boleh dong kita mengakses dana CSR-nya pak.Bagaimana caranya ? Saya juga 
berencana untuk mencari dana CSRbila kelembagaan sudah terbentuk. disamping 
integrasi dengan anggaran2 yg lainnya.
 
Saya berharap bisa membuat wilayah percontohan untuk bisa membangun sistem 
secara terpadu dan holistik. Yaitu Jateng. kalo tiap wilayah selain jateng 
membuat juga bagus. cuman kalo parsial2, kurang nggigit dalam mendorong 
munculnya kebijakan2 terkait.  Maksud saya dengan wilayah percontohan yg cukup 
representatif ini bisa mewakili sistem yang bisa diterapkan dalam pengembangan 
bioethanol untuk seluruh wilayah Indonesia, dan kebijakan2 yang harus dibuat 
oleh pemerintah pusat maupun daerah. Lembaga2 yang harus kita libatkan adalah : 
funding (salah satunya dari CSR), LSM, Pemda, petani, pensuply saprodi, dll. 
Kita berkontribusi di hilir di produksi bioethanol, bersama investor terkait, 
yang akan dipimpin oleh temen2 yang kita percayai dan kredibel.
Untuk melakukan rencana ini perlu anggaran survei, integrasi dengan pemda 
setempat, bagaimana kapasitas yg memungkinkan, bagaimana daya dukung 
lingkungan, bisnis integrasi apa yg akan dipilih, bahan baku potensial apa yg 
bisa dikembangkan di wilayah tersebut, bagaimana hub antar lembaga, bagaimana 
pola koordinasinya, dll. Kita carikan anggaran salah satunya dari CSR itu.
Kalo ini bisa segera kita wujudkan.....mimpi dulu ah........energi yang 
dibutuhkan untuk mendorong pengembangan biofuel di Indonesia akan 
.........enteng..lah.
Makanya kelembagaan mesti segera jadi, agar lebih legal dalam melangkah.
So.......mbantingnya yang gedean yo.........yang buanyak.......yang 
kenceng.......


==============================
Agromania Business Club (ABC)
http://www.agromania.co.cc
==============================



--- Pada Rab, 19/11/08, Drajad Handoyono <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Drajad Handoyono <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [agromania] Bioethanol Singkong vs Nira
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 19 November, 2008, 3:55 AM






Salam kenal pak Tikno,
 
Kebetulan saya punya teman yang dipercaya untuk mengelola dana CSR dari sebuah 
perusahaan yang sampai saat ini masih belum tahu mau diarahkan ke mana.
 
Beberapa ide telah saya sampaikan tapi masih dalam evaluasi. Saya pikir ngga 
ada salahnya kalau saya submit lagi ide yang lain.
 
Yang menjadi minat dari perusahaan ini adalah meningkatkan nilai ekonomi dari 
suatu komoditi, sehingga petani atau peternak dsb dengan sedikit pengolahan 
sederhana bisa memperoleh nilai tambah dari sekedar menjual komoditas. Tentunya 
harus disiapkan pula pasar yang siap menampung dengan rantai distribusi yang 
tidak terlalu panjang.
 
Sebenarnya wacana ini ingin saya sampaikan di peremuan bio ethanol yang lalu, 
tapi karena Allah belum mengijinkan, saya tidak bisa hadir di peremuan itu.
 
Untuk pemrakarsa pertemuan bio ethanol yang lalu, mungkin ada masukan model 
atau bisnis plan untuk program pemberdayaan masyarakat dengan industri kecil 
bio ethanol atau mungkin ada ide yang lain.
 
Buat pak Tikno, Jawa Tengahnya di mana Pak? Mungkin informasi berapa banyak 
produksi nira di daerah Bapak per Hari/per Bulan, kemudian biasa diolah menjadi 
apa, dijual dengan harga berapa bisa membantu untuk menentukan model seperti 
apa yang akan dibuat.
 
Seandainya diperlukan Industri yang mengolah lebih lanjut dari medium produk 
yang dihasilkan oleh petani, tidak menutup kemungkinan untuk direalisasikan, 
begitu pula sarana pendidikan/pelatiha n untuk menunjang kegiatan ini.
 
Mohon masukan.
 
Salam,
Drajad

************ ********* *********
Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan 
pembeli bibit adenium, penjual dan pembeli bibit adenium obesum (bonggol), 
penjual dan pembeli bibit anak ayam, penjual dan pembeli bibit anakan ikan 
hias, penjual dan pembeli bibit anggrek, penjual dan pembeli bibit ayam negeri 
berumur 1 tahun (doc).
DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
************ ********* *********

 

--- On Tue, 11/18/08, AROMA MAKMUR <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: AROMA MAKMUR <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [agromania] Bioethanol Singkong vs Nira
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Tuesday, November 18, 2008, 7:48 PM

Semangat pagi pak Wiryawan,
ditempat kami bahan baku nira dari aren/enau melimpah,
kebanyakan artikel/panduan pembuatan ethanol membahas tentang bahan baku dari 
singkong
gimana dengan bahan baku dari Nira, mungkin lebih mudah,lebih efisien tahapan 
proses,
perlu tahu bahwa nira tidak tahan lama,cepat basi harus secepatnya dimasak. 
petani nira
menadah sehari 2x pagi dan sore.

salam
Tikno
Jateng

************ ********* *********
Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan 
pembeli belut putih, penjual dan pembeli belut sawah, penjual dan pembeli belut 
segar, penjual dan pembeli benalu teh, penjual dan pembeli bengkirai, penjual 
dan pembeli bengkirai kalimantan, penjual dan pembeli benih, penjual dan 
pembeli benih berbagai jenis sayuran.
DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
************ ********* *********

[Non-text portions of this message have been removed]
















      Clean government. Is it possible?

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke