Pak Eka, Sejak awal, saya berusaha untuk netral. Tidak emosional atau terbawa2 perasaan yang dapat mengacaukan objectivitas. Ketika ada yang menyerang anda secara tidak proporsional, saya berusaha meluruskan. Begitu pula dengan statement anda di milis ini, yang menurut saya juga kurang pas. Saya tidak terlalu banyak referensi, tidak pula jago berdebat. tetapi hati yang jernih membantu kita dalam banyak hal. Itu yang saya percaya.
Sebagai pengguna email sejak belasan tahun, saya percaya, sebagaimana halnya saya, anda juga pasti menyimpan seluruh email2 yang cukup penting. Saya tidak mau berdebat tentang interpretasi bahasa. Bagi saya jelas, ketika ada A dan B bercakap2 : A : Saya tidak masalah kalau anda ingin merobek2 gambar kelinci saya. B : benarkah anda tidak marah ? saya jadi pengen ngencingin nih .. Maka yang B maksudkan ingin dikencingi adalah gambar kelinci. Tidak mungkin gambar yang lain, tidak mungkin object yang lain, karena tidak ada obyek apapun yang masuk dalam pembicaraan itu selain gambar kelinci. Tapi kalau anda membantah, ya itu hak anda. Andalah yang paling mengetahui apa yang anda maksudkan dengan kata2 itu. Saya dan pembaca lain hanya menyimpulkan dari tulisan2 anda. Rgrds, Kt. ----- Original Message ----- From: wirajhana eka To: [email protected] Sent: Friday, March 13, 2009 11:13 PM Subject: Re: [zamanku] Bhagavad Gita bukan Pancama Veda! Pak ketut, Semua yang anda tuliskan dibahwa, terutama pada bagian "kencing mengencingi" sudah kita bahas di milis itu...saya juga punya recordnya, yaitu anda melebihkan kata2 yang saya tulis. Disamping itu, kata2 kasar bukan persoalan utamanya....toh bukan saya saja, yang mengucapkan kata2 kasar yaitu, ada pula para member lain yang menggunakan kata: Pandir, monyong, musang berbulu ayam dsb. Mengapa saya katakan bukan alasan utama, karena di face book saya pada kolom komentar, yaitu PERSIS dibawah komentar saya yang ini: "hasil dari tulisan ini bagi orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai berikut...dst..dst"]: kemudian, Moderatornya menulis ini: quote> xxxxxxxx pada 21:45 11 Maret Ha ha ha... sebuah keputusan yang sulit, karena tidak bisa menyenangkan banyak orang. Jadi administrator memilih menyelamatkan suasana diskusi... begeto. Silahkan menjadi peran lainnya lagi Eka... Damai saja.. <unquote [note: nama moderator saya kasih xxxxxx karena tidak terdaftar di milis ini, namun anda bisa lihat kesamaan tulisan ini pada Facebook saya dan saya juga telah mengundang beliau untuk menyampaikan komentarnya yang sama sebagai hak jawab fwd email itu di Blog saya, namun belum digunakan beliau] Silakan lihat di http://www.facebook.com/inbox/?ref=mb#/profile.php?id=526743544&v=app_2347471856&viewas=526743544 [anda juga baru saja saya undang jadi "teman" saya disitu] Anda lihat, moderatornya saya mengakui koq sebagai akibat tulisan itu! Setelah email banned itu keluar, saya coba buat dua email dan semuanya mental..salah satu yang mental adalah meminta klarifikasi pada moderator mengenai pernyataannya yang ini: "Apalagi secara sengaja dan berkali2 menghina kitab yang dianggap suci oleh umat hindu pada umumnya (seperti Veda dan Bhagawadgita" dan tentunya tidak dapat lagi saya sent.. Pak ketut, Apapun yang anda tulis dibawah ini...saya tetap berterima kasih atas bantuan klarifikasi pada email menggalang kecurigaan orang pada saya yang dikirim secara PERSONAL kepada beberapa orang member milis itu [11 orang] dengan menyampaikan fitnahan kejinya terhadap saya di SUBYEK: CURIGA. [note: anda bisa lihat ulang lihat lagi SUBYEK: CURIGA, [pengirim pertama] di bagian paling bawah email itu tertera kalimat ini: ....Bisa saja kecurigaan saya benar. Dari blog yg dia buat, http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-veda.html , sepertinya jelas ke mana arah tujuannya.] Jadi, dari kumpulan "berkas" di atas..saya rasa sudah sangat jelas dan terang benderang tuh..ini saya di BANNED karena apa. Note: Anda mengatakan ini: "Komentar2 yang secara vulgar menyerang bhagavad gita, seperti "ingin mengencingi dan merobek bhagavad gita dan gambar krisna" Saya: Hehehe..anda pikir saya tidak simpan email2 saya sebelumnya ya?...kebetulan ada..Nih, saya copy pastekan kutipan tulisan terakhir antara: saya dan anda, tentang kencing dan robek: Quote> From: wirajhana eka <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, February 24, 2009 2:48:19 PM Subject: Untuk ketut: Malah saya jadi semakin toleran dan suabar[was:KarmaYoga] Osa, Bapak tidak bodo bodo amat...cuma melebih2kan coba kita baca chek versi bapak ya: From: "Ketut" <[email protected]> Date: 24/02/2009 10:28 am Ya ampyunnn.. saya kok jadi merasa bodo bgt ya... Baiklah, saya runut2 ya, mudah2an ini yg terakhir. 1. Wira : Osa, wah saya jadi pengen ngencingin nih... 2. Ketut : ....disini Pak Eka menyampaikan keinginan mengencingi BG dan gambar krisna --- [saya:] Koq di tambah pak..kalimatnya cuma sampe pengen ngecingin..dan sisanya ngga sama tuh sama tambahan bapak 3. Wira : Osa, anda keliru.. saya katakan silakan kencingi BG, tipitaka saya tidak peduli.. 4. Ketut : Oh maaf kl saya keliru. saya hanya copy paste dari email bapak 5. Wira : ya, bapak 100% keliru. ...... Jadi kesimpulannya: saya punya keinginan untuk MENGENCINGI...sama sekali tidak ada perubahan makna. Sekarang bandingkan tulisan bapak di nomor 3 dan nomor 5. Saya hanya copy paste, tidak ada penambahan. Kalau mau lebih lengkap dengan konteksnya, silahkan dibaca risalahnya secara lengkap di email2 sebelumnya..bla..bla ngga penting..ngga pentin. Tambahan tulisan Ketut dipostingan sebelumya : mengencingi apa ? ini email yang bapak tanggapi dengan tulisan diatas itu, karena sebuah kata atau kalimat harus disesuaikan konteksnya : ------ Wira: oh menurut anda saya wajib mengikuti pikiran anda membaca dialog saya dan ARI?...padahal aripun bertanya lho mengencingi apa? lantas anda tambahkan menurut selera anda hehehehehehe.. nih pak konteks awal tulisan saya: wirajhana eka <wirajh...@...> wrote: Arisoma; Contohnya saya, fans berat BG dan Krisna, tapi sy percaya dg sedulur 4,leluhur,dewa2, dsb. Malah saya jadi semakin toleran dan suabar.. --- ah masa sih pak... bagaimana perasaan bapak bila gambar krisna saya robek2...dan saya sirami air kencing...BG saya buang ke kloset... nah, rasakan itu dan coba teliti dulu..marah? jengkel pengen membunuh? Nah, itulah persamaan bakta krisna sekarang dengan Islam...sama saja toh.. note: nah, kalo bapak tanyakan yang sama seperti yang saya tulis diatas..bahwa ada yang merobek2 gambar/patung Buddha yang maha...maha [pokoknya bermiliar2 kali lipat kali miliar lebih agung dari krisna]..menyiraminya dengan air kencing, kotoran...Tipitaka di robek2 dijadikan kertas buang air atau dibuang ke kloset.. maka...saya ngga peduli malah..biasa saja tuh... [tapi kalo Ibu/istri/anak saya di bunuh/diperkosa...saya pikir saya pasti terusik dengan sangat..] <unquote * * * Anda mengatakan ini: "...Setelah beberapa kai diposting aturan milis dan pak wira tetap dengan gayanya (saya sesungguhnya tidak masalah dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah milik seluruh member).." Saya: Antara tulisan anda di atas dan "berkas" email antara saya dan anda..ternyata bertentangan tuh dengan kalimat anda yang ini: (saya sesungguhnya tidak masalah dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah milik seluruh member).. Kemudian saya wajib tegaskan lagi: Ngga pernah ada tuh...sekali lagi Ngga pernah ada tuh...bahwa telah dilakukan "beberapa kai diposting aturan milis" kepada SAYA! Itu tidak benar sama sekali dan anda juga tahu bahwa..BUKAN CUMA SAYA yang menggunakan kata2 kasar.! ..namun mengapa mereka tidak di banned juga karena berkata-kata kasar yang "tidak sesuai kultur di milis tersebut"? hehehehehe....... Nah..semua hal yang diatas sudah menjelaskan dengan sangat dimana posisi anda dan 100% anda tidak memberikan KLARIFIKASI, namun bermain di air keruh untuk memperkeruh...sebabnya adalah sangat jelas, anda juga sangat terusik dengan fakta yang tidak bisa anda BANTAH bahwa BHAGAVAD GITA bukan PANCAMA VEDA [Veda ke 5]. On Fri, Mar 13, 2009 at 9:24 AM, Ketut <[email protected]> wrote: Saya termasuk salah satu member di milis yang disebut pak wira dibawah, dan saya juga salah satu member yang "bisa menikmati" tulisan2 pak eka di milis tersebut. Tetapi saya ingin memberi sedikit klarifikasi. Banned oleh admin SAMASEKALI BUKAN karena tulisan pak wira dibawah, tetapi oleh komentar2 pak wira pada diskusi lain (entah terkait tulisan ini atau dengan subject lain). Komentar2 yang secara vulgar menyerang bhagavad gita, seperti "ingin mengencingi dan merobek bhagavad gita dan gambar krisna", kata2 bodoh, tolol dan kata lainnya yang memang tidak sesuai kultur di milis tersebut. Setelah beberapa kai diposting aturan milis dan pak wira tetap dengan gayanya (saya sesungguhnya tidak masalah dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah milik seluruh member), maka admin memutuskan untuk sementara mem-ban keanggotaan pak wira. Dalam sejarah panjang milis tersebut, baru 3 orang yang terkena kasus banned, itupun 100% karena sopan santun dan etika menulis, tidak terkait content tulisan. Demikian semoga bisa menjadi pengimbang. Rgrds, Kt. ----- Original Message ----- From: wirajhana eka To: [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] Sent: Wednesday, March 11, 2009 9:09 PM Subject: [zamanku] Bhagavad Gita bukan Pancama Veda! Bhagavad Gita bukan Pancama Veda! Pengantar Konon katanya, Pesamuan Campuan Ubud-Bali entah tahun yang mana [mungkin pada 17-23 November 1961] menghasilkan piagam Tjampuhan, salah satu hasilnya adalah menetapkan Bhagavad gita sebagai pancama Veda. Karena itu sudah merupakan keputusan, maka marilah kita uji benarkah Bhagavad Gita merupakan Pancama Veda [Veda yang ke-5]. Umumnya kita mengenal bahwa Bhagavad Gita merupakan bagian dari Kitab sejarah [Itihasa] MahaBharata, tepatnya di bagian Bhisma Parwa. Pada literatur religius Hindu India, kisah-kisah digolongkan menjadi: a.. Kavya (isinya bisa jadi tidak benar namun dituliskan dengan cara yang sungguh Indah), b.. Purana (Cerita-cerita yang tidak sungguh-sungguh terjadi namun memiliki nilai pendidikan, tujuannya agar orang mengerti bahwa dengan berbuat baik akan mendapat pahala baik), c.. Itikatha merupakan kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis ataupun kejadian-kejadian yang berbeda-beda dan d.. Itihasa berasal dari kata ‘hasati’ = tertawa, merupakan bagian Itikata yang mempunyai nilai pendidikkan Mahabharata sebagai Itihasa diyakini umum dituliskan oleh Begawan Byasa atau Vyasa [artinya Pembagi/Pembelah/penyusun]. Benarkah Vyasa merupakan pengarang Veda? ---- Tulisan diatas, merupakan cuplikannya...hasil dari tulisan ini bagi orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai berikut: ----- Forwarded Message ---- From: xxxxxxx, "[email protected]" To: HDNet "[email protected]" Sent: Wednesday, March 11, 2009 9:22:24 PM Subject: [hindu] Banned untuk member yang tidak Santun Om Svastyastu, Setelah diskusi beberapa kali, kami administrator dengan sangat menyesal mencekal anggota (bp.Wirajhana) yang secara sengaja menulis dengan kata2 yang tidak santun dan menghina. Apalagi secara sengaja dan berkali2 menghina kitab yang dianggap suci oleh umat hindu pada umumnya (seperti Veda dan Bhagawadgita) . Jadi bagi rekan2 lainnya, tolong tetap dijaga sopan santun dalam berdiskusi. Selamat melanjutkan diskusi, Namaste, xxxxxxxxx -------------------------------------------------------- Benarkah ini merupakan penghinaan dan tidak santun? Jika tertarik mengetahui lebih lanjut silakan lihat di: http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-veda.html ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ -------------------------------------------------------------------------- Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.173 / Virus Database: 270.11.8/1986 - Release Date: 3/5/2009 7:32 PM ------------------------------------------------------------------------------ Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.233 / Virus Database: 270.11.8/1986 - Release Date: 3/5/2009 7:32 PM
