Pak Ketut,

Statement mana yang kurang pas menurut anda? sambil menunggu anda
menjawab, mari kita bahas  contoh yang anda bawa,  Saya pikir anda
berbakat dalam bidang potong memotong dan menambal sulam. Mari kita
perhatikan, klaim anda:

> A : Saya tidak masalah kalau anda ingin merobek2 gambar kelinci saya.
> B : benarkah anda tidak marah ? saya jadi pengen ngencingin nih ..

Coba kita rekontruksi...kira2  demikian ngga artinya:

A: bla..bla..bla

Saya: ah masa sih pak...bagaimana perasaan bapak bila gambar krisna saya
robek2...dan saya sirami air   kencing...BG saya buang ke kloset...nah,
rasakan itu dan coba teliti dulu..marah? jengkel pengen membunuh?   
Nah, itulah persamaan bakta krisna sekarang dengan Islam...sama saja
toh..

note:
nah, kalo bapak tanyakan yang sama seperti yang saya tulis diatas..bahwa
ada yang merobek2 gambar/patung Buddha yang maha...maha [pokoknya
bermiliar2 kali lipat kali miliar lebih agung dari krisna]..menyiraminya
dengan air kencing,   kotoran...Tipitaka di robek2 dijadikan kertas
buang air atau dibuang ke kloset..   maka...saya ngga peduli
malah..biasa saja tuh...

[tapi kalo Ibu/istri/anak saya di bunuh/diperkosa...saya pikir saya
pasti terusik dengan sangat..]

A: Kalau pak eka mau merobek-robek BG dan gambar krisna, ya tidak  akan
ada yang melarang kok toh itu cuma gambar dan kertas biasa, beda  kalau
misalnya yang bapak robek dan kecingi misalnya oatung yang ada 
dikuil...bla..bla

Saya: wah saya jadi pengen ngencingin nih...pengen tahu ucapan sama
perbuatan  sama tidak...biar tahu aslinya pengikut krisna itu tidak beda
dengan  muslim...penyembah berhala tok.

A: Mau ngencingi apa?
Saya: ..................[ngga menjawab apapun komentar A...hehehehehe]

Ketut:bla..bla..disini Pak Eka menyampaikan keinginan mengencingi BG dan
gambar krisna  yang sangat pasti pak eka ketahui bahwa kedua simbol itu
bagi sebagian orang  disucikan, dohormati dan diidolakan..bla..bla

menurut anda: "Maka yang B maksudkan ingin dikencingi adalah gambar
kelinci. Tidak mungkin gambar yang lain, tidak mungkin object yang lain,
karena tidak ada obyek apapun yang masuk dalam pembicaraan itu selain
gambar kelinci."

saya: hehehehe....masa sehhh..anda yang mengaku,"netral. Tidak emosional
atau terbawa2 perasaan yang dapat mengacaukan objectivitas."..masih
tidak melihat dua hal:

1.  Ada penggunaan kata "Bila"
2. MASIH ADA obyek lain dalam percakapan saya dan A?

Sudahkah anda  lihat?  Untuk itu A saja masih berusaha mempertegas, 'mau
ngencingi apa?'

Nah, anda yang mengaku 'Sebagai pengguna email sejak belasan
tahun..netral. Tidak emosional atau terbawa2 perasaan yang dapat
mengacaukan objectivitas.'.....bagaimana bisa sih membuat kesimpulan
bahwa saya menyampaikan keinginan mengencingi BG dan gambar krisna?

Hehehehehehehe...kalau anda sudah menyadari kekeliruan anda, maka
mampukah ego anda meminta maaf secara terbuka disini?

***

Bukankah anda termasuk 1 (satu) diantara 11 (sebelas) orang yang
terlibat dalam percakapan dengan subyek: curiga? ..
bukankah saya sudah meminta anda untuk melihat ULANG BAGIAN yang PALING
bawah di  subyek: CURIGA

....Bisa saja kecurigaan saya benar. Dari blog yg dia buat,
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-ve\
da.html , sepertinya jelas ke mana arah tujuannya.]

koq anda tidak menjawab apakah benar tertulis seperti yang saya tuliskan
disini?...mengapa malu2 untuk mengatakannya?

Kategori Veda menurut Hindu-kan sudah jelas:

[Catur Veda] +[ Itihasa (ramayana+mahabharata)] + [Purana-purana] +
[harus disusun oleh Vyasa]  = Veda,

SEHINGGA kurang 1 (satu) unsur saja maka dipastikan bahwa Ia bukanlah
Veda tetapi hanya buku biasa.

Saya rasa keterangan saya ini sangat jelas dan terang benderang...untuk
itu saya memberi nasehat bahwa gambar krisna itu cuma sekedar
gambar...sama seperti gambar dora emon...itu cuma kertas tok..bukan
tuhan...

Begitu pula dengan BG..sama seperti stensilan enny arrow..itu cuma
kumpulan kertas berisikan tulisan..dua2nya juga ada yang mengidolakan
[waktu remaja saya dan teman2 sering sembunyi2 baca enny errow dan nick
carter]

Jadi, Klaim anda sendiri yang menyatakan bahwa anda itu, "Netral. Tidak
emosional atau terbawa2 perasaan yang dapat mengacaukan
bjectivitas."...lebih terasa seperti penjual obat palsu dipinggiran
jalan.


--- In zamanku@yahoogroups.com, "Ketut" <ke...@...> wrote:
>
>
> Pak Eka,
>
> Sejak awal, saya berusaha untuk netral. Tidak emosional atau terbawa2
perasaan yang dapat mengacaukan objectivitas. Ketika ada yang menyerang
anda secara tidak proporsional, saya berusaha meluruskan. Begitu pula
dengan statement anda di milis ini, yang menurut saya juga kurang pas.
Saya tidak terlalu banyak referensi, tidak pula jago berdebat. tetapi
hati yang jernih membantu kita dalam banyak hal. Itu yang saya percaya.
>
> Sebagai pengguna email sejak belasan tahun, saya percaya, sebagaimana
halnya saya, anda juga pasti menyimpan seluruh email2 yang cukup
penting. Saya tidak mau berdebat tentang interpretasi bahasa. Bagi saya
jelas, ketika ada A dan B bercakap2 :
> A : Saya tidak masalah kalau anda ingin merobek2 gambar kelinci saya.
> B : benarkah anda tidak marah ? saya jadi pengen ngencingin nih ..
>
> Maka yang B maksudkan ingin dikencingi adalah gambar kelinci. Tidak
mungkin gambar yang lain, tidak mungkin object yang lain, karena tidak
ada obyek apapun yang masuk dalam pembicaraan itu selain gambar kelinci.
>
> Tapi kalau anda membantah, ya itu hak anda. Andalah yang paling
mengetahui apa yang anda maksudkan dengan kata2 itu. Saya dan pembaca
lain hanya menyimpulkan dari tulisan2 anda.
>
> Rgrds,
> Kt.
>
>   ----- Original Message -----
>   From: wirajhana eka
>   To: zamanku@yahoogroups.com
>   Sent: Friday, March 13, 2009 11:13 PM
>   Subject: Re: [zamanku] Bhagavad Gita bukan Pancama Veda!
>
>
>   Pak ketut,
>
>   Semua yang anda tuliskan dibahwa, terutama pada bagian "kencing
mengencingi" sudah kita bahas di milis itu...saya juga punya recordnya,
yaitu anda melebihkan kata2 yang saya tulis. Disamping itu, kata2 kasar
bukan persoalan utamanya....toh bukan saya saja, yang mengucapkan kata2
kasar yaitu, ada pula para member lain yang menggunakan kata:  Pandir,
monyong, musang berbulu ayam dsb.
>
>   Mengapa saya katakan bukan alasan utama, karena di face book saya
pada kolom komentar, yaitu PERSIS dibawah komentar saya yang ini: "hasil
dari tulisan ini bagi orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah
sebagai berikut...dst..dst"]:
>
>   kemudian, Moderatornya menulis ini:
>
>   quote>
>
>
>   xxxxxxxx  pada 21:45 11 Maret
>   Ha ha ha... sebuah keputusan yang sulit, karena tidak bisa
menyenangkan banyak orang. Jadi administrator memilih menyelamatkan
suasana diskusi... begeto. Silahkan menjadi peran lainnya lagi Eka...
Damai saja..
>   <unquote
>
>   [note: nama moderator saya kasih xxxxxx karena tidak terdaftar di
milis ini, namun anda bisa lihat kesamaan tulisan ini pada Facebook saya
dan saya juga telah mengundang beliau untuk menyampaikan komentarnya
yang sama sebagai hak jawab fwd email itu di Blog saya, namun belum
digunakan beliau]
>
>   Silakan lihat di
>  
http://www.facebook.com/inbox/?ref=mb#/profile.php?id=526743544&v=app_23\
47471856&viewas=526743544
>   [anda juga baru saja saya undang jadi "teman" saya disitu]
>
>
>
>   Anda lihat, moderatornya saya mengakui koq sebagai akibat tulisan
itu!
>
>   Setelah email banned itu keluar, saya coba buat dua email dan
semuanya mental..salah satu yang mental adalah meminta klarifikasi pada
moderator mengenai pernyataannya yang ini: "Apalagi secara sengaja dan
berkali2 menghina kitab yang dianggap suci oleh umat hindu pada umumnya
(seperti Veda dan Bhagawadgita" dan tentunya tidak dapat lagi saya
sent..
>
>   Pak ketut,
>   Apapun yang anda tulis dibawah  ini...saya tetap berterima kasih
atas bantuan klarifikasi pada email menggalang kecurigaan orang pada
saya yang dikirim secara PERSONAL kepada beberapa orang member milis itu
[11 orang] dengan menyampaikan fitnahan kejinya terhadap saya di SUBYEK:
CURIGA.
>
>   [note: anda bisa lihat ulang lihat lagi SUBYEK: CURIGA, [pengirim
pertama] di bagian paling bawah email itu tertera kalimat ini:
>
>   ....Bisa saja kecurigaan saya benar. Dari blog yg dia buat,
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-ve\
da.html , sepertinya jelas ke mana arah tujuannya.]
>
>   Jadi, dari kumpulan "berkas" di atas..saya rasa sudah sangat jelas
dan terang benderang tuh..ini saya di BANNED karena apa.
>
>   Note:
>   Anda mengatakan ini: "Komentar2 yang secara vulgar menyerang
bhagavad gita, seperti "ingin mengencingi dan merobek bhagavad gita dan
gambar krisna"
>
>   Saya: Hehehe..anda pikir saya tidak simpan email2 saya sebelumnya
ya?...kebetulan ada..Nih, saya copy pastekan kutipan tulisan terakhir
antara: saya dan anda, tentang kencing dan robek:
>
>   Quote>
>
>   From: wirajhana eka wirajh...@...
>   To: hindu-dha...@...
>   Sent: Tuesday, February 24, 2009 2:48:19 PM
>   Subject: Untuk ketut: Malah saya jadi semakin toleran dan
suabar[was:KarmaYoga]
>
>
>
>   Osa,
>   Bapak tidak bodo bodo amat...cuma melebih2kan
>   coba kita baca chek versi bapak ya:
>
>   From: "Ketut" ke...@...
>   Date: 24/02/2009 10:28 am
>
>   Ya ampyunnn.. saya kok jadi merasa bodo bgt ya...
>
>   Baiklah, saya runut2 ya, mudah2an ini yg terakhir.
>
>   1. Wira  : Osa, wah saya jadi pengen ngencingin nih...
>   2. Ketut : ....disini Pak Eka menyampaikan keinginan mengencingi BG
dan
>   gambar krisna
>   ---
>   [saya:]
>
>   Koq di tambah pak..kalimatnya cuma sampe pengen ngecingin..dan
sisanya ngga sama tuh sama tambahan bapak
>
>
>   3. Wira : Osa, anda keliru.. saya katakan silakan kencingi BG,
tipitaka
>   saya tidak peduli..
>   4. Ketut : Oh maaf kl saya keliru. saya hanya copy paste dari email
bapak
>   5. Wira : ya, bapak 100% keliru. ...... Jadi kesimpulannya: saya
punya
>   keinginan untuk MENGENCINGI...sama sekali tidak ada perubahan makna.
>
>   Sekarang bandingkan tulisan bapak di nomor 3 dan nomor 5. Saya hanya
copy paste, tidak ada penambahan. Kalau mau lebih lengkap dengan
konteksnya, silahkan dibaca risalahnya secara lengkap di email2
sebelumnya..bla..bla ngga penting..ngga pentin.
>
>   Tambahan tulisan Ketut dipostingan sebelumya :
>   mengencingi apa ?
>   ini email yang bapak tanggapi dengan tulisan diatas itu, karena
sebuah kata atau kalimat harus disesuaikan konteksnya :
>   ------
>
>   Wira:
>   oh menurut anda saya wajib mengikuti pikiran anda membaca dialog
saya dan ARI?...padahal aripun bertanya lho mengencingi apa?
>
>   lantas anda tambahkan menurut selera anda hehehehehehe..
>   nih pak konteks awal tulisan saya:
>
>
>   wirajhana eka wirajhana@ wrote:
>   Arisoma;
>   Contohnya saya, fans berat BG dan Krisna, tapi sy percaya dg sedulur
>   4,leluhur,dewa2, dsb. Malah saya jadi semakin toleran dan suabar..
>   ---
>
>   ah masa sih pak...
>   bagaimana perasaan bapak bila gambar krisna saya robek2...dan saya
sirami air
>   kencing...BG saya buang ke kloset...
>
>   nah, rasakan itu dan coba teliti dulu..marah? jengkel pengen
membunuh?
>
>   Nah, itulah persamaan bakta krisna sekarang dengan Islam...sama saja
toh..
>
>   note:
>   nah, kalo bapak tanyakan yang sama seperti yang saya tulis
diatas..bahwa ada
>   yang merobek2 gambar/patung Buddha yang maha...maha [pokoknya
bermiliar2 kali
>   lipat kali miliar lebih agung dari krisna]..menyiraminya dengan air
kencing,
>   kotoran...Tipitaka di robek2 dijadikan kertas buang air atau dibuang
ke kloset..
>
>   maka...saya ngga peduli malah..biasa saja tuh...
>
>   [tapi kalo Ibu/istri/anak saya di bunuh/diperkosa...saya pikir saya
pasti
>   terusik dengan sangat..]
>   <unquote
>
>   * * *
>   Anda mengatakan ini: "...Setelah beberapa kai diposting aturan milis
dan pak wira tetap dengan gayanya (saya sesungguhnya tidak masalah
dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah milik seluruh member).."
>
>   Saya: Antara tulisan anda di atas dan "berkas" email antara saya dan
anda..ternyata bertentangan tuh dengan kalimat anda yang ini: (saya
sesungguhnya tidak masalah dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah
milik seluruh member)..
>
>   Kemudian saya wajib tegaskan lagi: Ngga pernah ada tuh...sekali lagi
Ngga pernah ada tuh...bahwa telah dilakukan "beberapa kai diposting
aturan milis" kepada SAYA!
>
>   Itu tidak benar sama sekali dan anda juga tahu bahwa..BUKAN CUMA
SAYA yang menggunakan kata2 kasar.! ..namun mengapa mereka tidak di
banned juga karena berkata-kata kasar yang "tidak sesuai kultur di milis
tersebut"?
>
>   hehehehehe.......
>
>   Nah..semua hal yang diatas sudah menjelaskan dengan sangat dimana
posisi anda dan 100% anda tidak memberikan KLARIFIKASI, namun bermain di
air keruh untuk memperkeruh...sebabnya adalah sangat jelas, anda juga
sangat terusik dengan fakta yang tidak bisa anda BANTAH bahwa BHAGAVAD
GITA bukan PANCAMA VEDA [Veda ke 5].
>
>
>
>   On Fri, Mar 13, 2009 at 9:24 AM, Ketut ke...@... wrote:
>
>
>
>     Saya termasuk salah satu member di milis yang disebut pak wira
dibawah, dan saya juga salah satu member yang "bisa menikmati" tulisan2
pak eka di milis tersebut. Tetapi saya ingin memberi sedikit
klarifikasi. Banned oleh admin SAMASEKALI BUKAN karena tulisan pak wira
dibawah, tetapi oleh komentar2 pak wira pada diskusi lain (entah terkait
tulisan ini atau dengan subject lain). Komentar2 yang secara vulgar
menyerang bhagavad gita, seperti "ingin mengencingi dan merobek bhagavad
gita dan gambar krisna", kata2 bodoh, tolol dan kata lainnya yang memang
tidak sesuai kultur di milis tersebut. Setelah beberapa kai diposting
aturan milis dan pak wira tetap dengan gayanya (saya sesungguhnya tidak
masalah dengan gaya tersebut, tetapi milis adalah milik seluruh member),
maka admin memutuskan untuk sementara mem-ban keanggotaan pak wira.
Dalam sejarah panjang milis tersebut, baru 3 orang yang terkena kasus
banned, itupun 100% karena sopan santun dan etika menulis, tidak terkait
content tulisan.

Demikian semoga bisa menjadi pengimbang.

Rgrds,
Kt.

  ----- Original Message -----
From: wirajhana eka
Sent: Wednesday, March 11, 2009 9:09 PM
Subject: [zamanku] Bhagavad Gita bukan Pancama Veda!

Bhagavad Gita bukan Pancama Veda!

Pengantar
Konon katanya, Pesamuan Campuan Ubud-Bali entah tahun yang mana [mungkin
pada 17-23 November 1961] menghasilkan piagam Tjampuhan, salah satu
hasilnya adalah menetapkan Bhagavad gita sebagai pancama Veda. Karena
itu sudah merupakan keputusan, maka marilah kita uji benarkah Bhagavad
Gita merupakan Pancama Veda [Veda yang ke-5].

Umumnya kita mengenal bahwa Bhagavad Gita merupakan bagian dari Kitab
sejarah [Itihasa] MahaBharata, tepatnya di bagian Bhisma Parwa. Pada
literatur religius Hindu India, kisah-kisah digolongkan menjadi:

a.. Kavya (isinya bisa jadi tidak benar namun dituliskan dengan cara
yang sungguh Indah),
b.. Purana (Cerita-cerita yang tidak sungguh-sungguh terjadi namun
memiliki nilai pendidikan, tujuannya agar orang mengerti bahwa dengan
berbuat baik akan mendapat pahala baik),
c.. Itikatha merupakan kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis
ataupun kejadian-kejadian yang berbeda-beda dan
d.. Itihasa berasal dari kata `hasati' = tertawa, merupakan
bagian Itikata yang mempunyai nilai pendidikkan
Mahabharata sebagai Itihasa diyakini umum dituliskan oleh Begawan Byasa
atau Vyasa [artinya Pembagi/Pembelah/penyusun].

Benarkah Vyasa merupakan pengarang Veda?
  ----

Tulisan diatas, merupakan cuplikannya...hasil dari tulisan ini bagi
orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai berikut:

----- Forwarded Message ----
From: xxxxxxx, "xxxx...@..."
To: HDNet "hindu-dha...@..."
Sent: Wednesday, March 11, 2009 9:22:24 PM
Subject: [hindu] Banned untuk member yang tidak Santun

Om Svastyastu,

Setelah diskusi beberapa kali, kami administrator dengan sangat menyesal
mencekal anggota (bp.Wirajhana) yang secara sengaja menulis dengan kata2
yang tidak santun dan menghina. Apalagi secara sengaja dan berkali2
menghina kitab yang dianggap suci oleh umat hindu pada umumnya (seperti
Veda dan Bhagawadgita) . Jadi bagi rekan2 lainnya, tolong tetap dijaga
sopan santun dalam berdiskusi.

Selamat melanjutkan diskusi,
Namaste,
xxxxxxxxx
--------------------------------------------------------

Benarkah ini merupakan penghinaan dan tidak santun?

Jika tertarik mengetahui lebih lanjut silakan lihat di:

http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-ve\
da.html
 
------------------------------------------------------------------------\
------------------------------------------------------------


Kirim email ke