Asa karena biasa Pa ariva alias jarang berlatih, semoga ke depannya
lebih baik lagi...
Best regards,
Didin
Quoting "ariva s. permana" <[email protected]> on 04/08/2009:
Selamat para juara !
Pak Azka ** - dua bintang (mayjen), kalau dapat 2 nobel prizes Pak
Azka akan mengantongi USD 2 juta dollars, sayangnya ini di AIT ada
yang nraktir di cafetaria saja bagus.
Pak Berlian * - satu bintang (brigjen)
Pak Budi * - satu bintang (brigjen)
Kang Didin * - satu bintang (brigjen)
Ada satu hal yang menarik, kenapa orang Indonesia lebih banyak
berhasil jadi juara di cabang olah raga individu seperti: tenis (Pak
Azka, Pak Berlian, Alvin Proboyo dulu), tenis meja (Pak Wong, Pak
Asep, Pak Affan, Pak Irwan), Bulu Tangkis (Pak Budi cs), dibandingkan
dengan cabang olah raga keroyokan seperti sepakbola (The best
achievement tim sepakbola Indonesia di AIT kan kalah 3-4 melawan AIT
Staff), dan kalah 6-7 dari Nepal yang baru tahu cara menendang bola
kemarin sore.
Di tingkat nasional juga samimawon, Bulutangkis Indonesia sudah
malang melintang arena asia dan dunia (terutama jaman Rudi Hartono,
Liem swie king, Tjun tjun, Johan Wahyudi, Christian dan Ade Chandra,
Ivana Lee dan Susi Susanti), tapi bukan di jamannya menantu Pak Agum
yang temperamental dan prestasinya naik-turun-turun-turun.
Sebaliknya di cabang olahraga keroyokan, prestasi terbaik PSSI
sepanjang sejarah persepakbolaan indonesia adalah bisa menahan 0-0
Czechoslovakia dan 0-0 USSR (tahun 1960an jaman Ramang, Sutjipto
Suntoro cs), itu saja. Setelah itu, lawan Brunei saja (yang kalau di
Bandung sekelas dengan Babakan Ciparay), kalah, kalaupun menang
skornya tipis sekali.
Ada yang bisa menjelaskan kenapa begitu?
Regards
ariva
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo