Robohnya Syariat Kami "Kamu tinggal di tanah Indonesia yang maha kaya raya. Tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang."
Petikan dari cerpen "Robohnya Surau Kami" oleh AA Navis _________________________________ Protes Kenapa bencana alam kini banyak terjadi di wilayah yang menegakkan Syariat Islam? Banyak orang protes atas terjadinya G-30-S (Gempa 30 September) di wilayah Sumatra Barat yang berkekuatan cukup dahsyat: 7,6 SR. Kenapa di wilayah yang sudah menegakkan Syariat Islam kok masih dikirim bencana alam? Protes serupa juga pernah terjadi saat sebagian wilayah Aceh digulung tsunami. Dalam sebuah video amatir sempat terekam seorang perempuan Aceh berujar, kira-kira isinya seperti ini: "Ya Allah, Kenapa bukan non-muslim yang dikasih bencana? Kenapa kami yang diberi azab, bukan mereka?" Sebelum terjadi tragedi G-30-S Sumbar, beberapa minggu sebelumnya sebagian wilayah Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya yang menerapkan Syariat Islam, juga diguncang oleh gempa bumi. Ada apa ini, ya Tuhan? Terkait dengan tragedi G-30-S Sumbar, ramailah kiriman pesan lewat SMS, milis, facebook, twitter dan jejaring sosial online lainnya: Gempa bumi di Sumbar yang terjadi pada 30 September 2009 pukul 17.16 dikaitkan Surat 17 Ayat 16 Alquran. Orang ramai menyebutnya "ilmu gathuk mathuk": "Tuhan akan membinasakan suatu negeri karena keingkaran orang-orang yang hidup mewah di negeri itu." Kenapa terjadi di Sumbar, bukan di Jakarta yang serba mewah? Warga Sumbar banyak yang miskin, taat beribadah!" Protes urang awak. Robohnya Surau Kami Terkait dengan Ranah Minang, penulis A.A Navis pernah menuliskan sebuah cerpen berjudul "Robohnya Surau Kami". Cerpen ini bercerita tentang kisah tragis matinya seorang Kakek penjaga surau (masjid yang berukuran kecil) di kota kelahiran tokoh utama cerpen itu. Dia - si Kakek, meninggal dengan menggorok lehernya sendiri setelah mendapat cerita dari Ajo Sidi - si pembual, tentang Haji Soleh yang masuk neraka walaupun pekerjaan sehari-harinya beribadah di Masjid, persis yang dilakukan oleh si Kakek. Haji Soleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang rajin beribadah, semua ibadah dari A sampai Z ia laksanakan semua, dengan tekun.Tapi, saat "hari keputusan", hari ditentukannya manusia masuk surga atau neraka, Haji Soleh malah dimasukkan ke neraka. Haji Soleh memprotes Tuhan, mungkin dia alpa pikirnya. Tapi, mana mungkin Tuhan alpa, maka dijelaskanlah alasan dia masuk neraka. "Kamu tinggal di tanah Indonesia yang maha kaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang." Merasa tersindir dan tertekan oleh cerita Ajo Sidi, Kakek memutuskan bunuh diri. Dan Ajo Sidi yang mengetahui kematian Kakek hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja. Facebook: Bizzcomm Indonesia
