Negara2 Muslim mulai era khilafah hingga sekarang ini tetap melindungi Kristen 
dan Kristen tetap damai hidup di negara2 Muslim. Dalam sejarah tidak pernah ada 
pengusiran umat Kristen dan Islampun membela umat Kristen yang dianiaya dan 
membebaskan Kristen Eropa dari kekejaman pimpinan gereja dari sekte yang 
berbeda di abad pertengahan.

--- On Sat, 11/8/08, feifei.fairy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: feifei.fairy <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [debat_ islam-kristen] MUSLIM AKAN DIUSIR DARI EROPA
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
zamanku@yahoogroups.com, "abu talib" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ari Pujianto" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Hikayat Dunia" <[EMAIL PROTECTED]>, "Indra" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Ingrid" <[EMAIL PROTECTED]>, "Jeanna Tanaja" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"K I T T Y" <[EMAIL PROTECTED]>, "majulah indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Purwanto PDC" <[EMAIL PROTECTED]>, "riri cute" <[EMAIL PROTECTED]>, "rizal 
lingga" <[EMAIL PROTECTED]>, "RULUTO" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ulil JIL" <[EMAIL 
PROTECTED]>
Date: Saturday, November 8, 2008, 5:08 PM










MUSLIM AKAN DIUSIR DARI EROPA








Benturan Budaya:
Imigran Muslim Akan Diusir
Kecuali Jika Mereka Mengubah
Persepsi Sebagai Ancaman Sosial


Lawrence Solomon, Financial Post
Published: Friday, February 17, 2006


Orang-orang Muslim tidak mau berbaur. Mereka diusir keluar. Inilah yang terjadi 
dalam sejarah Eropa 400 tahun yang lalu. Kita melihat hal yang sama berulang 
kembali saat ini.

Orang-orang Eropa jarang menerima para pendatang dari luar, bahkan jika para 
pendatang itu berambut pirang dan bermata biru yang datang dari negara 
tetangga. Jika para pendatang itu bukan bangsa Eropa, berkulit gelap dan 
Muslim, maka orang-orang Eropa harus berusaha keras untuk bertoleransi. Ketika 
orang-orang Muslim memaksa agar orang-orang Eropa berhenti berlaku sebagai 
orang Eropa dengan ancaman kematian, maka toleransi orang Eropa pun berhenti 
pula.

Dalam bentrokan budaya antara sekuler Eropa dan ekstrimis Muslim, tidak akan 
terjadi penyesuaian atau kompromi. Yang ada pada akhirnya adalah satu pihak 
akan kalah karena nilai-nilai absolute yang dipegangnya dengan teguh.

Bangsa Eropa yang merupakan mayoritas di daratan Benua Eropa tidak akan 
melepaskan tanah airnya. Bangsa Eropa menikmati kebebasan budayanya untuk 
mengejek agama dan ideologi apapun, mentertawakan sapi suci, dan bahkan untuk 
menyinggung perasaan.

Para pemimpin Eropa telah bereaksi terhadap pihak Muslim yang tersinggung 
gara-gara kartun, dalam dua cara. Dengan cara publikasi dan untuk mengulur 
waktu, mereka menenangkan para Muslim yang protes dengan menyesalkan terjadinya 
penyalahgunaan kebebasan berpendapat. Tindakan mereka yang lebih jelas 
menunjukkan bahwa mereka ingin mempertahankan bentuk masyarakat Eropa dengan 
cara menetapkan aturan norma-norma Eropa, dengan memperketat atau menghentikan 
kaum imigran dari negara-gara Muslim, dengan mengusir ke luar para imam dan 
aktivis Muslim radikal, dan dengan melakukan deportasi besar-besaran..

Di Perancis, Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy yang berhaluan keras, yang di 
bulan Oktober 2005 menyebut para perusuh Perancis sebagai “kaum jembel,” 
mewajibkan para imigran non-Eropa untuk menandatangani “Kontrak Datang dan 
Integrasi” yang baru dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka. Diantara 
hukum-hukum reformasi baru, Pemerintah Perancis akan bebas mengusir imigran 
setelah 10 tahun. Kelompok Muslim yang tidak mau berbaur –ini sangat banyak 
saat ini– akan ditindak secara hukum. Jika kaum imigran ingin hidup di 
Perancis, mereka harus menunjukkan sikap hormat mereka atas norma-norma 
Perancis, seperti persamaan hak antara pria dan wanita. “Jika seorang istri 
dipenjarakan di dalam rumah tanpa kesempatan belajar bahasa Perancis, maka 
seluruh keluarga akan diminta pergi dari Perancis,” kata Mr. Sarkozy, yang 
menyusun daftar tingkatan negara-gara untuk menentukan imigran mana yang boleh 
datang.

Pemerintah Denmark membuat undang-undang imigrasi yang sangat ketat, bahkan 
menghentikan semua program suaka politik liberal dan tidak menginginkan para 
pekerja jangka waktu singkat sekalipun. Karena masalah kerusuhan akibat kartun 
muhammad, banyak pihak masyarakat dan juga pihak Pemerintah Denmark yang ingin 
menghentikan masuknya imigran Muslim dan para pemimpin Islam radikal dicopot 
kewarganegaraannya dan diusir ke luar. Untuk mempertahankan nilai-nilai bangsa 
mereka, Menteri Budaya Denmark yang bernama Brian Mikkelsen baru-baru ini 
mengajak untuk menciptakan “aturan-aturan senirupa, musik, sastra dan film 
Denmark.” Di musim panas lalu, dia menyatakan bahwa “Di Denmark kita telah 
melihat pihak minoritas mempraktekkan nilai-nilai dan pandangan-pandangan abad 
pertengahan dan non-demokrasi, “ tambahnya, “Ini merupakan bentuk baru dari 
perang budaya kita.”

Di Jerman, yang merupakan negara pertama yang melakukan program tenaga kerja 
asing di Eropa, gelombang perubahan kebijaksanaan telah terjadi. “Masyarakat 
multi kultural hanya bisa berfungsi secara damai di negara berwewenang. Karena 
itu, kita mengambil tindakan yang salah dengan membawa para pekerja asing dari 
negara-negara asing ke dalam negeri kita di awal tahun 1960-an,“ kata bekas 
Konselir Jerman Helmut Schmidt. Konselir Jerman yang baru yakni Angela Merkel 
juga mengutarakan pendapat serupa: “Pengertian akan multi kulturalisme sudah 
hancur berantakan,” katanya sebelum pemilu. “Setiap orang yang datang ke sini 
harus menghormati konstitusi hukum kami dan bertoleransi dengan akar-akar 
budaya Barat dan Kristen kami.”

Belanda, yang memotong jumlah imigran sampai separuh sejak 2001, telah 
mendeportasi 26.000 pelamar suaka dan menempatkan para pendatang baru di 
kamp-kamp penahanan. Di bawah undang-undang yang baru, para wanita dilarang 
mengenakan burka di mana pun di muka umum, dan tidak hanya di sekolah-sekolah 
atau gedung-gedung umum seperti yang ditetapkan undang-undang Perancis. “Aku 
kira kita telah terlalu jauh bersikap penuh toleransi terlalu lama, terutama 
bersikap toleransi terhadap kaum yg non-toleransi, dan yang kita dapat hanyalah 
sikap non-toleransi semata-mata,“ kata anggota Parlemen Belanda Geert Wilders, 
yang terpaksa tinggal di rumah yang dijaga ketat sejak dia menerima 
ancaman-ancaman pembunuhan dari pihak Islam. Menurut pengumpulan pendapat Pew 
Global Attitude, 51% orang Belanda merasa tidak senang akan Islam.

Belgia juga tidak bersikap toleransi lagi. “Islam sekarang adalah musuh nomer 
satu tidak hanya di Eropa, tapi juga di seluruh dunia merdeka, “kata Filip 
Dewinter, pemimpin Vlaams Belang (The Flemish Interest), yang merupakan partai 
politik Belgia yang paling populer saat ini. Mr. Dewinter telah meningkat 
popularitasnya dengan mengatakan bahwa, “pikiran bahwa moderat Muslim ada di 
Eropa itu hanyalah angan-angan belaka.” Dia berkata, “Sudah ada 25 sampai 30 
juta Muslim di tanah Eropa dan sekarang mereka menjadi ancaman. Ini benar-benar 
merupakan kuda Troya.”

Banyak masyarakat Eropa yang takut melihat banyaknya populasi Muslim di Eropa. 
Di Switzerland, 25% masyarakat menganggap Muslim sebagai ancaman negara mereka. 
Di Italia, separuh masyarakat percaya bahwa “pertentangan budaya” antara Barat 
dan Islam sedang terjadi saat ini dan Islam merupakan “agama yang lebih fanatik 
daripada agama-agama lainnya manapun.”

Rasa takut melemahkan tapi juga memperkeras ketetapan hati. Presiden European 
Commission (Komisi Eropa), Jose Manuel Barroso, mendukung tindakan Pemerintah 
Denmark yang tidak mau minta maaf akan soal kartun dengan berkata, “Lebih baik 
menerbitkan terlalu banyak daripada tidak punya kemerdekaan.” Sarkozy dari 
Perancis lebih memilih “kartun yang berlebihan daripada sensor yang 
berlebihan.” Anggota koalisi Pemerintahan Perdana Menteri Italia Silvio 
Berlusconi dari partai Northern League mengenakan kaos bergambar kartun 
Muhammad di kegiatan kampanye. Minggu ini Inggris menetapkan undang-undang yang 
memperluas hak kebebasan berbicara, tidak peduli betapapun menyinggungnya, 
dengan batasan tidak untuk membangkitkan kebencian.

Masyarakat Muslim Eropa mengetahui sekarang bahwa mereka hanya punya dua 
pilihan yakni berintegrasi atau diusir ke luar. Empat abad yang lalu, setelah 
berpuluh tahun ancaman pengusiran, dan berbagai cara lain agar Muslim 
berasimilasi, keluhan tentang mereka tetaplah sama saja: hanya berbicara bahasa 
Arab, berpakaian Arab, menolak nilai-nilai budaya Barat. “Mereka menikah 
diantara kalangan mereka sendiri dan tidak mau campur dengan orang-orang 
Kristen,“ kata orang Moriskos Spanyol. Kerusuhan-kerusuhan oleh Muslim 
memperbesar masalah ketegangan ini. Akhirnya karena mereka tetap tidak mau 
berasimilasi, kebanyakan dari mereka diusir ke luar Eropa.






Sumber:
http://www.indonesi a.faithfreedom. .org/forum/ viewtopic. php?t=1931
http://www.canada. com/nationalpost /columnists/ story.html? id=34cbfbb7- e 
b95-4e77-a155- 3904297e45de&p=1


Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud.
Feifei.fairy
















      

Kirim email ke