> kamal mustakmal <kmustak...@...> wrote:
> Menjalankan Syariat Islam bagi umatnya
> tidak membutuh restu dari negara Sekuler,
> juga tidak akan berkiblat ke Arab saudi
> yang merupakan sekutu terbesar dan terkuat
> US di Timur Tengah.  Umat Muslim diseluruh
> dunia saat ini sedang menunggu sistem ke
> khalifahan berdiri kembali. Apapun dan
> bagaimanapun caranya, harus diperjuangkan.
> Maka sayapun termasuk orang yang sedang
> menunggu datang dan berdirinya sistem
> pemerintahan yang Islami.

Lhoo.... katanya anda itu Islam, apakah enggak pernah baca di Quran
bahwa ke-Caliphahan itu berpusat dikota Mekah ???

Kalo umat Islam Ahmadiah juga sudah punya Caliph sendiri, juga umat
Syiah sudah punya Caliph-nya sendiri.

Lalu umat Muslim diseluruh dunia yang anda tafsirkan menunggu Caliph
baru itu apakah termasuk umat Islam Syiah, Ahmadiah, dan umat Islam
Kejawen ???  Lalu umat Islam diseluruh dunia yang mana yang anda
maksudkan ???

Jadi enggak perlu ditunggu lagi tak akan pernah datang karena dunia
sekarang semuanya sudah menerima HAM dan menolak Syariah Islam.

Baca dong koran, khan jelas disana dikatakan bahwa dunia sekarang
memerangi terrorist jihad Syariah Islam termasuk semua umat Islam itu
sendiri ikut memeranginya.  akibatnya kita sama2 menyaksikan, Islam
yang anda anut itu tidak mendapatkan tempat sama sekali sekarang ini
dimuka bumi karena mereka mati per-lahan2 karena kelaparan kekurangan
makan dan kekurangan air bersih.

Apalagi anda sadar bahwa Arab Saudia adalah penguasa kota Mekah dengan
Caliphnya yang tunduk kepada kekuatan superpower Amerika karena
tergantung kehidupan rakyatnya kepada negara2 sekuler.  Darimana umat
Islam bisa minum kalo tidak ada Amerika yang menyediakan teknologi
penyaringan air bersih ???  Seluruh negara2 Islam tidak pernah minum
air kalo tidak dibantu oleh teknologi Amerika, dan ini termasuk di
Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









 
> 
>  
> Salam,
>  
>  
> 
> 
> 
> --- On Sat, 2/21/09, Hafsah Salim <muskitaw...@...> wrote:
> 
> 
> From: Hafsah Salim <muskitaw...@...>
> Subject: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Saturday, February 21, 2009, 5:16 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !
> 
> Utusan Obama, Hillary Clinton menegaskan bahwa yang didukung Amerika
> itu bukanlah Indonesia sebagai negara Pancasila, melainkan Indonesia
> sebagai negara Islam terbesar didunia yang berkiblat kepada Arab
> Saudia sebagai Caliph.
> 
> > "BDG KUSUMO" <bdgkusumo@ ..> wrote:
> > "Kebaikan" nya Orba Soeharto tampak pada
> > keamburadulan multidimensi yang masih akan
> > lama menerpa RI. Pemimpin kuat dengan tim
> > yang bersama jelas berkiblat pada rakyat
> > dan dukungan solid di DPR RI hanya mungkin
> > timbul pada organisasi (parpol) kebangsaan
> > dan kerakyatan yang berbekal Pancasila
> > 1 Juni 1945, yaitu PDI Perjuangan.
> 
> Kenyataannya rakyat yang mendukung Syariah Islam berkiblat menentang
> ide kebangsaan karena Islam tidak mengenal batas negara. Wajar kalo
> pemimpin mau dukungan kuat juga harus solid jelas kepada Syariah
> Islam. Semua partai2 Kebangsaan sudah diracuni Syariah Islam sehingga
> untuk mendapatkan dukungan rakyatnya partai2 kebangsaan ini harus
> melupakan kebangsaannya menggantikan dengan Syariah Allah.
> 
> Betul, mayoritas rakyat Indonesia menolak Syariah Islam, oleh karena
> itu para pendukung Syariah Islam harus menyusup menguasai partai2
> kebangsaan sehingga dalam legislative wakil2 partai kebangsaan ini
> bisa lebih menyuarakan suara Syariah secara mayoritas.
> 
> Kenyataannya para pendukung Syariah Islam lebih berhasil, ini terlihat
> bahwa semua wakil2 dari partai2 kebangsaan bukan menyuarakan
> kebangsaan melainkan menyuarakan cita2 Syariah Islam dan memusnahkan
> kebangsaan. Sesama bangsa boleh diusir, boleh dirampok, boleh dibunuh
> apabila mereka bertentangan dengan aqidah Islam dari Arab Saudia. 
> Begitulah nasib bangsa Indonesia yang beraliran Islam dari aqidah
> Ahmadiah yang berasal dari Pakistant. Mereka diusir dari tanah air
> mereka sendiri dan entah harus tinggal dimana lagi kalo tanah airnya
> sendiri menolak diri mereka atas dasar Syariah Islam. Padahal kalo
> memang berdasarkan kebangsaan, tentunya akan lebih membela bangsanya
> apapun agamanya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke