tuing tuing tuing tuing.......
kruek krue kruek kruek .....
ada rayap .........

----- Original Message ----- From: "Deasy Christine" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, August 30, 2010 10:34 AM
Subject: Re: ~ aga ~ Dilarang Puasa di Italia


Sama ajah dengan di indo umat kristiani susah beribadah...

--- On Mon, 8/30/10, Maihendra Faridian <[email protected]> wrote:

From: Maihendra Faridian <[email protected]>
Subject: Re: ~ aga ~ Dilarang Puasa di Italia
To: [email protected]
Date: Monday, August 30, 2010, 10:33 AM
lebih baik mati krn ibadah drpd hidup
melakukan dosa

Titik wrote:
>
> Dilarang Puasa di Italia > <http://id.promotion.yahoo.com/ramadan/article?blogid=ramadan&postid=36&viewPost=1>
>
>
> By
Republika
> Saat masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan
tenang, pekerja muslim di Italia justru dilarang berpuasa
selama Ramadan. Larangan tersebut dikeluarkan Komite
Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia. Mereka mengharuskan
pekerja di ladang, termasuk Muslim, untuk tetap makan dan
minum selama Ramadhan dengan alasan kesehatan. Jika tak
patuh, mereka akan dipecat.
>
>
> Peraturan itu dikeluarkan di Kota Mantufa, Italia
Utara. Serikat Buruh Pusat di negeri tersebut pun
menyepakati peraturan tersebut. Mereka beralasan, peraturan
berdasarkan rancangan perundangan yang mengharuskan pekerja
pada siang hari untuk banyak minum.
>
> Jika mengonsumsi sedikit air di musim panas, maka
dapat berisiko terkena bahaya sengatan matahari atau bahaya
kekeringan serta mengakibatkan hal-hal yang membahayakan
kehidupan. Itu karena cuaca panas yang sangat terik di
negeri itu saat Ramadhan, lebih dari 30 derajat Celcius.
Mereka menganggap dengan waktu puasa yang lebih dari 16 jam,
pekerja akan tidak bertenaga.
>
> "Para buruh yang menolak minum selama Ramadhan
menciptakan persoalan yang perlu diperhatikan. Ini untuk
kesehatan mereka, karena cuaca lebih dari 30 derajat
celcius," ujar Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia,
Roberto Cagliari, seperti dikutip Muslimdaily.com. Peraturan
ini sangat tidak masuk akal, terlebih dikeluarkan menjelang
Ramadan, bulan di mana umat muslim sedang dalam ghirah
tertinggi untuk mengumpulkan pahala melalui ibadah wajib dan
sunnah.
>
> Peraturan itu adalah salah satu tantangan muslim di
Italia saat menjalankan ibadah puasa di negeri yang
mayoritas Katolik. Muslim di negeri itu adalah minoritas,
dan tidak ada pengakuan negara terhadap Islam sebagai agama
yang berdaulat. Pemerintah Italia pun tidak mengizinkan
muslim membuat stasiun televisi atau radio yang khusus
menyiarkan program-program dan acara-acara islami.
Pemerintah Italia juga melarang muslim di sana menguburkan
jenazah secara Islam, kecuali di kota Roma.
>
> Dr. Abdul Wali As-Syamiri, seorang imigran Yaman di
Roma, seperti dikutip dari situs KMM Mesir, mengatakan,
selama di Italia dia tidak merasakan suasana Ramadan yang
khas seperti di negerinya. Rasa rindu akan keluarga kerap
menghampirinya, yaitu saat kebersamaan berbuka puasa.
>
> Syamiri harus menjalankan puasa seadanya di Roma.
Tanpa keluarga, tanpa makanan spesial Ramadan, dan tanpa
lantunan azan atau acara religi di televisi. Meski demikian,
dia masih bisa melaksanakan segala ibadah ritual Ramadan.
"Kami bisa rutin melakukan salat lima waktu, tarawih, serta
salat jamaah lainnya di Masjid Agung Roma," paparnya.
>
> Pada bulan suci ini, biasanya orang Muslim di Roma,
yang kebanyakan imigran, masih dapat menghidupkan
malam-malam Ramadhan. Mereka bertilawah, salat malam dan
iktikaf di Masjid Agung Roma.
>
> Mesjid ini merupakan satu-satunya tempat yang bisa
diandalkan untuk berbagai ibadah dan kegiatan muslim Italia.
Lokasinya pun jauh dari permukiman muslim. Kebanyakan jamaah
berasal dari luar kota, hanya sebagian kecil yang berasal
dari sekitar masjid.
>
> Sayangnya, suasana ini hanya dapat dirasakan oleh
Muslim yang berada di Kota Roma, terutama di sekitar Masjid
Agung. Sedangkan yang di tempat lain sangatlah sulit,
apalagi masjid sangat minim di sana. Kalaupun ada masjid
atau mushala di daerah lain, tidak semuanya mendapatkan izin
resmi yang membolehkan iktikaf.
>
> Seandainya ada yang melakukan iktikaf di masjid atau
mushala yang tidak punya izin resmi, maka itu dianggap
tindakan kriminal. Akibatnya, mereka hanya sekadar shalat
fardu dan tarawih di masjid tersebut. Sebagian besar masjid
di sana juga tidak dibolehkan memakai pengeras suara ke luar
masjid. Jadi, kalau azan berkumandang, misalnya, hanya bisa
didengar oleh orang-orang yang berada di dalam masjid.
>
>
> -- you have this email because you join to
"aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit to
www.facebook.com/aga.madjid
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.

-- you have this email because you join to "aga-madjid"
GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to
www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.





--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.




CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke