On 7/16/07, AkuRek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Sunday 15 July 2007, Febi Ismail Sunny wrote:
>
> > Menurut saya sistem paket dengan judul Office dan Warnet nggak pas.
>
> Menurut sumber terpecaya di PT Telkom Divisi Multimedia, penamaan Office dan
> Warnet ini semata-mata untuk tujuan kemudahan promosi. Jelas tujuannya untuk
> penetrasi ke segmentasi perkantoran dan komunitas warnet. Kalau menggunakan
> istilah corporate silver dan gold misalnya, dianggap kurang 'eye catching'.
> Calon pelanggan lebih memahami positioning dan segmentasi istilah office dan
> warnet, ketimbang istilah lain. Telkom melakukan riset tersendiri untuk ini.
>
> Sedangkan secara teknis, alokasi untuk ADSL itu sebenarnya standar. Kapasitas
> link untuk setiap DSLAM adalah E1 (2/2 mbits), yang terbagi ke dalam 16 atau
> 32 port. Sehingga pada prinsipnya QoS setiap link adalah CIR 32 - 64 kbits,
> burst 64 - 128 kbits, kalau benar-benar sepi bisa 384 kbits bahkan lebih. Ini
> yang dimainkan untuk setiap segmen market, misalnya office mendapat 64 kbits
> sedangkan warnet 128 kbits. Asumsinya memang konsumsi warnet lebih besar.
>
> Namun secara bisnis, baik dalam perjanjian berlangganan maupun praktek riilnya
> tidak ada batasan dan keharusan bahwa warnet harus menggunakan jenis layanan
> warnet. Warnet boleh saja menggunakan personal (time based, volume based) dan
> office, bahkan yang corporate. Demikian juga dengan praktik upgrade ataupun
> downgrade. Petugas layanan pendaftaran maupun teknis lapangan juga tidak akan
> melarang karena di luar kewenangan mereka. Telkom hanya peduli satu hal yaitu
> DAGANGANNYA LAKU :) masalah keputusan bisnis dalam memilih layanan adalah hak
> konsumen, Telkom tidak merasa berkepentingan dan berasumsi calon konsumenlah
> yang paling mengetahui mana jenis layanan paling tepat untuk kebutuhannya.
>
> Pada praktiknya, banyak juga perkantoran (SOHO) yang memilih menggunakan akses
> spidi personal (time based, volume based) karena lebih efisien (bersifat on
> demand), karena toh mereka menggunakannya terbatas dan hanya pada office hour
> dan jenis aksesnya transaksional (misalnya point of sales, travel agency dsb)
> namun juga tidak sedikit personal yang cukup punya uang memilih jenis akses
> unlimited office, tidak ada masalah. Telkom tetap melayani sesuai kebutuhan.
>
> Plain, as simple as that. Tidak ada kaitannya dengan halal dan haram. Peace!

Saya pribadi setuju dengan mas Pataka, di warnet saya ada layanan
browsing cuma 4 unit PC saja ya sudah barang tentu saya pake layanan
speedy SOHO saja, sekedar register game online untuk pembuatan ID atau
pengisian voucher game online, atau jika user game online sedang
merasa bosan ya iseng²an IM-an, IRC dsb. Dan sebaliknya untuk koneksi
game online saya rela merogok duit bayar berjuta²-an per bulan dengan
jaminan uptime link, quality latency dari upstream kami.

Jadi intinya sebetulnya tergantung kebutuhan saja, toh saya pas
kemaren complain ke Telkom gara² putus juga, mereka tau kami warnet tp
pake akses SOHO gak masalah koq.
Ah Telkom gak terlalu mempermasalahkan hal ini apalagi skg persaingan
makin ketat. IMHO, lagian sebelom pasang kan gak ada aturan bawah
warnet mesti warnet, personal mesti personal, atau SOHO mesti SOHO.
Produk speedy spt SOHO, warnet, personal itu cuma sebuah "nama produk"
saja, gak ada bedanya spt layanan ISP laen ada gold/silver dsb. Barang
tentu apa yg anda bayar, itu yg anda dapatkan :-).

-- 
budsz


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke