DALAM ISLAM, KETAATAN MUTLAK ADALAH PADA ALLAH. KETAATAN BUKAN SEKEDAR TUHAN YG 
ESA.....NAMUN SEBAGAI HAMBA YG PERLU MEMATUHI SEGALA-GALANYA MENURUT 
KESANGGUPAN JIWA DAN SENTIASA BERUSAHA MENJADI LEBIH BAIK.
   
  MUHAMMAD ADALAH NABI TERAKHIR....SESUDAH BANYAK NABI. MESSAGE DI BAWA ADALAH 
SAMA DAN TETAP....MENGESAKAN  ALLAH DAN MEMATUHI PERINTAH DAN MENINGGALKAN 
LARANGAN.
   
  JADI JIKA ANDA TIDAK INGIN MEMATUHI PERINTAH ALLAH.....ITU TERPULANG. TIADA 
ANDA DIPAKSA....SILAKAN TERUS DGN KEYAKINAN SENDIRI.
   
  ISLAM MEMBERI KETENANGAN PADA SAYA SEBAGAI HAMBA (SETELAH DIBERI IZIN HIDUP 
DAN FIZIK SPT MATA, TANGAN, DLL NIKMAT). SAYA TIDAK MENGTUHANKAN PADA KEBEBASAN 
MANUSIA, PADA HARTA, PADA PANGKAT DLL......YG BANYAK AKHIRNYA MENJAUHI DARI 
MATLAMAT ASAL KEMBALI MENTAATI ALLAH.
   
  CUKUP SEKEDARNYA.......PILIHLAH JALAN ANDA SENDIRI. ANDABERTANGGUNGJAWAB DAN 
ACCOUNTABLE PADA PILIHAN ANDA.....SEBAGAIMANA KETAATAN BILA BEKERJA DI SESEBUAH 
SYARIKAT.

Kencana Parwata <kencanaparw...@yahoo.co.id> wrote:
              Jawaban ini sengaja saya ambil dari tulisan seorang sahabat yang 
saya anggap seorang guru berfikir dan bertindak bagi saya. Namun demi 
melindungi beliau terpaksa nama saya rahasiakan.Semoga beliau mengijinkan saya 
menyebarkan tulisan beliau yang saya yakin adalah buah fikiran cemerlang beliau.

  Saya dengan suka-rela dan senang hati akan menjadi penganut Islam, tanpa 
harus Anda ajak2, asalkan pikiran saya yang liberal-radikal diberi kebebasan 
dan mendapatkan jawaban2 rasional dan dapat diterima akal sehat atas beberapa 
"ajaran" keyakinan Islam berikut ini:
   
  1. Allah, Tuhan Yang Tidak Berwujud, dengan 99 sifat-Nya; salah satu 
sifat-Nya tersebut adalah Maha Kuasa. Pertanyaannya, dimana letak 
ke-Maha-Kuasa- an Tuhan versi Islam bila Tuhan-nya tidak bisa Berwujud? 
Berarti, salah satu sifat-Nya, yaitu Maha Kuasa, hilang dong..? Tidak-kah ini 
"meremehkan" Tuhan yang saya puja?
   
  2. Mengapa kalau saya akan jadi pemeluk Islam harus menyebutkan kalimat 
syahadat ke-dua "Muhammad adalah Rasul Allah", sementara nabi2 versi Islam yang 
lain tidak (minta) disebut-sebut? Kok ego kekanak-kanakan, childish? Tidak-kah 
ini "penjajahan ideologis" yang mengekang pikiran saya yang liberal-radikal?
   
  3. Karena filsafat dan teologi Islam butir 1 di atas, saat shalat tidak 
memakai bantuan visualisasi apa pun seperti pratima. Tapi mengapa harus 
menghadap kiblat ke ka'bah? Memang ada apa di balik/dalam "batu hitam" yang ada 
hajatul aswad-nya tersebut, bolehkah saya melihatnya? Tidak-kah ini "penjajahan 
ritual" untuk saya berkomunikasi pada Tuhan?
   
  4. Mengapa saya harus pergi ke Arab untuk naik haji, sekali pun saya mampu? 
Tidak-kah ini semacam "penjajahan ekonomi" yang berlindung pada jubah agama 
yang membuat pemiskinan pada bumi pertiwi saya?
   
  5. Mengapa kaum wanita harus menutup aurat? Tidak-kah ini "penjajahan gender" 
yang merendahkan martabat wanita, seolah-olah wanita hanya dilihat sebagai 
obyek libido-sexual semata? Hanya se-rendah itukah penilaian ajaran yang Anda 
anut pada wanita, padahal Anda dilahirkan dari seorang wanita yang mulai, 
seorang Ibu? 
   
  6. Kalau kaum wanita menutup aurat-nya harus memakai pakaian ala Arab yang 
disebut jilbab, tidak-kah ini bentuk "penjajahan budaya" yang berlindung pada 
ayat2 dalil agama? Dan wanita Indonesia penganut Islam sekarang, disadari atau 
pun tidak, sedang ramai2 menjajah budaya diri dan bangsanya sendiri? Di mana 
letak harga diri saya sebagai bangsa Indonesia?
   
  Karena sampai detik ini saya belum mendapat jawaban pencerahan yang sejalan 
dengan akal sehat saya atas pertanyaan2 di atas, jadi... saya tidak mau jadi 
penganut Islam. Bila saya paksakan diri saya, saya khawatir jadi pribadi yang 
neurotis-paranoid.
   
  Dan.., saya dengan senang hati mau membantu teman2 penganut Islam untuk 
menjadi pengikut Sanathana Dharma (Hindu) sehingga mereka tumbuh jadi pribadi 
yang penuh welas asih dan beroleh kedamaian dan kebahagiaan di dunia dan alam 
rohani.
   


  
    
---------------------------------
  Dari: eddyansyah rasyaad lubis <edi_a...@yahoo.com>
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 22 Desember, 2008 11:29:20
Topik: [zamanku] Tobatlah, Peluk Islam

            

  Bapak Atau Ibu Muskitawati, masih hidup tah?

  Pakai nama Islam lagi untuk menghina Islam?
  Tobatlah dan Peluk Islam atau neraka Jahannam menunggu anda!!
  
  -Edi Azka
  Dari: Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com>
Topik: [zamanku] Re: 88,5 % Percaya Ekonomi Islam U/ Dunia
Kepada: zama...@yahoogroups .com
Tanggal: Sabtu, 20 Desember, 2008, 8:16 PM

          Yang percaya itu dunia mana ???
Mana ada yang percaya ekonomi Islam dimasyarakat yang memiliki
pendidikan ekonomi ??? Ngelindur jangan disini.

Cina ekonominya maju tak pernah merencanakan mau mengganti dengan
ekonomi Islam, juga India, juga Amerika, juga Russia, juga Jepang,
semua negara2 didunia tak ada yang tertarik ekonomi Islam, bahkan
justru Syariah Islam yang juga mencakup ekonomi Islam sekarang ini
justru diperangi seluruh dunia karena terror2nya kepada semua negara2
didunia yang bergabung dalam "War on Terror".

Ekonomi Islam itu adalah merampok seperti sunnah nabi yang merampoki
para pedagang Yahudi.

Ekonomi Islam merampok dan menjarah toko2 cina, dan sesama umat
seperti yang dialami umat Islam Ahmadiah.

Dan ciri2 ekonomi merampok dan menjarah ini sudah terkenal menjadi
ciri2 khas ekonomi Islam diseluruh dunia sejak zaman nabi masih hidup.

Ekonomi Islam didunia Islam dikenal sebagai ekonomi Syariah, tapi
dinegara yang bukan Islam dinamakan EKONOMI PENJARAH.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In zama...@yahoogroups .com, eddyansyah rasyaad lubis
<edi_a...@.. .> wrote:
>
> 
> Poling Al-Jazeera: 
> 88,5% PercayaƂ 
> Sistem Ekonomi Islam yang Paling Baik untuk Diterapkan di Dunia. 
> 
> Syabab.Com - Setelah krisis keuangan global melanda, sistem keuangan
apakah yang anda percaya paling baik untuk diterapkan di dunia?
Begitulah bunyi pertanyaan poling yang al-Jazeera baru-baru ini. Hasil
poling selama sepekan dari tanggal 19/10/2008 hingga 26/10/2008
menunjukkan bahwa 88,5% dari 29.486 responden menjawab sistem keuangan
Islam. Sementara responden yang memilih sistem keuangan kapitasli
hanya 5,0% dan yang memilih sistem keuangan komunis sebanyak 6,5%.
> 
> Sistem ekonomi Kapitalisme saat ini sedang tenggelam, setelah
sebelumnya sistem komunis terkubur, kini hanya Islam saja satu solusi
ampuh dan bebas dari berbagai krisis. Karena memang sistem Islam ini
berasal dari Alloh Yang Mahatahu. Tak salah bila sebagian mengatakan,
"kapitalisme di ujung tanduk, khilafah di depan mata."
> 
> Di saat akhir-akhir keruntuhan Khilafah dulu, umat Islam terpesona
dengan peradaban Barat hingga mereka mengabaikan institusi politik
yang telah memayungi mereka berabad lamanya. Kebangkitan Barat dengan
ideologi kapitalisme dilihat sebagai satu kemajuan baru dunia yang
berdasarkan pada konsep kebebasan. Umat lalu mulai meninggalkan Islam
dan mengejar kemewahan dunia yang dijarkan oleh para kapitalis.
Sementara hukum-hukum Islam yang berasal dari Allah Swt. dan Khilafah
sebagai institusi penegaknya mulai diabaikan. 
> 
> 
> Setelah keruntuhan Khilafah, peradaban Barat masuk secara drastis ke
dalam kehidupan umat Islam dan pandangan hidup umat mulai berubah
kepada kecintaan duniawi. Akhirnya, umat Islam kehilangan arah dan
mulai lupa untuk apa sebenarnya mereka diciptakan. Kemewahan dunia
yang ditawarkan oleh Kapitalis di bawah kebebasan berekonomi
membutakan mata mereka kepada akhirat. Lalu mereka terperosok kepada
lembah kehinaan karena mengambil Kapitalis sebagai cara hidup dengan
meninggalkan Islam. 
> 
> Namun, mereka yang sadar akan hal ini tidak berdiam diri. Beberapa
ulama dan mereka para mukhlisin, tak henti-hentinya menyampakan
kerusakan Kapitalisme dan memberikan pencerahan pada sistem yang
benar, Islam. Ide Islam pun menjadi perbincangan, baik di
negeri-negeri Muslim maupun di Barat. Hingga mulailah kesadaran umat
akan Islam mulai tumbuh kembali.
> 
> Kini, di tengah-tengah kegoncangan sistem Kapitalisme, umat mulai
sadar bahwa ada satu sistem lain yang dapat menyelamatkan mereka.
Setelah melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa Kapitalisme
lambat laut menuju kematiannya, umat mulai mencari penyelamat mereka.
Tidak ada lagi sistem yang benar-benar mampu manjadi penyelamat,
kecuali sistem yang berasal dari Sang Pencipta, Alloh-lah Yang Mahatahu.
> 
> Jajak pendapat yang dilakukan oleh Al-Jazeera di atas menunjukkan
betapa umat kini merindukan sistem ekonomi yang bebas dari krisis dan
goncanan, yakni sistem ekonomi Islam. Hanya saja, mungkinkah sistem
ekonomi Islam tersebut akan tegak secara sempurna, sementara
sistem-sistem lainnya masih berkiblat pada Kapitalisme? Tentu saja,
tak mungkin. Sudah saatnya, kaum Muslim dan umat manusia di dunia ini
dalam segala aspek kembali kepada sistem yang berasal dari-Nya, dan
hal tersebut akan sempurna tegak hanya dengan keberdaan Khilafah
Rasyidah yang akan datang kembali, Insya Allah, demikialah janji-Nya.
[m/syabab.com]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di
Yahoo! Answers! http://id.answers. yahoo.com
>








  
---------------------------------
  Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online  





  
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.  

                           

       
---------------------------------
  Nama E-mel baru untuk anda!  
Dapatkan nama E-mel yang telah lama anda mahukan pada @ymail dan @rocketmail 
yang baru.
Cepat sebelum orang lain mendapatkannya!
       
---------------------------------
  Dapatkan nama E-mel keutamaan anda!  
Kini anda boleh @ymail.com dan @rocketmail.com.

Kirim email ke