Nabi terakhir adalah yg datang pd hari kiamat yaitu Imam Mahdi & itu adalah Isa 
binti Maryam...



--- On Thu, 31/12/09, Mohamad Soleh <aye.m.so...@gmail.com> wrote:

From: Mohamad Soleh <aye.m.so...@gmail.com>
Subject: [zamanku] Nabi Muhammad SAW Nabi terakhir...
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Thursday, 31 December, 2009, 4:34 PM







 



  


    
      
      
      Bung, Leonardo Rimba

Nabi Muhamad SAW adalah Nabi terakhir, ada dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab : 40

Artinya : "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di 
antara kalian, tapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi. Dan Allah Maha 
Mengetahui segala Sesuatu"



Seorang muslim amat sangat memegang teguh apa yang ada dalam Al-Quran, sebagai 
Ucapan Allah SWT (Kallamullah) . Sehingga satu saja ada ayat yang sangat jelas 
dan gamblang tentang suatu masalah sudah cukup untuk membuktikan bahwa Allah 
SWT, memang mengharuskan seorang muslim memegang hal tersebut...demikian 
saudara Leo. 



Demikian terima kasih..



m. soleh

Dibawah ini apa yang ditulis saudara Leonardo

 



  


    
      
      
      Friends,

Menurut
pendapat saya penggunaan istilah 'nabi penutup' merupakan contoh
pembodohan massal yg terakhir dan sempurna. Siapa yg mengatakan orang
itu sebagai nabi penutup? Yg mengatakan adalah orang itu sendiri atau
pengikutnya bukan? Pedahal masih banyak nabi-nabi lainnya. Setiap jaman
dan masyarakat selalu mempunyai nabi-nabi yg terakhir. Kata 'terakhir'
juga perlu dimengerti sebagai kiasan belaka.

Tentu saja orang
bisa berargumen bahwa "Allah ta'alla" (dalam tanda kutip) bilang bahwa
orang itu adalah nabi penutup. Tetapi Allah ta'alla yg mulutnya sering
kita sumpalkan dengan kata-kata kita sendiri itu siapa? Allah ta'alla
itu konsep buatan kita saja bukan? Kita bilang itu Tuhan dan namanya
Allah. Lalu kita keluarkanlah kata-kata yg menurut kita berasal dari
Alllah dan disampaikan melalui Jibril. Pedahal kata-kata itu ke luar
dari mulut kita sendiri saja ketika kita sedang trance dan merasa ada
ruh yg menggerakkan mulut kita.

Merasa
digerakkan oleh ruh bisa diterangkan dari sudut pandang psikologi.
Tidak ada yg aneh, sebenarnya. Itu fenomenon biasa saja. Yg aneh itu
adalah orang-orang yg mempraktekkan kultus individu terhadap apa yg
diakuinya sebagai nabi penutup. Kristen dan Islam sama-sama terjangkit
kultus individu. Mengkultuskan manusia biasa yg kebetulan memiliki
kemampuan bernubuah atau berbicara atas nama Allah.

Pedahal
berbicara atau menulis atas nama Allah atau Tuhan lainnya merupakan hal
yg biasa dalam budaya Timur Tengah. Namanya bernubuah. Dan manusianya
disebut nabi. Nabi itu profesi dan bukan gelar. Kalau profesinya
bernubuah atau mengucapkan apa yg akan terjadi di masa depan, maka kita
bilang orang itu seorang nabi. Ada juga nabi amatir, yaitu orang yg
bernubuah tanpa mengumpulkan infak walaupun bukan berarti nubuahnya
tidak bermutu. Mutu nubuahnya bisa saja lebih bagus walaupun orangnya
tidak mengumpulkan pengikut dan membuka kotak sumbangan. 

Etnik
non Yahudi di Timur Tengah biasanya punya nabi yg bernubuah untuk dewa
dewi yg merupakan konsep kelas bawah. Ada dewi bulan, ada dewa
matahari, macam-macam. Dan yg ternyata lebih bisa bertahan sampai
sekarang adalah konsep dari orang Yahudi tentang Yehovah Elohim. Kata
gantinya adalah Eloah. Dan dari sini muncul permainan kata Ilah dan Al
Iilah. Akhirnya lahirlah nama 'Allah'. Konsep saja bukan?

Tetapi
ini konsep yg dikaburkan habis-habisan, dikaburkan juga oleh orang
spiritual dari aliran Sufi. Dasarnya adalah ketakutan. Takut bahwa
orang banyak akan membuat keonaran kalau memahami bahwa Allah itu cuma
konsep thok. Pedahal ada keonaran apa? Apakah orang akan membuat
keonaran ketika tahu bahwa ada Allah yg hidup di dalam kesadarannya?
Dan ternyata itu sama. Ternyata di setiap orang itu ada Allah, apapun
latar belakangnya, apapun kepercayaannya.

Tetapi,
sekali lagi, konsep 'nabi penutup' itu membuat orang benar-benar
terpuruk secara spiritual. The reasoning goes, kalau nabi penutup
begitu memuakkan kelakuannya, maka tentu saja orang-orang yg bukan nabi
bisa lebih bebas. Seperti itu jalan pikirannya bukan? Setidaknya kita
akan tahu bahwa kita tidak akan seperti si nabi penutup yg jelas-jelas
menginjak-injak HAM (Hak Azasi Manusia).

Tetapi sebenarnya
konsep nabi penutup juga telah banyak ditinggalkan. Orang akhirnya akan
mengerti juga bahwa konsep itu diciptakan oleh kelas guru agama/guru
spriitual demi merekrut pengikut sebanyak-banyaknya. Demi uang dan
kedudukan saja. So, go to hell with konsep nabi penutup, amin.

Kita sekarang sudah
tahu bahwa nabi-nabi tidak akan pernah habis-habisnya lahir ke dunia
ini, bahkan sampai sekarang. Karl Marx dan Sigmund Freud adalah para
nabi menurut tradisi Yahudi yg selalu ada di setiap jaman. Kanun berupa
Tanakh (kitab suci Yahudi) sudah ditutup dua ribu tahun yg lalu oleh
para pemuka agama Yahudi, tetapi manusia tidak kekurangan nabi-nabi
dari tradisi Yahudi. Yg terakhir dan masih terus diingat orang namanya
Karl Marx dan Sigmund Freud. Dan jasa-jasanya tidak kalah dari Y'sua ha
Maschiah (Isa Al Masih) yg sampai sekarang juga tetap tidak diakui oleh
kalangan keagamaan Yahudi orthodox.

Kita di Indonesia juga tidak
kekurangan para nabi. Ada nabi-nabi yg anonim atau tidak bisa
ditelusuri secara fisik, melainkan cuma bisa dilihat hasil nubuahnya
melalui karya tulis yg diwariskan dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Seperti banyak nabi Yahudi yg tidak jelas asal usulnya,
maka nabi-nabi Indonesia ini juga tidak perlu dipolemikkan. Kita cuma
tahu nubuah atau tulisannya. Yg masuk kategori ini adalah penulis Serat
Darmo Gandul, Syekh Siti Jenar, dan Empu Kuturan dari Bali. Bahkan di
deretan ini termasuk juga Ibu Kartini dan Presiden Sukarno. Kalau
orangnya bernubuah, maka kita sebut nabi. Bernubuah artinya mengucapkan
apa yg akan terjadi di masa depan.

Lia
Eden itu nabi juga yg didzolimi oleh penguasa, persis seperti nasib
para nabi Yahudi yg didzolimi oleh penguasa di jamannya. Muhammad Amin
yg ada di Holland juga seorang nabi, walaupun mungkin tidak didzolimi
karena dia tinggal di Eropa Barat yg sangat menghormati HAM, haiyya !!
Dan siapa bilang kalau George Aditjondro dan para penulis 5 buku yg
dibreidel Kejaksaan Agung RI bukan nabi? Mereka ddzolimi bukan?
Didzolimi oleh pemerintah RI. Itulah ciri-ciri seorang nabi: didzolimi
oleh penguasa. Ciri lainnya adalah berani, tidak malu-malu kucing,
tidak suka menjilat kanan dan kiri, tidak suka main oral melainkan main
gigi atawa suka menggigit saja. Kregg KREGG... !!

Dan
jelas tidak ada kata 'penutup' di sini. Kalau masih pakai kata
'penutup', artinya kita mau ikut melanggengkan pembodohan massal yg
terakhir dan sempurna. Untuk apa?

Ajaran nabi-nabi yg asli
semuanya akan merujuk kepada kultivasi kesadaran yg diperoleh ketika
kita meditasi di cakra mata ketiga yg disebut sebagai Mata Siwa oleh
orang Bali. Maybe harus saya akui terus terang bahwa meditasi di cakra
mata ketiga (titik antara kedua alis mata) juga otomatis akan diimbangi
oleh cakra mata kesatu (titit antara kedua pangkal paha). Jadi memang
tubuh bagian bawah akan gelisah (geli-geli basah) ketika tubuh bagian
atas merasa menyambung dengan Allah ta'ala. Istilahnya nyambung atas
dan bawah. This is very normal, makanya orang yg kuat di cakra mata
ketiga juga kuat buat esex esex. Esex esex is the istilah ketika sang
gondal gandul diaktifkan. Namanya politik luar negri bebas dan aktif.
Bebas artinya suka sama suka. Aktif artinya maju terus pantang mundur.
Maju satu mundur satu persis seperti tari poco-poco. Bisa juga dengan
gaya tari legong. Atau, yg lebih oke lagi, gaya goyang Karawang. So,
menurut saya, penyeimbang cakra mata ketiga itu memang cakra sex.
Nyambung atas dan bawah. Konek and konak, yeah !!

Mereka
yg fokus di cakra jantung tidak mengalami gangguan nabirong (napsu
birahi merongrong)i karena cakra jantung diseimbangkan oleh cakra solar
plexus. Yg main cuma dada dan perut saja, sehingga orangnya akan penuh
dengan welas asih dan mau kerja bakti. Mereka yg berasal dari aliran
Buddhist banyak yg fokus di cakra jantung. Aliran-aliran keagamaan
lainnya banyak juga yg fokus di jantung. Keuntungannya adalah mereka
bisa bebas dari gairah birahi yg mungkin dengan sengaja dihindari
karena mereka percaya bahwa sex itu dosa atau kotor. Tetapi cakra
jantung bukanlah cakra tertinggi, sehingga orang yg fokus di cakra
jantung gampang jatuh. Gampang tertekan. Dan tidak berani berbicara
karena kalau berbicara dan mengemukakan pendapat ditakutkan akan
membawa dirinya semakin jauh dari sorga atau nirwana. Mereka yg fokus
di cakra jantung (baik sadar maupun tidak), biasanya selalu penuh
dengan belief systems atau kepercayaan yg terasa menyesakkan. Banyak
haramnya. Banyak takutnya.

Pada
pihak lain, kita juga bisa bilang bahwa semua fokus yg ada di jalur
tengah tubuh manusia sebenarnya berguna. Berguna untuk menstabilkan
manusianya. Bisa dibilang grounding atau centering. Mungkin centering
atau 'memusat' merupakan istilah yg lebih tepat karena grounding
biasanya digunakan untuk menyebut teknik pembersihan ketika kita
membuang energi yg kotor ke dalam tanah. Jadi, kita bisa centered atau
terpusat kalau fokus di titik-titik tengah. Bisa di cakra dasar, cakra
sex, cakra solar plexus, cakra tenggorokan, cakra mata ketiga, cakra
mahkota dan cakra gerbang alam semesta. Saya pernah mencoba semuanya.
Ini basic biasa saja. Tetapi lama-kelamaan saya merasa bahwa
pembersihan ala kundalini tidak diperlukan terus-menerus. Kita sudah
bersih dari atas sampai bawah. Kalau sudah bersih maka kita bisa
langsung fokus di cakra tertinggi. Mungkin lebih pas disebut sebagai
cakra "terdalam", yg tidak lain dan tidak bukan merupakan cakra mata
ketiga atau God Spot. Di sini kita merasakan sadar bahwa kita sadar.

Lanjut
tentang hal pernabian yg terakhir dan sempurna. Bagi banyak orang di
Jawa dan di Bali, Serat Darmo Gandul dan Sabdo Palon (penulisnya? )
dianggap cukup penting. Mungkin semakin lama semakin penting karena
prediksi yg dituliskan di serat itu sedang terjadi saat ini di seluruh
Indonesia. Kembalinya ajaran Budhi (Budi Pekerti?) itu dengan cara
mengobrak-abrik kebekuan ajaran lama yg dianggap "luhur" (dalam tanda
kutip). Pedahal semua tahu bahwa ajaran yg disohor-sohorkan saat ini
itu tidak luhur, melainkan cuma diluhur-luhurkan saja. 

Apakah MUI
mengajarkan agama luhur? Of course tidak. MUI itu mengajarkan
kefanatikan beragama yg membawa manusia semakin terpuruk. Semakin
manusianya terpuruk secara spiritual, maka semakin senanglah MUI. Kita
tahu bahwa agama adalah lahan yg sangat basah untuk pemasukan sumbangan
bagi MUI dan mereka yg duduk di dalamnya. Mereka asumsikan bahwa Islam
adalah agama paling "luhur" (dalam tanda kutip), pedahal prakteknya
justru berkebalikan. Semakin orangnya menyohorkan Islam, maka semakin
terbongkarlah borok-boroknya. Itu semua sudah dilihat oleh Sabdo Palon
dan dituliskan di dalam Serat Darmo Gandul.

Bukan Islam saja,
melainkan semua agama di Indonesia sudah terjangkit oleh virus
komersialisme, termasuk yg ada di Bali juga. Banyak sekali teman-teman
yg berasal dari Bali sudah menyuarakan isi hatinya bahwa agama bukan
membawa pembebasan, melainkan keterpurukan. Masa agama Hindu Bali sudah
ke-islam-islaman? Masa agama Kristen di Indonesia juga sudah
ke-islam-islaman? Ke-islam-islaman adalah ciri yg menandakan bahwa
agamanya sudah mencapai titik jenuh. Pembaharuan tidak terelakkan lagi.

Dan
siapa Sabdo Palon yg akan datang kembali itu kalau bukan kita semua?
Kita semua yg ada di sini, pribadi per pribadi. Sabdo Palon bukanlah
seorang figur, walaupun bisa juga diartikan demikian. Tapi nanti kita
bisa jatuh terpuruk ke dalam kultus individu lagi kalau menunggu
datangnya kembali figur Sabdo Palon di dalam diri seorang manusia,
pedahal sekarang jaman kultus individu sudah lewat. Kultus individu
hanya akan membawa keterpurukan manusia yg mungkin juga merupakan satu
proses yg tidak terelakkan. Kalau kita sudah terpuruk habis-habisan
barulah kita akan mau berubah. 

Sebelum jatuh terpuruk, kita
tidak mau berubah. Kita merasa diri kitalah yg paling benar. Kejaksaan
Agung RI merasa diri paling benar membreidel 5 buku. Mereka merasa
bahwa mereka lebih tahu siapa itu Tuhan dibandingkan dengan kita semua.
Pedahal banyak dari kita sudah tahu bahwa Tuhan yg digembar-gemborkan
itu cuma konsep thok. Kita mau bilang Tuhan berbentuk apapun tidak akan
menjadi masalah karena Tuhan tidak bisa apa-apa. Tuhan tidak bisa
berbicara. Yg berbicara adalah kita semua, berbicara atas nama Tuhan.
Dan kita bisa saja menyebut Tuhan dengan nama apapun. Bisa disebut
Acintya. Bisa tanpa nama. Bisa dibawa menjadi lagu cengeng 'Oh,
Tuhan...' (dan yg seperti itu tidak pernah dilarang).

Saya
tidak mengerti bahasa Jawa, saya tidak tahu isi Serat Darmo Gandul.
Pengertian yg saya dapat saya peroleh langsung ketika Darmo Gandul
datang dan mengganduli kaki saya. Makanya saya tahu bahwa kalau Darmo
Gandul datang ke kesadaran kita, maka artinya kita tidak akan bablas,
kita akan membumi. Walaupun kita ngomong jorok, kita akan mengajarkan
Budhi... Dan saya bisa tahu itu karena sebelumnya muncul Buddha dalam
bentuk Dewi Kuan Im di atas kepala saya. Dewi Kuan Im atau Bodhisatva
Avalokitesvara muncul di paling atas, dan Darmo Gandul di paling bawah.
Keduanya dibutuhkan agar kita bisa seimbang.

Sebelumnya
lagi, Dewa Ganesha muncul di sebelah kiri saya, dan seorang sufi di
sebelah kanan saya. Sanghyang Yesus itu berjalan bersama saya. Itu saja
sudah lima simbol yg muncul. Sadulur papat limo pancer. 

Yg
pertama muncul itu Ganesha, lalu seorang sufi yg saya sebut 'Syekh
Abdul Qadir Jaelani'. Artinya, ajaran Hindu itu perlu diseimbangkan
dengan ajaran manunggaling dari Sufisme. Tidak bisa praktek ritual
belaka, melainkan harus kultivasi kesatuan kesadaran juga.

Buddha
muncul paling atas, dan tidak bisa seimbang sebelum muncul Darmo Gandul
di paling bawah. Artinya, ajaran welas asih itu perlu dipraktekkan
bersamaan dengan hal-hal yg realistis, seperti bilang bahwa kontole
gondal gandul, gatholoco, kalau gatel ngeloco saja,... things like
that. Dan ini semuanya ajaran Budhi. Dan praktisinya adalah kita semua.

Sabdo Palon sudah datang. He is you and me. Women and men, kita semua yg ada di 
sini.


Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- 
indonesia>




    
     

    
    


 



  






      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke