PKS dalam Teori Informasi

Zamkofa 
Anwar, Information Theory Lab
Iklan PKS yang kontroversial dikabarkan meraup kesuksesan luar biasa 
menjelang pemilu 2009. PKS, sebuah partai modern, yang kabarnya tidak punya 
banyak dana untuk iklan ini, malah beritanya banyak dimuat di hampir seluruh 
media massa di tanah air dan menjadi buah bibir masyarakat baik di dalam negeri 
maupun di luar negeri. 

Namun banyak yang tidak sadar bahwa PKS menjadi berita bukan karena 
kontroversi iklannya, namun lebih kepada hal-hal baru, unik dan di luar 
kebiasaan, yang mereka tawarkan.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh teori informasi, sebuah teori yang 
banyak berbicara tentang ketidakbiasaan/ketidakpastian.

Teori informasi digagas oleh Claude C Shannon (MIT) pada tahun 1948 dalam 
papernya A Mathematical Theory of Communication. Kemudian teori ini 
diperjelas dengan baik dalam buku Elements of Information Theory karangan 
Thomas M Covers dan Joy A Thomas. 

Teori ini mengatakan bahwa jumlah informasi (berita) adalah seiring dengan 
jumlah
ketidakpastian/ketidakbiasaan sesuatu yang ada di dalamnya, kemudian secara 
matematis dinyatakan dengan entropi(H) yaitu penjumlahan semua Pxlog2(1/P).

Dengan teori ini, sebuah peristiwa yang pasti terjadi (P=1) atau tidak 
mungkin terjadi (P=0), keduanya akan memiliki entropi rendah dan mendekati H=0, 
yang dengannya, peristiwa tersebut tidak akan menjadi berita besar.

Nilai entropi sebuah peristiwa inilah yang menjadi takaran media massa dalam 
memberitakannya. Secara umum media massa (media massa yang netral) akan memuat 
berita-berita yang memiliki nilai entropi H mendekati 1. Misalnya, sebuah 
partai 
akan menjadi berita besar (H=1) jika dia biasanya tidak korupsi tapi tapi 
tiba-tiba melakukan korupsi, atau jika biasanya korupsi tapi tiba-tiba tidak 
korupsi. 

Sedangkan yang tidak menjadi berita adalah
partai yang tidak biasa korupsi atau partai yang selalu korupsi dan karena 
keduanya mempunyai nilai kepastian yang tinggi (pasti tidak korupsi atau pasti 
korupsi) sehingga tidak ada informasi (H=0) yang perlu dibaca dari peristiwa 
tersebut.

Nah, bagaimana agar entropi H menjadi tinggi sehingga media/masyarakat 
tertarik untuk meliput dan mendengarnya? Jawabannya adalah dengan membuat P 
memiliki nilai sekitar 0.5. Hal ini dikarenakan nilai tertinggi entropi adalah 
jika sebuah kejadian/peristiwa memiliki P=0.5, kemungkinan terjadinya ‘korupsi 
atau ‘tidak korupsi adalah 0.5.

Kembali pada kasus PKS, PKS sangat biasa melakukan aksi sosial, seperti cek 
kesehatan gratis, bantuan bencana alam, tanah longsor, mengecat jembatan, 
membersihkan sungai dan banyak aktivitas sosial lainnya yang membumi di 
masyarakat, maka ini sama artinya dengan P=1 (hal-hal yang pasti dilakukan 
PKS). 
Akibatnya nilai entropi H=0, sehingga tidak diliput media.

Kasus yang lain tapi kebalikannya, PKS dengan citranya yang bersih, 
berkali-kali menolak uang korupsi, uang sogokan dan lain-lain yang berkaitan 
dengan kemaksiatan dan merusak mental negara, maka bagi PKS ini adalah kejadian 
yang probabilitasnya dekat dengan P=0 (pasti tidak dilakukan –Insya Allah-), 
maka nilai entropi H=0. Sekali lagi, karena entropinya rendah lagi-lagi tidak 
akan diliput media, sudah biasa.

Bagaimana agar media meliput PKS dan masyarakat tertarik dengannya? PKS 
nampaknya memahami nilai entropi teori informasi ini dengan baik sehingga 
akhir-akhir ini beritanya banyak diliput media massa. 

Membuat iklan kontroversial dengan memasukkan Suharto, KH. Hasyim Asyari dan 
Ahmad Dahlan, sampai undangan 106 pemimpin muda Indonesia adalah hal yang tidak 
biasa. Ini adalah hal baru bagi perpolitikan di Indonesia. PKS mendapat kecaman 
karena dialah yang memulai pertama kali. Oleh karenanya nilai P ini ada di 
kisaran 0.5, memiliki entropi H=1 (tertinggi), sehingga banyak media yang 
meliput dan masyarakat 'terbangun' untuk sadar dengan semangat kepahlawanan 
misalnya.

Entropi akan mengecil dengan sendirinya jika terus menerus dilaksanakan atau 
sebaliknya, terus menerus tidak pernah dilaksanakan. Karena probabilitas P yang 
nilainya sekitar 0.5 sedikit demi sedikit akan menjadi P~1 jika terus 
dilaksanakan atau sebaliknya, menjadi P~0 jika tidak pernah dilaksanakan.

Akibatnya, kegiatan yang sama jika dilaksanakan lagi, tidak akan menjadi 
berita besar. PKS sadar dengan ini, karenanya mereka terus berpikir, berinovasi 
dan kreatif dalam mencerdaskan masyarakat.

Pesan saya buat PKS, boleh saja Anda bermain di entropi yang tinggi agar 
diliput media, tetapi untuk aktivitas Anda yang meskipun memiliki entropi H=0 
(tidak diliput media) seperti bersih dari korupsi, peduli pada masyarakat bawah 
dan umat, profesional dalam bekerja, jangan berhenti untuk dilaksanakan. 

[EMAIL PROTECTED]


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke