
bondong dibentuk team sukarelawan yang dikirim kesana.  Disana mereka
berebutan untuk bergabung dengan rombongan luar negeri yang membantu
membagikan kado2 kepada korban bencana Alam.

Namun herannya begitu banyak bantuan ternyata korban bencana alam
tidak mendapatkannya dan bantuan itu banyak dijualin di Jawa.  Salah
satu contoh saja bantuan itu ada ratusan kursi roda di Istana negara
yang oleh SBY digunakannya untuk kampanye dirinya dengan memberi korsi
roda itu untuk orang cacat yang dinamakan sebagai bantuan Presiden.

Nyolong bantuan bencana alam juga tidak mempersatukan bangsa ini,
ternyata FPI mengirimkan rombongan ke Aceh akhirnya tertangkap tentara
karena anggauta FPI diperalat ABRI untuk mengumpulkan barang2 luar
negeri yang di-bagi2kan untuk dibawa ke gudang ABRI.  Pimpinan
rombongan FPI enggak senang, dia yang kerja tapi ABRI yang
menikmatinya.  Akhirnya dia carter truk untuk mengangkut barang2
colongani tu dari gudang ABRI, tapi dia ketangkep dan digebukin.

Enggak senang digebukin ABRI dia nyapnyap nuntut ke pengadilan,
terbongkarlah rahasia busuk kedua pihak, tapi pengadilan mendamaikan,
dan enggak jadi nuntut.

Orang2 diluar negeri sudah tahu semua.  ABRI dikerahkan ketempat
bencana Alam cuma untuk mengusir penduduk yang aselinya jadi korban
dan memasukkan anggauta2 ABRI yang menyamar jadi penduduk untuk
berebutan box2 yang berisi bantuan luar negeri.

Untuk bantuan barang2 mahal, malah organisasi2 luar negeri diminta
untuk memberikan bantuan itu kepada ABRI saja untuk mempermudah
bagi2nya karena ABRI katanya sudah lebih pengalaman mem-bagikannya
terutama untuk wilayah2 yang katanya belum terjangkau.  Tentu saja
orang2 luar negeri yang berhati emas itu berterima kasih kepada ABRI
yang begitu tersentuhnya mau membantu mereka membantu orang2 kesusahan.

Ny. Muslim binti Muskitawati






Kirim email ke