Ikut komentar

Menurut saya pendapat bang Widura berbeda sisinya. Bukan Tuhannya yang banyak 
tapi cara memandang Tuhan dari tiap agama itu berbeda. Setiap agama sebetulnya 
menclaim cara memandang Tuhan mereka yang paling benar. Kalau bang Widura 
bilang Tuhannya banyak berarti bang Widura punya paham lain tentang Tuhan, 
silahkan sharing sama saya kayak apa Tuhan yang banyak itu kata bang Widura

Wass
-----Original Message-----
From: a.wid...@gmail.com
Date: Sat, 26 Dec 2009 18:38:29 
To: <zamanku@yahoogroups.com>
Subject: Re: [zamanku] Ayat-ayat Cabul

Mestinya tuhan yg protes tuh...kalo ngomongin tuhan, baiknya tanya dulu tuhan 
yg mana...soale tuhan didunia ini banyak sekali...cuma seringkali masing2 
penganut agama meng claim, tuhannyalah satu2 nya yg harus diterima oleh semua 
orang..ya pada berkelahi pada akhirnya...
e-mailĀ®

-----Original Message-----
From: Mohamad Soleh <aye.m.so...@gmail.com>
Date: Sun, 27 Dec 2009 00:26:29 
To: <zamanku@yahoogroups.com>
Subject: Re: [zamanku] Ayat-ayat Cabul

Ketemu lagi saudara Darmawan

Sdr. Darmawan :
*"Tuhan tidak akan menghukum anda jika anda tidak bertuhan" *

Bagaimana bisa kesimpulan tersebut anda buat, tanpa adanya sumber-sumber
perkataan asli dari Tuhan ( saya menyebutnya Allah SWT), *Bahwa Allah SWT
tidak akan menghukum manusia yang tidak mengakui Allah SWT*.

Kalau ada sumbernya coba anda sebutkan bunyinya, sumbernya darimana ???.
Kalau sampai ada perkataan tersebut dari Allah SWT maka saya akan percaya
Allah SWT tidak akan menghukum / membalas tindakan anda tersebut.

Tetapi,  kalau itu hanya perkataan Anda saja Sdr Darmawan / Hikayat Dunia
atau itu kesimpulan anda saja Sdr Darmawan / Hikayat dunia, maka berarti
anda telah menuduh kepercayaan orang lain adalah sesat atau tidak benar.
dalam keadaan justru andalah yang sebenarnya tersesat dan tidak benar.

Penting sekali anda sebutkan referensinya. Jika tidak ada referensi berarti,
Anda ambil dari kesimpulan diatas cuma dari akal Anda dengan cara
dirasa-rasa. Wah kalau begitu bisa runyam semua keyakinan / kepercayaan yang
ada di Indonesia. karena Agama WNI  adalah akalnya sendiri. Tanpa ada sumber
yang kuat dan terjaga sepanjang zaman keasliannya.


Demikian dulu Sdr Darmawan




Salam




Pada 26 Desember 2009 16:19, Hikayat Dunia <hik...@yahoo.com> menulis:

>
>
>    Ada diskisi menarik di milis SI. Tue, December 22, 
> Spiritual-Indonesia,<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/post?postID=4p3WhSP6GHPRiWcSpkdTcSRaKWicILq82565AeoyPl9KkCf3mAS_MuDgqqD5HNK2SAHsHpDbzHkKwMaLIdfU-IHCEQho3rdBzpRCfB0Y>
> *Subject:* Ayat-ayat Cabul
>
> Natalia Perwira :
>
> satu hari ini ikutan mbaca semua postingan sesepuh, agak deg-deg an juga
> mbacanya.... tapi dari pagi hingga siang ini aku hanya bisa ambil satu makna
> semua harus diuji dan ambil yang baik.
> Terima kasih buat semua, ini pelajaran pertama saya.
> Ada satu pertanyaan yang sekarang menjadi ganjelan.... lebih baik mana
> beragama, bertuhan, atau hidup baik.
>
>
> hikdun :
>
> "lebih baik mana beragama, bertuhan, atau hidup baik."
>
> Yang paling baik Anda lakukan, hidup baik. Nah soal bertuhan, kalau anda
> rasa perlu boleh ditambahkan ke hidup baik. Bagi Tuhan, anda bertuhan atau
> tidak, Tuhan tidak ambil pusing, dan *Tuhan tidak akan menghukum anda jika
> anda tidak bertuhan*, karena bagi Tuhan anda bertuhan atau tidak, anda
> tetap ciptaan Tuhan. Tuhan tidak membuang status anda sebagai citaan Tuhan,
> manakala anda mengatakan tidak bertuhan.
>
> Soal agama anda harus hati-hati, ini bisa bermasalah. Anda harus pilih
> agama yang susuai dengan apa yang anda sudah lakukan yaitu hidup baik. Nah
> kalau ada yang menawarkan agama, lalu anda disuruh teriak-teriak di pagi
> buta, sebaiknya Anda bilang silahkan pergi, jangan ganggu saya, karena
> ajakan itu tidak sesuai dengan apa yang anda jalani, yaitu hidup baik,
> saling menghormati sesama manusia. Di samping itu anda perhatikan siapa yang
> jadi panutan, kalau yang dijadikan panutan orang yang pernah merampok, main
> perempuan, mimpin perang, sebaiknya anda tidak usah bersinggungan dengan
> agama seperti itu, karena tidak sesuai dengan pilihan anda, yaitu hidup
> baik.
> Mudah-mudahan bermanfaat
> Salam
>
>
>
> Hendri Simatupang :
>
> Tulisan, anda sangat jernih dan jujur
>
> Salute, hens
>
>
>
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke