BANG TAWANG, Ottoman Empire mulai mundur a.l. sejak gagal menduduki
Vienna di abad ke 16. Kemajuan dan kejayaan Ottoman Empire krn
kekejaman-nya tidak saja kpd bangsa2 yg dikalahkannya tapi juga ke dan
di dlm keluarga para Sultan.

Umat beragama diberi kebebasan tapi harus bayar mahal, misalnya setiap
keluarga Kristiani diharuskan menyerahkan anak laki2 untuk dijadikan
pasukan khusus (Jannaris) setelah mereka dipaksa masuk Islam dan
dijadikan pasukan elite untuk memusuhi umat Kristiani. O.E. melakukan
expansi dg mencaplok wilayah2 tetangganya tapi tidak pernah membangun
daerah takluknya.

Setiap kali seorang pangeran diangkat menjadi peengganti sultan
(ayahnya) maka si calon sultan membunuhi semua kakak-adik laki2nya.
Ketika salah satu pangeran berhenti membunuh kakak-adik laki2nya dan
sekedar memenjarakan mereka, ketika mereka ini lolos terjadi hal yg
aneh. Ketika yg dipenjara aitu menjadi sultan ternyata dia tidak punya
pengalaman apalagi kepandaian mengurus negara, mulai surutlah O.E.

Ketika O.E. tidak berhasil mengalahkan Austria meski sudah di tepi
sungai Danube, mereka tidak bisa berkembang (gagal ngerampok harta
Austria). Perkembangan O.E. mandek dan bahkan mulai mundur. Meskipun
dukungan dari institutions Islam dan budaya Islam membentuk konsolidasi
kerajaan, tapi Syariah Islam tidak dipraktekkan. Kehidupan di istana
Topkapi itu begitu mewah dan mesum.

Pemerintahan dilakukan dg tangan besi dan oleh sultan sendiri. SEmua
orang takut akan hukuman keji yg dijatuhkan kpd mereka yg dianggap
menyalahi kehendak sultan.

Kemal Ataturk yg lahir dan dibesarkan pd ujung keruntuhan O.E. merasa
jijik dg segala macam excesses dari O.E. maka dari itu dia memulai
Turkey modernn yg tidak berdasarkan agama tapi yg bersifat sekuler,
modern dan harapannya 'demokratis'. Sejak bangkitnya kerajaan2 Kristiani
di Eropa, segala sesuatu yg berbau 'turkish' dianggap bejad, dungu,
terbelakang. Sejarah menunjukkan bhw Syariah Islam tidak pernah
dilakukan dgbaik, apalagi sempurna krn para penguasa biasanya hanya
menerapkan SI kpd rakyat jelata dan musuh2 mereka.

Gabriela Rantau



--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
> Turki ketika masih syariah bisa jadi negara kuat yaitu Otoman,njur
> dibikin sekular oleh Kemal Atatturk akhirnya nyungsep.
> Saudi itu belum 100% syariah sebab simbulnya masih gambar pedang,kalau
> negara syariah itu benderanya hanya ada tulisan la ila haillallah
> muhammadur rasulullah.Nanti baru ada setelah muncul Imam Mahdi.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
>
> - In zamanku@yahoogroups.com, djoko pranyoto djoko_pranyoto@
> wrote:
> >
> > assallamualaikum ww,
> > mohon diberikan contoh negara mana yang berdasarkan syariah islam
> yang besar dengan pesat didunia ini.
> > negara arab saudi dll, mereka bukan besar karena syariah islamnya,
> mereka besar karena petro dollarnya, yang besar dibawah ketiak negara
> negara industri besar, karena mereka diarahkan terus oleh amerika dan
> sekutunya.
> > indonesia sebagai negara yang berdasarkan kpd pancasila adalah satu
> satunya pilihan tepat, yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu
> kita.
> > tidak ada cara lain untuk indonesia selain pancasila sebagai
> ideologinya.
> > wassallam
> >
> > �
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: mas husnie mas_husnie@
> > To: zamanku@yahoogroups.com
> > Sent: Sunday, February 22, 2009 2:38:30 AM
> > Subject: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan
> Kebangsaan !
> >
> >
> > Tatkala Rasulullah membawa cahaya Islam, maka yang paling takut
> adalah Abu Jahal. Timbullah rasa benci dalam dirinya, membuat jiwanya
> terasa rapuh, tak lagi mau menerima kebenaran hingga malaikat maut
> menjemputnya. Ia berusaha melancarkan fitnahan-fitnahan keji untuk
> meredam datangnya kebenaran.
> > Begitulah yang dialami oleh abu jahal modern seperti hafsah sulam
> atau ny mustikawati. Sepanjang hari ia tidak pernah tidur nyenyak,
> jiwanya gelisah karena dipenuhi nafsu. Kalaupun cahaya kebenaran
> menghampirinya, jiwa yang rapuh berusaha menolaknya, bahkan mencari
> alasan pembenaran dengan apa yang ada di dalam pikirannya yang kotor.
> Ketika merasa ia merasa terpojok, ia katakan saya seorang muslim.
> Namun, dari perkataannya selama ia adalah abu jahil seperti yang
> sering aku katakan dulu.
> > Percayalah saudaraku, kebenaran yang kita sampaikan terhadap abu
> jahil ini tidak akan pernah merasuk di dalam hatinya. Percumalah kita
> menanggapinya dengan menerangkan dalil-dalil kebenaran yang membuang
> energi dengan sia-sia. Biarkan pikiran kita untuk hal-hal yang lebih
> positif untuk kejayaan Islam di muka bumi ini.
> >
> > --- Pada Sab, 21/2/09, kamal mustakmal kmustak...@yahoo. com>
> menulis:
> >
> > Dari: kamal mustakmal kmustak...@yahoo. com>
> > Topik: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan
> !
> > Kepada: zama...@yahoogroups .com
> > Tanggal: Sabtu, 21 Februari, 2009, 7:43 AM
> >
> >
> > Menjalankan Syariat Islam bagi umatnya tidak membutuh restu dari
> negara Sekuler, juga tidak akan berkiblat ke Arab saudi yang merupakan
> sekutu terbesar dan terkuat US di Timur Tengah.�
> >
> > Umat Muslim diseluruh dunia saat ini sedang menunggu sistem ke
> khalifahan�berdiri kembali. Apapun dan bagaimanapun caranya,
harus
> diperjuangkan. Maka sayapun termasuk orang yang sedang menunggu datang
> dan berdirinya sistem pemerintahan yang Islami.
> >
> >
> >
> > Salam,
> >
> >
> >
> > --- On Sat, 2/21/09, Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com> wrote:
> >
> >
> > From: Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com>
> > Subject: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !
> > To: zama...@yahoogroups .com
> > Date: Saturday, February 21, 2009, 5:16 PM
> >
> >
> > Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !
> >
> > Utusan Obama, Hillary Clinton menegaskan bahwa yang didukung Amerika
> > itu bukanlah Indonesia sebagai negara Pancasila, melainkan Indonesia
> > sebagai negara Islam terbesar didunia yang berkiblat kepada Arab
> > Saudia sebagai Caliph.
> >
> > > "BDG KUSUMO" <bdgkusumo@ ..> wrote:
> > > "Kebaikan" nya Orba Soeharto tampak pada
> > > keamburadulan multidimensi yang masih akan
> > > lama menerpa RI. Pemimpin kuat dengan tim
> > > yang bersama jelas berkiblat pada rakyat
> > > dan dukungan solid di DPR RI hanya mungkin
> > > timbul pada organisasi (parpol) kebangsaan
> > > dan kerakyatan yang berbekal Pancasila
> > > 1 Juni 1945, yaitu PDI Perjuangan.
> >
> > Kenyataannya rakyat yang mendukung Syariah Islam berkiblat menentang
> > ide kebangsaan karena Islam tidak mengenal batas negara. Wajar kalo
> > pemimpin mau dukungan kuat juga harus solid jelas kepada Syariah
> > Islam. Semua partai2 Kebangsaan sudah diracuni Syariah Islam
> sehingga
> > untuk mendapatkan dukungan rakyatnya partai2 kebangsaan ini harus
> > melupakan kebangsaannya menggantikan dengan Syariah Allah.
> >
> > Betul, mayoritas rakyat Indonesia menolak Syariah Islam, oleh karena
> > itu para pendukung Syariah Islam harus menyusup menguasai partai2
> > kebangsaan sehingga dalam legislative wakil2 partai kebangsaan ini
> > bisa lebih menyuarakan suara Syariah secara mayoritas.
> >
> > Kenyataannya para pendukung Syariah Islam lebih berhasil, ini
> terlihat
> > bahwa semua wakil2 dari partai2 kebangsaan bukan menyuarakan
> > kebangsaan melainkan menyuarakan cita2 Syariah Islam dan memusnahkan
> > kebangsaan. Sesama bangsa boleh diusir, boleh dirampok, boleh
> dibunuh
> > apabila mereka bertentangan dengan aqidah Islam dari Arab Saudia.
> > Begitulah nasib bangsa Indonesia yang beraliran Islam dari aqidah
> > Ahmadiah yang berasal dari Pakistant. Mereka diusir dari tanah air
> > mereka sendiri dan entah harus tinggal dimana lagi kalo tanah airnya
> > sendiri menolak diri mereka atas dasar Syariah Islam. Padahal kalo
> > memang berdasarkan kebangsaan, tentunya akan lebih membela bangsanya
> > apapun agamanya.
> >
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
> > Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
> >
>

Kirim email ke