hihiihih..
kayaknya bagus juga tuh jadi bahan tesis hehhehee peace!!!
Quoting "ariva s. permana" <[email protected]> on 04/08/2009:
Kang Didin,
Saya kira bukan karena jarang berlatih. Coba aja tengok PSSI, kurang
apa soal perjalanan liga dari Liga Primer Jarum, Sampurna, Bank
Mandiri, dan lain-lain calon sponsor utama Liga Utama PSSI, rekrutmen
pemain asing, dan pelatih asing termasuk Mario Kempes pahlawan Piala
Dunia Argentina 1978 juga pernah melatih di Indonesia, tapi tetep aja
prestasi PSSI jalan di tempat, sementara Vietnam, Malaysia,
Singapura, dan Thailand udah pada lari.Volley ball, basket ball, base
ball gak pernah ada cerita tim indonesia bercerita di SEA games saja,
kan? Ini cerita olahraga keroyokan.
Tapi tanpa basa-basi, Donald Pandiangan pernah meraih emas panahan di
olimpiade, Susi Susanti dan Alan Budikusuma pernah meraih emas di
olimpiade. Elias Pical pernah jadi juara OPBF walaupun jadi bulan2an
Khaosai Galaxy, Syamsul Anwar Harahap sama pernah jadi juara di OPBF.
Chris John malah jadi juara dunia kelas bulu versi WBA. Tonton
Suprapto kan kalau sekedar kelas Tour of d'Langkawi mah sudah
langganan juara. Ini cerita olahraga perorangan.
Latihan hanya salah satu faktor, tapi saya kira ada faktor genus dan
anthropologis yang perlu diteliti lebih lanjut. Berdasarkan ini, bagi
kita termasuk Tim Indonesia di AIT, yang harus diperkuat adalah
cabang olahraga perorangan, gak usah ikutan voli dan sepakbola, kalau
hanya sekedar menang ...... gung aib.Atau kalau mau, latihan voli dan
sepak bola, sehari 3x (kalau argument Kang Didin benar).
Wassalam
ariva
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo