Saya tidak bertanya soal ini kepada anda, karena saya tau stand anda 
dalam hal ini sama dengan saya. Yaitu adanya pengakuan terhadap iman 
yg lain. Ingat diskusi soal Hamka? TApi yg berbeda dengan anda 
banyak dan mereka juga Islam.





--- In zamanku@yahoogroups.com, Hati Nurani <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Nice :
> Yang perlu pencerahan buat saya: NAsrani itu katanya sudah 
tersesat.
> Artinya ISlam mengenal versi NAsrani yang tidak tersesat. Dan versi
> ini adalah yang benar di mata Awloh. 
>  
> Bening :
> Nice, menurut Islam, Nasrani yang tersesat adalah Nasrani yang 
menganggap ada Tuhan Lain selain Tuhan yang Esa, yang menciptakan 
langit dan Bumi, Tuhan yang Esa itu memiliki nama berbagai nama 
apa itu namanya Hyang Widi, Hyang Manon, Allah, Rab, Tuhan.  Selama 
Nasrani itu hanya menuhankan HYang Esa dan itu satu-satunya Tuhan, 
maka dalam Islam dianggap Nasrani yang benar.
> ============================
> Nice :
> KEsimpulannya Islam membenarkan adanya agama lain selain ISlam, 
yaitu
> nasrani. Apa betul?
>  
> Bening :
>  
> Sebelumnya akan saya kutipkan dua ayat dari Al Qur'an :
>  
> Surat Al-Baqarah ayat 62: Sesungguhnya orang-orang yang 
> beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabiin, 
barang siapa 
> yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang 
shaleh, maka untuk 
> mereka adalah ganjaran di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada 
ketakutan atas 
> mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
>  
>  Surat AlMaidah ayat 69: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, 
dan 
> orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabiun, dan Nashara, 
barang siapa 
> yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan diapun mengamalkan 
amal yang 
> shaleh, maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah 
mereka akan 
> berduka cita. 
> 
>  
> Bung Nice, menurut Islam, Islam tidak hanya sekedar AGAMA tetapi 
jalan Hidup. Setelah kita menyembah Tuhan yang Esa, maka Orang itu 
harus memiliki jalan hidup, tuntunan hidup sesuai yang digariskan 
Tuhan. Apa Ajaran Hidup itu ? ajaran Hidup itu adalah memiliki dua 
Dimensi, Dimensi Veritkal dan Horizontal. Dimensi Vertikal adalah 
cara ibadah Ritual, seperti Solat, Puasa dan haji, dimana Dimensi 
ini memiliki nilai-nilai Spriritual yang sangat rahasia ( meski ada 
dimensi Horizontal, misalnya Solat berjamaah supaya muslim bisa 
bersosialisasi, zakat untuk orang miskin). dimensi Vertikal ini 
istilah Islamnya adalah IBADAH MAHDOH, murni hubungan dengan Tuhan 
atau Hamblun minallah.
>  
> Sedang ajaran hidup horizontal, adalah ajaran hidup kepada sesama 
makhluk, agar hubunganya selalu harmonis. Dalam aturan ini sudah ada 
aturan yang sudah ada, misalnya hutang pihutang harus dicatat, namun 
masih banyak yang diserahkan kepada manusia sendiri.
> 
> Jadi misalnya ORANG AMERIKA, secara Agama, mungkin dia bukan 
Islam, secara JALAN HIDUP, mereka sudah ISLAM.
> ===============================
> Nice :
> Karena jika benar, ada kontradiksi soal kewajiban umat yg berbeda
> padahal bersumber dari Awloh yg sama. Jika salah, artinya kalim 
awal
> tadi juga salah.
>  
> Bening :
> Menurut Islam, semua Nabi-nabi mengajarkan ajaran yang sama, yaitu 
Percaya kepada Allah yang maha Esa, dan mengajarkan berbuat baik. 
Makna Percaya kepada Allah adalah pasrah dan berserah diri kepada 
Kehendak Allah. 
> Kepasrahan akan kehendak Allah ini dalam bahasa Arab adalah ISLAM. 
Padahal Nabi-nabi semua mengajarkan KESPARAHAN kepada KEHENDAK 
ALLAH, artinya semua Nabi-nabi mengajarkan ISLAM.  inilah yang rancu 
bagi non moslem, masak Nabi ISA ISLAM ??? padahal ISLAM lahir saat 
Muhammad. Memang benar, tapi Nabi-nabi mengajarkan KEPASRAHAN dimana 
secara BAHASA ARAB, PASrah adalah ISLAM,
> ============================
> Nice :
> MEmang ISlam ini membingungkan. .
>  
> Bening :
> Matematika adalah membingungkan bagi mereka yang tidak tahu. Mesin 
Mobil membingungkan bagi mereka yang tidak tahu. Alkitab 
membingungkan bagi mereka yang tidak tahu. TRINITAS juga 
membingungkan bagi saya.
> Jadi yang membingungkan belum tentu jelek. Tapi yang BINGUNG 
adalah menunjukkan KETIDAK TAHUAN....... jadi BINGUNG kok di 
sombingin...........
>  
> Salam,
> 
> 
> --- On Thu, 9/25/08, ttbnice <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: ttbnice <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Re: Sempurnahkah alquran?
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Thursday, September 25, 2008, 6:45 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Yang perlu pencerahan buat saya: NAsrani itu katanya sudah 
tersesat.
> Artinya ISlam mengenal versi NAsrani yang tidak tersesat. Dan versi
> ini adalah yang benar di mata Awloh. 
> 
> KEsimpulannya Islam membenarkan adanya agama lain selain ISlam, 
yaitu
> nasrani. Apa betul?
> 
> Karena jika benar, ada kontradiksi soal kewajiban umat yg berbeda
> padahal bersumber dari Awloh yg sama. Jika salah, artinya kalim 
awal
> tadi juga salah
> 
> MEmang ISlam ini membingungkan. .
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Ibrahim Y. Syihab" 
<dakwah_umat@ ...>
> wrote:
> >
> > 
> > 
> > 1. Menurut orang Islam, Alkitab (Taurat `
> > Perjanjian Lama; Injil `Perjanjian Baru) itu tidak perlu dibaca
> karena sudah
> > diberikan buku yang baru, yaitu Alquran. Jadi buku yang lama itu
> sudah tidak
> > berlaku lagi. Jadi sering diartikan bahwa Alquran lebih tinggi
> derajatnya dari
> > Taurat dan Injil.
> > 
> >  
> > 
> > 2. Juga dikatakan bahwa Alkitab itu sudah diubah isinya oleh 
orang
> > Kristen.
> > 
> >  
> > 
> > Ketika saya membaca Alquran saya mendapatkan ayat-ayat yang
> > bertentangan dengan pandangan umum orang Islam mengenai Taurat 
dan
> Injil.
> > 
> >  
> > 
> > Ayat-ayat tersebut sebagai berikut:
> > 
> >  
> > 
> > Ali Imran 3:3 ` Dia menurunkan al kitab (al-Quran) kepadamu 
dengan
> > sebenarnya; "MEMBENARKAN" Kitab yang telah diturunkan sebelumnya 
dan
> Menurunkan
> > Taurat dan Injil.
> > 
> >  
> > 
> > Disini kata `membenarkan' biasanya dimaksud mengkoreksi secara
> > umum oleh orang Islam. Tetapi kata membenarkan sebenarnya 
berartikan
> > mengkonfirmasi atau menyetujui apa yang telah diberikan 
sebelumnya.
> Hal ini
> > bisa dipastikan dalam terjemahan bahasa Inggerisnya yang sebagai
> berikut:
> > 
> >  
> > 
> > Ali Imran 3:3 ` It is He Who sent down to you (step by step), in
> > truth, the Book, confirming what went before it; and He sent down
> the Law (of
> > Moses) and the Gospel (Of Jesus).
> > 
> >  
> > 
> > Juga dikatakan bahwa Tuhan yang mengirimkan Taurat dan Injil
> > tersebut.
> > 
> >  
> > 
> > Dari ayat ini malah saya bisa tafsirkan bahwa sebenarnya bukan
> > Alquran yang lebih tinggi derajatnya tetapi Taurat dan Injil. 
Kenapa
> saya
> > berkata seperti itu' Karena Tuhan secara khusus mengirim Alquran 
untuk
> > mengkonfirmasi Taurat dan Injil. Seakan-akan Tuhan tidak mau 
Taurat
> dan Injil
> > itu terlewatkan sehingga dia mengirimkan Quran sebagai saksi dan
> petunjuk ke
> > Taurat dan Injil.
> > 
> >  
> > 
> > Sebenarnya ayat-ayat serupa banyak bisa didapatkan di Alquran:
> > 
> >  
> > 
> > Al' Baqarah 2:89 ` Dan setelah datang kepada mereka al-Quran dari
> > Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka,
> > 
> >  
> > 
> > Al' Baqarah 2:91 ` Dan apabila dikatakan kepada mereka al-Quran
> > dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka,
> > 
> >  
> > 
> > Al' Baqarah 2:97 ` Katakanlah, `Barang siapa yang menjadi musuh
> > Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (al-quran) ke dalam
> hatimu dengan
> > Seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya.
> > 
> >  
> > 
> > Kalau Alquran dikirim untuk
> > mengkonfirmasikan Taurat dan Injil, maka tanpa Alquran pun kedua
> buku itu
> > sebenarnya sudah cukup. Menurut aya-ayat ini fungsi Alquran hanya
> untuk mengkonfirmasi
> > bukan memperlengkapi kedua buku tersebut.
> > 
> >  
> > 
> > Islam berkata bahwa Al-Quran itu menyempurnakan buku-buku
> > sebelumnya, karena buku-buku sebelumnya belum sempurna. Kalau 
kita
> bilang bahwa
> > buku-buku sebelumnya belum sempurna, maka kita juga percaya bahwa
> Allah pun
> > pada waktu itu belum sempurna ketika menurunkan kitab-kitab 
sebelumnya. 
> > 
> > Jadi Allah menjadi sempurna pada Abad 600 ketika Dia menurunkan
> > Al-Quran, bukankan begitu? Lalu mengapa Tuhan harus menurunkan 
buku
> bertahap?
> > Mengapa Dia tidak menurunkan satu buku saja untuk selamanya? 
Mengapa
> harus ada
> > penyempurnaan terhadap apa yang sudah diturunkan Allah 
sebelumnya?
> Bukankah
> > kita percaya bahwa segala sesuatu yang Allah turunkan itu 
sempurna
> adanya?
> > 
> >  
> > 
> > II). Alkitab sudah diubah
> > 
> >  
> > 
> > Mengenai pernyataan bahwa Injil sudah diubah oleh orang Kristen,
> > kita bisa lihat beberapa ayat:
> > 
> >  
> > 
> > Al An'am 6:34 ` Tak seorang pun yang dapat mengubah
> > kalimat-kalimat (Janji-janji) Allah.
> > 
> >  
> > 
> > Yunus 10:64 ` Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat
> > (Janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang 
besar.
> > 
> >  
> > 
> > Al Kahfi 18:27 ` Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu,
> > yaitu Kitab Tuhan-mu. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah
> > kalimat-kalimat- Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat
> berlindung
> > selain daripada-Nya.
> > 
> >  
> > 
> > Dari ayat-ayat di atas (kecuali anda tidak percaya ayat-ayat di
> > atas): bahwa firman Allah yang ada di Alkitab tidak akan bisa
> dirubah oleh
> > siapapun juga. Kalau firman Allah bisa dirubah, artinya bahwa 
auloh
> itu tidak
> > MAHA KUASA. Auloh itu kalah dengan orang Kristen, karena ternyata
> orang Kristen
> > bisa merubah firmannya auloh. Tul nggak logikanya? 
> > 
> >  
> > 
> > Di ayat-ayat tersebut dituliskan bahwa tidak ada seorang pun yang
> > dapat mengubah apa yang sudah diberikan oleh Tuhan. Dan kita 
sudah
> membaca tadi
> > dari Ali Imran 3:3 bahwa Tuhan sendiri menurunkan Taurat dan 
Injil.
> Jadi dia
> > harus melindungi buku-buku tersebut dan tidak ada seorang pun 
yang dapat
> > mengubah Taurat dan Injil. Bukankah orang Islam percaya bahwa 
Tuhan
> berkuasa
> > dan bisa melindungi semua buku-bukunya yang ia telah turunkan? 
Kalau
> Tuhan
> > tidak bisa melindungi buku-bukunya, maka itu tidak konsisten 
dengan
> kepercayaan
> > orang Islam mengenai Tuhan yang berkuasa! Tul nggak? 
> > 
> >  
> > 
> > Kalau dari sini diartikan bahwa hanya Al-Quran saja yang
> > dilindungi, itu sama saja berkata bahwa Tuhan tidak menurunkan
> Taurat dan
> > Injil, karena artinya auloh itu kurang kerjaan menurunkan Taurat 
dan
> Injil
> > tetapi dia tidak bisa menjaganya. Lemah syahwat itu si auloh. 
> > 
> >  
> > 
> > Berdasarkan ayat-ayat alquran di atas, jelaslah bahwa setiap 
orang
> > yang membuat TUDUHAN BAHWA ALKITAB SUDAH DIRUBAH, MAKA ORANG ITU
> JUGA SUDAH
> > MEMBUAT TUDUHAN PALSU bahwa auloh gagal MENJAGA FIRMANNYA. 
TUDUHAN
> ini jelaslah
> > membuktikan bahwa aulohnya islam itu LEMAH SYAHWAT. 
> > 
> >  
> > 
> > Biasanya muslim akan membuat pembuktian terbalik. Mereka meminta
> > orang Kristen yang membuktikan bahwa Alkitab sekarang itu adalah
> asli. Aneh
> > emang cara berpikir orang islam ini. Ibaratnya begini:
> > 
> >  
> > 
> > Typical Islam: eh Momet, elo kan yang curi mangga gua kemaren!
> > Dasar maling lu!
> > 
> > Momet: Enak aja tuduh gua maling mangga elo, emang elo punya
> > bukti? 
> > 
> > Typical Islam: gua sih nggak punya bukti, tapi harusnya yang
> > buktiin kalo elo nggak curi mangga gua. Hayoo coba buktiin kalo 
elo
> tidak
> > mencuri mangga gua?  
> > 
> > Momet:
> > ?????*** (si Momet pusing nih dengan cara berpikir temannya yang
> bernama Mr.
> > Typical Islam). 
> > 
> > ---- Ibrahim Yohannes Syihab ----
> > 
> > Aku percaya bahwa auloh itu adalah setan, dan muhammad adalah 
utusan
> setan.
> > 
> > Kunjungi: www.indonesia. faithfreedom. org
> >
>


Kirim email ke