Ikut menanggapi pak. Dari dulu mau bikin tulisan mengenai ini tapi selalu terbentur sama malas hehe.
Pengawetan batang dan daun jagung dengan cara fermentasi atau dikenal dengan nama silase jagung itu cara yang biasa kami lakukan adalah limbah jagung dicacah (dan dimemarkan) dengan ukuran kira-kira 2 - 4cm kemudian diperam secara anaerobik (kedap udara) dan dipadatkan. Tidak usah ditambahkan starter atau bahan lain juga tidak apa. Tapi bila mau, penambahan protein seperti dedak atau starter mikroba bisa digunakan. Yang perlu dijaga adalah: 1. tong atau wadah tidak bocor (karena fermentasi mikroba mengeluarkan berbagai macam biogas, sehingga tong menggelembung dan akhirnya bocor). Kebocoran bisa menimbulkan kontaminasi, baik udara, air maupun binatang/mikroba yang tidak diinginkan. 2. kadar air pada jagung sebelum masuk tong harus diperhatikan, kami biasanya di sekitar 60%. Terlalu kering fermentasi tidak jalan, terlalu basah jadi busuk. Untuk mencapai kadar air ini sebaiknya tidak dengan penambahan air. Yang jadi kendala limbah jagung biasanya didapat dari tanaman jagung yang dipanen pada usia bulir masak/tua, sehingga kadar air dan nutrisi pada batang dan daun sudah turun, batang keras, daun menguning sehingga kesegaran sudah turun. Berbeda dengan seperti di negeri 4 musim yang memang khusus menanam jagung untuk hijauan pakan ternak, sehingga waktu panen bisa diatur sendiri. Tapi silase limbah jagung masih lebih baik daripada jerami kering ditinjau dari tingkat kesukaan dan nutrisi. Salam, -- mang Layang ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ BARTER LINK: Silahkan pasang link Agromania Business Club (ABC): http://www.agromania.co.cc di blog, situs, atau forum agrobisnis Anda. Dan kami akan memasang link Anda di situs komunitas agrobisnis kami tersebut. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ stabilo99 green wrote: > > > Sy tertarik dgn apa yang bapak tulis, masalahnya kami tidk ngerti > bagaimana caranya mengawetkan hijauan jagung, memang benar apa yang di > tulis sesuai dgn kenyataan, pada saat panen jagung, hijauan, terbuang > percuma, disaat kemarau, sulit cari makanan. > moga2 bapak bersedia menjelaskan cara mengawetkan hijauan tanaman, > terimakasih. >

