Tidak diusir, karena kristen damai, islam diusur karena bagai bom waktu,

btw, gimana euro yg anda sarankan masyarakat membeli-nya?, dah turun
ratusan point tuh...semenjak anda email agar org beli euro, jual
dollar

Gila, anda mau menjerumuskan rakyat indonesia dlm kebangkrutan...dasar
islam, klo ga ngerti diam aja lusy...

gp

On 11/9/08, Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Negara2 Muslim mulai era khilafah hingga sekarang ini tetap melindungi
> Kristen dan Kristen tetap damai hidup di negara2 Muslim. Dalam sejarah tidak
> pernah ada pengusiran umat Kristen dan Islampun membela umat Kristen yang
> dianiaya dan membebaskan Kristen Eropa dari kekejaman pimpinan gereja dari
> sekte yang berbeda di abad pertengahan.
>
> --- On Sat, 11/8/08, feifei.fairy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: feifei.fairy <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [debat_ islam-kristen] MUSLIM AKAN DIUSIR DARI EROPA
> To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> zamanku@yahoogroups.com, "abu talib" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ari Pujianto"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Hikayat Dunia" <[EMAIL PROTECTED]>, "Indra"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Ingrid" <[EMAIL PROTECTED]>, "Jeanna
> Tanaja" <[EMAIL PROTECTED]>, "K I T T Y" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "majulah indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>, "Purwanto PDC"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "riri cute" <[EMAIL PROTECTED]>, "rizal
> lingga" <[EMAIL PROTECTED]>, "RULUTO" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ulil
> JIL" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Saturday, November 8, 2008, 5:08 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> MUSLIM AKAN DIUSIR DARI EROPA
>
>
>
>
>
>
>
>
> Benturan Budaya:
> Imigran Muslim Akan Diusir
> Kecuali Jika Mereka Mengubah
> Persepsi Sebagai Ancaman Sosial
>
>
> Lawrence Solomon, Financial Post
> Published: Friday, February 17, 2006
>
>
> Orang-orang Muslim tidak mau berbaur. Mereka diusir keluar. Inilah yang
> terjadi dalam sejarah Eropa 400 tahun yang lalu. Kita melihat hal yang sama
> berulang kembali saat ini.
>
> Orang-orang Eropa jarang menerima para pendatang dari luar, bahkan jika para
> pendatang itu berambut pirang dan bermata biru yang datang dari negara
> tetangga. Jika para pendatang itu bukan bangsa Eropa, berkulit gelap dan
> Muslim, maka orang-orang Eropa harus berusaha keras untuk bertoleransi.
> Ketika orang-orang Muslim memaksa agar orang-orang Eropa berhenti berlaku
> sebagai orang Eropa dengan ancaman kematian, maka toleransi orang Eropa pun
> berhenti pula.
>
> Dalam bentrokan budaya antara sekuler Eropa dan ekstrimis Muslim, tidak akan
> terjadi penyesuaian atau kompromi. Yang ada pada akhirnya adalah satu pihak
> akan kalah karena nilai-nilai absolute yang dipegangnya dengan teguh.
>
> Bangsa Eropa yang merupakan mayoritas di daratan Benua Eropa tidak akan
> melepaskan tanah airnya. Bangsa Eropa menikmati kebebasan budayanya untuk
> mengejek agama dan ideologi apapun, mentertawakan sapi suci, dan bahkan
> untuk menyinggung perasaan.
>
> Para pemimpin Eropa telah bereaksi terhadap pihak Muslim yang tersinggung
> gara-gara kartun, dalam dua cara. Dengan cara publikasi dan untuk mengulur
> waktu, mereka menenangkan para Muslim yang protes dengan menyesalkan
> terjadinya penyalahgunaan kebebasan berpendapat. Tindakan mereka yang lebih
> jelas menunjukkan bahwa mereka ingin mempertahankan bentuk masyarakat Eropa
> dengan cara menetapkan aturan norma-norma Eropa, dengan memperketat atau
> menghentikan kaum imigran dari negara-gara Muslim, dengan mengusir ke luar
> para imam dan aktivis Muslim radikal, dan dengan melakukan deportasi
> besar-besaran..
>
> Di Perancis, Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy yang berhaluan keras, yang
> di bulan Oktober 2005 menyebut para perusuh Perancis sebagai "kaum jembel,"
> mewajibkan para imigran non-Eropa untuk menandatangani "Kontrak Datang dan
> Integrasi" yang baru dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka. Diantara
> hukum-hukum reformasi baru, Pemerintah Perancis akan bebas mengusir imigran
> setelah 10 tahun. Kelompok Muslim yang tidak mau berbaur –ini sangat banyak
> saat ini– akan ditindak secara hukum. Jika kaum imigran ingin hidup di
> Perancis, mereka harus menunjukkan sikap hormat mereka atas norma-norma
> Perancis, seperti persamaan hak antara pria dan wanita. "Jika seorang istri
> dipenjarakan di dalam rumah tanpa kesempatan belajar bahasa Perancis, maka
> seluruh keluarga akan diminta pergi dari Perancis," kata Mr. Sarkozy, yang
> menyusun daftar tingkatan negara-gara untuk menentukan imigran mana yang
> boleh datang.
>
> Pemerintah Denmark membuat undang-undang imigrasi yang sangat ketat, bahkan
> menghentikan semua program suaka politik liberal dan tidak menginginkan para
> pekerja jangka waktu singkat sekalipun. Karena masalah kerusuhan akibat
> kartun muhammad, banyak pihak masyarakat dan juga pihak Pemerintah Denmark
> yang ingin menghentikan masuknya imigran Muslim dan para pemimpin Islam
> radikal dicopot kewarganegaraannya dan diusir ke luar. Untuk mempertahankan
> nilai-nilai bangsa mereka, Menteri Budaya Denmark yang bernama Brian
> Mikkelsen baru-baru ini mengajak untuk menciptakan "aturan-aturan senirupa,
> musik, sastra dan film Denmark." Di musim panas lalu, dia menyatakan bahwa
> "Di Denmark kita telah melihat pihak minoritas mempraktekkan nilai-nilai dan
> pandangan-pandangan abad pertengahan dan non-demokrasi, " tambahnya, "Ini
> merupakan bentuk baru dari perang budaya kita."
>
> Di Jerman, yang merupakan negara pertama yang melakukan program tenaga kerja
> asing di Eropa, gelombang perubahan kebijaksanaan telah terjadi. "Masyarakat
> multi kultural hanya bisa berfungsi secara damai di negara berwewenang.
> Karena itu, kita mengambil tindakan yang salah dengan membawa para pekerja
> asing dari negara-negara asing ke dalam negeri kita di awal tahun 1960-an,"
> kata bekas Konselir Jerman Helmut Schmidt. Konselir Jerman yang baru yakni
> Angela Merkel juga mengutarakan pendapat serupa: "Pengertian akan multi
> kulturalisme sudah hancur berantakan," katanya sebelum pemilu. "Setiap orang
> yang datang ke sini harus menghormati konstitusi hukum kami dan bertoleransi
> dengan akar-akar budaya Barat dan Kristen kami."
>
> Belanda, yang memotong jumlah imigran sampai separuh sejak 2001, telah
> mendeportasi 26.000 pelamar suaka dan menempatkan para pendatang baru di
> kamp-kamp penahanan. Di bawah undang-undang yang baru, para wanita dilarang
> mengenakan burka di mana pun di muka umum, dan tidak hanya di
> sekolah-sekolah atau gedung-gedung umum seperti yang ditetapkan
> undang-undang Perancis. "Aku kira kita telah terlalu jauh bersikap penuh
> toleransi terlalu lama, terutama bersikap toleransi terhadap kaum yg
> non-toleransi, dan yang kita dapat hanyalah sikap non-toleransi
> semata-mata," kata anggota Parlemen Belanda Geert Wilders, yang terpaksa
> tinggal di rumah yang dijaga ketat sejak dia menerima ancaman-ancaman
> pembunuhan dari pihak Islam. Menurut pengumpulan pendapat Pew Global
> Attitude, 51% orang Belanda merasa tidak senang akan Islam.
>
> Belgia juga tidak bersikap toleransi lagi. "Islam sekarang adalah musuh
> nomer satu tidak hanya di Eropa, tapi juga di seluruh dunia merdeka, "kata
> Filip Dewinter, pemimpin Vlaams Belang (The Flemish Interest), yang
> merupakan partai politik Belgia yang paling populer saat ini. Mr. Dewinter
> telah meningkat popularitasnya dengan mengatakan bahwa, "pikiran bahwa
> moderat Muslim ada di Eropa itu hanyalah angan-angan belaka." Dia berkata,
> "Sudah ada 25 sampai 30 juta Muslim di tanah Eropa dan sekarang mereka
> menjadi ancaman. Ini benar-benar merupakan kuda Troya."
>
> Banyak masyarakat Eropa yang takut melihat banyaknya populasi Muslim di
> Eropa. Di Switzerland, 25% masyarakat menganggap Muslim sebagai ancaman
> negara mereka. Di Italia, separuh masyarakat percaya bahwa "pertentangan
> budaya" antara Barat dan Islam sedang terjadi saat ini dan Islam merupakan
> "agama yang lebih fanatik daripada agama-agama lainnya manapun."
>
> Rasa takut melemahkan tapi juga memperkeras ketetapan hati. Presiden
> European Commission (Komisi Eropa), Jose Manuel Barroso, mendukung tindakan
> Pemerintah Denmark yang tidak mau minta maaf akan soal kartun dengan
> berkata, "Lebih baik menerbitkan terlalu banyak daripada tidak punya
> kemerdekaan." Sarkozy dari Perancis lebih memilih "kartun yang berlebihan
> daripada sensor yang berlebihan." Anggota koalisi Pemerintahan Perdana
> Menteri Italia Silvio Berlusconi dari partai Northern League mengenakan kaos
> bergambar kartun Muhammad di kegiatan kampanye. Minggu ini Inggris
> menetapkan undang-undang yang memperluas hak kebebasan berbicara, tidak
> peduli betapapun menyinggungnya, dengan batasan tidak untuk membangkitkan
> kebencian.
>
> Masyarakat Muslim Eropa mengetahui sekarang bahwa mereka hanya punya dua
> pilihan yakni berintegrasi atau diusir ke luar. Empat abad yang lalu,
> setelah berpuluh tahun ancaman pengusiran, dan berbagai cara lain agar
> Muslim berasimilasi, keluhan tentang mereka tetaplah sama saja: hanya
> berbicara bahasa Arab, berpakaian Arab, menolak nilai-nilai budaya Barat.
> "Mereka menikah diantara kalangan mereka sendiri dan tidak mau campur dengan
> orang-orang Kristen," kata orang Moriskos Spanyol. Kerusuhan-kerusuhan oleh
> Muslim memperbesar masalah ketegangan ini. Akhirnya karena mereka tetap
> tidak mau berasimilasi, kebanyakan dari mereka diusir ke luar Eropa.
>
>
>
>
>
>
> Sumber:
> http://www.indonesi a.faithfreedom. .org/forum/ viewtopic. php?t=1931
> http://www.canada. com/nationalpost /columnists/ story.html? id=34cbfbb7- e
> b95-4e77-a155- 3904297e45de&p=1
>
>
> Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror
> pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran
> yang ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta
> kejahatan pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu
> juga ambang kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap
> dan ini pasti terwujud.
> Feifei.fairy
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
Salam, Great Pretender

------------------------------------

Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Klik: http://zamanku.blogspot.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/zamanku/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/zamanku/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke