sayup-sayup saya pernah denger soal hal ini, kenapa ada pembagian utk "office"
dan "warnet". FYI, gak cuman telkom yg bikin 2 kelas kayak gini. Bahkan ada
juga lho ISP yg sama sekali gak mau punya customer warnet , tapi justru sangat
mengincar target kantoran.
Menurut mereka, warnet menggunakan koneksi internet sebagai mata pencaharian
utama mereka,alias bisnis inti, sehingga sangat vital utk bisnis mereka, dan
sangat lazim sekali misalnya punya 20 PC, seluruh 20 PC itu terkonek semua dan
semuanya mengutilisasi bandwidth yg tersedia utk mereka.Seperti yg bisa kita
lihat dan alami, misalnya 5 PC main game online, 6 PC browsing, 2 PC download,
4 PC chatting, 3 PC transaksi online, dsb.
Sementara kalangan kantoran (office) walaupun misal punya 50 PC, belum tentu
seluruhnya mengutilisasi seperti contoh di atas. Dan juga mengutilisasi koneksi
internet bukanlah bisnis inti mereka, melainkan hanya sebagai support bisnis
saja, yah kayak di kantor sini saja, kita ini bagian IT (bersama beberapa
bagian lain seperti legal dept.) kan hanya sebagai supporting department saja,
sampe terkadang grade saja gak imbang :)
bahkan rekan-rekan dari kantor lain pernah sharing, kalo koneksi di kantornya
malah membatasi employee utk konek ke web, titik koneksi sich mungkin bisa
ratusan, tapi paling-paling yg rajin konek (dan karena memang perlu dan
diijinkan) hanya segelintir belasan saja, sisanya paling cuman dikasih koneksi
utk email, web terbatas (less than 5 websites), dsb, ketauan main-main dan pake
koneksi internet redundantly bisa calon-calon kena SP :)
juga soal waktu utilisasi, bukan hal aneh kita lihat warnet operasi 24 jam,
sementara kantoran paling cepet jam 7 pagi, jam 4 udah bubar menyisakan yg
lembur, yg workaholic (huebatt loh :) ), dan yg nungguin macet reda, tipikal
nya kan 9-to-5 alias 8-9 jam sehari .
Hal-hal seperti ini yg menurut para ISP membuat mereka membuat 2 jenis kelas
"warnet"dan "office" :)
hanya sekedar sayup-sayup loh saya denger hal ini, gak tau apakah beneran ini
alasan mereka atau bukan.
Saya gak ikut polemiknya, saya reply di postingannya Pak Taufiq soal ini.
salam sukses
-wadi-
Febi Ismail Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menurut saya sistem paket dengan judul Office dan Warnet nggak pas.
Karena, bisa saja terjadi sebuah kantor mempunyai LAN dengan jumlah PC
yang lebih banyak dibanding sebuah warnet, sama-sama mengambil paket
Office, kantor tersebut lebih sadis dalam hal penggunaan bandwidth
nya. Kalau ada kantor yang punya PC 30 unit terhubung ke internet,
dengan sebuah warnet 6 PC, sangat mungkin terjadi, kantor tersebut
yang membutuhkan bandwidth/QoS yang lebih baik. Mencharge warnet
dengan biaya yang lebih tinggi hanya karena sifat warnet yang
komersil, menurut saya tidak begitu tepat. Sekarang banyak sekali
warnet yang untuk makan pun sudah megap-megap. Sementara bagi segmen
Office, dari lahan usaha mereka, sudah ada budjeting yang tetap untuk
dialokasikan bagi kebutuhan bandwidth. IMHO, Lebih baik lagi Kalo
sistem paket Speedy tersebut judulnya Corporate Basic dan Corporate
Premium misalnya, dengan pembedaan spesifikasi QoS yang jelas. Jadi
nanti, baik warnet maupun corporate, benar-benar leluasa menentukan
jenis layanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
[Non-text portions of this message have been removed]
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/