Tanpa bencana pun sudah banyak yang jadi maling, contoh yang paling nyata ialah 
uang jemah haji sering ditipu. Menteri agama Said Agil Al Munawar sikat uang Rp 
50, -- milyar dan oleh karena itu meringkuk 8 tahun di penjara. Habis penjara 
langsung pesiun dan goyang kaki atau pergi makan korma sampai puas, karena 
bunga uang haram yang disimpan di bank sudah bisa menjamin lebih dari cukup 
sampai hayat melayang dari kandung badan.

  ----- Original Message ----- 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, August 26, 2008 2:14 PM
  Subject: [zamanku] Bencana Alam Mengubah Manusia Jadi Beriman Maling !!


  Bencana Alam Mengubah Manusia Jadi Beriman Maling !!

  > "Aditias Suyasninto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > sisi baik dari bencana memang membuat orang untuk bersatu bahu
  > membahu... melupakan pertengkaran, melupakan pertikaian mereka
  > sebelumnya... berpadu bersama menolong sesama tanpa pandang bulu...
  > haruskah kita menunggu dulu kembali terjadinya bencana... baru
  > tergerak hati kita melupakan pertengkaran...
  > 

  Rupanya anda anak orang kaya ya??? belum pernah tertimpa bencana atau
  juga belum pernah menyaksikan terjadinya bencana.

  Mungkin ada manfaatnya kalo anda nonton kebakaran rumah kalo kebetulan
  anda. Disana banyak polisinya yang ngejagain. Lalu tanyakan kepada
  polisi, ngapain jaga2 ditempat kebakaran?

  Naah dari jawabannya anda akan tahu, setiap ada kebakaran ber-duyun2
  dan ber-lomba2 orang2 membantu.

  Tapi membantu dalam menyelamatkan harta orang lain untuk diri sendiri
  alias maling. Setiap kebakaran semua orang baik yang lewat akan
  berubah jadi maling.

  Demikianlah, sewaktu terjadinya tsunami di Aceh, di Jawa berbondong
  bondong dibentuk team sukarelawan yang dikirim kesana. Disana mereka
  berebutan untuk bergabung dengan rombongan luar negeri yang membantu
  membagikan kado2 kepada korban bencana Alam.

  Namun herannya begitu banyak bantuan ternyata korban bencana alam
  tidak mendapatkannya dan bantuan itu banyak dijualin di Jawa. Salah
  satu contoh saja bantuan itu ada ratusan kursi roda di Istana negara
  yang oleh SBY digunakannya untuk kampanye dirinya dengan memberi korsi
  roda itu untuk orang cacat yang dinamakan sebagai bantuan Presiden.

  Nyolong bantuan bencana alam juga tidak mempersatukan bangsa ini,
  ternyata FPI mengirimkan rombongan ke Aceh akhirnya tertangkap tentara
  karena anggauta FPI diperalat ABRI untuk mengumpulkan barang2 luar
  negeri yang di-bagi2kan untuk dibawa ke gudang ABRI. Pimpinan
  rombongan FPI enggak senang, dia yang kerja tapi ABRI yang
  menikmatinya. Akhirnya dia carter truk untuk mengangkut barang2
  colongani tu dari gudang ABRI, tapi dia ketangkep dan digebukin.

  Enggak senang digebukin ABRI dia nyapnyap nuntut ke pengadilan,
  terbongkarlah rahasia busuk kedua pihak, tapi pengadilan mendamaikan,
  dan enggak jadi nuntut.

  Orang2 diluar negeri sudah tahu semua. ABRI dikerahkan ketempat
  bencana Alam cuma untuk mengusir penduduk yang aselinya jadi korban
  dan memasukkan anggauta2 ABRI yang menyamar jadi penduduk untuk
  berebutan box2 yang berisi bantuan luar negeri.

  Untuk bantuan barang2 mahal, malah organisasi2 luar negeri diminta
  untuk memberikan bantuan itu kepada ABRI saja untuk mempermudah
  bagi2nya karena ABRI katanya sudah lebih pengalaman mem-bagikannya
  terutama untuk wilayah2 yang katanya belum terjangkau. Tentu saja
  orang2 luar negeri yang berhati emas itu berterima kasih kepada ABRI
  yang begitu tersentuhnya mau membantu mereka membantu orang2 kesusahan.

  Ny. Muslim binti Muskitawati



   

Kirim email ke