Kepada Yth, Rekan2 semu saya tertarik dengan artikel ini NIRA
merupakan mata pencaharian keluarga saya tanpa NIRA yg di cetak
menjadi gula merah keluarga kami tdk bisa hidup, Masyarakat di
daerah kami pengrajin gula merah tepatnya daerah kebumen-jateng
merupakan penghasil nira dari pohon kelapa.
Saya sangat Tertarik skali klo bisa saya mau kembangkan menjadi
Bioethanol akan tetapi saya tdk tau cara pengembanganya.
Akan tetapi saya masih ragu apakah akan menjadi NILAI TAMBAH karena
saat ini keluarga kami masih bisa menjual gula 5500/kg ke pengepul.
Bagimana cara membuat bioethanol dari nira dan alat yg dibutuhkan
apa saja.


Miswanto
[EMAIL PROTECTED]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TIPS Pengecekan Reputasi Bisnis di Google
Cara 1: Ketik Nama Lengkap (untuk nama spesifik)
Cara 2: Ketik Nama dan Nama Kota
Cara 3: Ketik Nama dan Komoditi Bisnis
Cara 4: Ketik Nama dan Tahun Lahir
Cara 5: Ketik Bebera Angka dari Nomor Telepon
http://www.direktoriabc.co.cc
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


klo memnag --- In [email protected], menik sumasroh
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> boleh dong kita mengakses dana CSR-nya pak.Bagaimana caranya ?
Saya juga berencana untuk mencari dana CSRbila kelembagaan sudah
terbentuk. disamping integrasi dengan anggaran2 yg lainnya.
>  
> Saya berharap bisa membuat wilayah percontohan untuk bisa
membangun sistem secara terpadu dan holistik. Yaitu Jateng. kalo
tiap wilayah selain jateng membuat juga bagus. cuman kalo parsial2,
kurang nggigit dalam mendorong munculnya kebijakan2 terkait.
 Maksud saya dengan wilayah percontohan yg cukup representatif ini
bisa mewakili sistem yang bisa diterapkan dalam pengembangan
bioethanol untuk seluruh wilayah Indonesia, dan kebijakan2 yang
harus dibuat oleh pemerintah pusat maupun daerah. Lembaga2 yang
harus kita libatkan adalah : funding (salah satunya dari CSR), LSM,
Pemda, petani, pensuply saprodi, dll. Kita berkontribusi di hilir di
produksi bioethanol, bersama investor terkait, yang akan dipimpin
oleh temen2 yang kita percayai dan kredibel.
> Untuk melakukan rencana ini perlu anggaran survei, integrasi
dengan pemda setempat, bagaimana kapasitas yg memungkinkan,
bagaimana daya dukung lingkungan, bisnis integrasi apa yg akan
dipilih, bahan baku potensial apa yg bisa dikembangkan di wilayah
tersebut, bagaimana hub antar lembaga, bagaimana pola koordinasinya,
dll. Kita carikan anggaran salah satunya dari CSR itu.
> Kalo ini bisa segera kita wujudkan.....mimpi dulu ah........energi
yang dibutuhkan untuk mendorong pengembangan biofuel di Indonesia
akan .........enteng..lah.
> Makanya kelembagaan mesti segera jadi, agar lebih legal dalam
melangkah.
> So.......mbantingnya yang gedean yo.........yang
buanyak.......yang kenceng.......
>
>
> ==============================
> Agromania Business Club (ABC)
> http://www.agromania.co.cc
> ==============================
>
>
>
> --- Pada Rab, 19/11/08, Drajad Handoyono <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
> Dari: Drajad Handoyono <[EMAIL PROTECTED]>
> Topik: Re: [agromania] Bioethanol Singkong vs Nira
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 19 November, 2008, 3:55 AM
>
>
>
>
>
>
> Salam kenal pak Tikno,
>  
> Kebetulan saya punya teman yang dipercaya untuk mengelola dana CSR
dari sebuah perusahaan yang sampai saat ini masih belum tahu mau
diarahkan ke mana.
>  
> Beberapa ide telah saya sampaikan tapi masih dalam evaluasi. Saya
pikir ngga ada salahnya kalau saya submit lagi ide yang lain.
>  
> Yang menjadi minat dari perusahaan ini adalah meningkatkan nilai
ekonomi dari suatu komoditi, sehingga petani atau peternak dsb
dengan sedikit pengolahan sederhana bisa memperoleh nilai tambah
dari sekedar menjual komoditas. Tentunya harus disiapkan pula pasar
yang siap menampung dengan rantai distribusi yang tidak terlalu
panjang.
>  
> Sebenarnya wacana ini ingin saya sampaikan di peremuan bio ethanol
yang lalu, tapi karena Allah belum mengijinkan, saya tidak bisa
hadir di peremuan itu.
>  
> Untuk pemrakarsa pertemuan bio ethanol yang lalu, mungkin ada
masukan model atau bisnis plan untuk program pemberdayaan masyarakat
dengan industri kecil bio ethanol atau mungkin ada ide yang lain.
>  
> Buat pak Tikno, Jawa Tengahnya di mana Pak? Mungkin informasi
berapa banyak produksi nira di daerah Bapak per Hari/per Bulan,
kemudian biasa diolah menjadi apa, dijual dengan harga berapa bisa
membantu untuk menentukan model seperti apa yang akan dibuat.
>  
> Seandainya diperlukan Industri yang mengolah lebih lanjut dari
medium produk yang dihasilkan oleh petani, tidak menutup kemungkinan
untuk direalisasikan, begitu pula sarana pendidikan/pelatiha n untuk
menunjang kegiatan ini.
>  
> Mohon masukan.
>  
> Salam,
> Drajad
>
> ************ ********* *********
> Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club
(ABC): penjual dan pembeli bibit adenium, penjual dan pembeli bibit
adenium obesum (bonggol), penjual dan pembeli bibit anak ayam,
penjual dan pembeli bibit anakan ikan hias, penjual dan pembeli
bibit anggrek, penjual dan pembeli bibit ayam negeri berumur 1 tahun
(doc).
> DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
> FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
> INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
> ************ ********* *********
>
>  
>
> --- On Tue, 11/18/08, AROMA MAKMUR <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> From: AROMA MAKMUR <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: [agromania] Bioethanol Singkong vs Nira
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Date: Tuesday, November 18, 2008, 7:48 PM
>
> Semangat pagi pak Wiryawan,
> ditempat kami bahan baku nira dari aren/enau melimpah,
> kebanyakan artikel/panduan pembuatan ethanol membahas tentang
bahan baku dari singkong
> gimana dengan bahan baku dari Nira, mungkin lebih mudah,lebih
efisien tahapan proses,
> perlu tahu bahwa nira tidak tahan lama,cepat basi harus secepatnya
dimasak. petani nira
> menadah sehari 2x pagi dan sore.
>
> salam
> Tikno
> Jateng
>
> ************ ********* *********
> Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club
(ABC): penjual dan pembeli belut putih, penjual dan pembeli belut
sawah, penjual dan pembeli belut segar, penjual dan pembeli benalu
teh, penjual dan pembeli bengkirai, penjual dan pembeli bengkirai
kalimantan, penjual dan pembeli benih, penjual dan pembeli benih
berbagai jenis sayuran.
> DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
> FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
> INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
> ************ ********* *********
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Clean government. Is it possible?
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke