Assalamu'alaykum Salah satu yang menjadi dalil utama ttg menggerakkan telunjuk dlm tasyahud adalah hadits berikut ini (sbgmn disebutkan pd kitab Shalat Nabi dan jg pd artikel ust.Dzulqarnain):
(ثُمَّ قَبَضَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَح َلَقَ حَلْقَةً ثُمَّ رَفَعَ إِصْبَعَهِِ فَرَأَيْتُهُ يُح َرِّكُهَا يَدْعُوْ بِهَا Kemudian beliau menggenggam dua jari dari jari-jari beliau dan membuat lingkaran, kemudian beliau mengangkat jarinya (telunjuk-pent.), maka saya melihat beliau mengerak-gerakkannya berdoa dengannya. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad 4/318, Ad-Darimy 1/362 no.1357, An-Nasai 2/126 no.889 dan 3/37 no.1268 dan dalam Al-Kubro 1/310 no.963 dan 1/376 no.1191, Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa’ no.208, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan 5/170 no.1860 dan Al-Mawarid no.485, Ibnu Khuzaimah 1/354 no.714, Ath-Thobarany 22/35 no.82, Al- Baihaqy 2/131 dan Al-Khatib Al-Baghdady dalam Al-Fashl Li Washil Mudraj 1/425-427. Semuanya meriwayatkan dari jalan Za`idah bin Qudamah dari ‘Ashim bin Kulaib bin Syihab dari ayahnya dari Wa`il bin Hujr. -------------------------------- [Komentar Ust.Dzulqarnain] Zhohir sanad hadits ini adalah hasan, tapi sebagaimana yang telah kami jelaskan bahwa sanad hadits yang hasan belum tentu selamat dari ‘illat (cacat) dan syadz. Berangkat dari sini perlu diketahui oleh pembaca bahwa hadits ini juga syadz dan penjelasannya adalah bahwa : Za`idah bin Qudamah adalah seorang rawi tsiqoh yang kuat hafalannya akan tetapi beliau telah menyelisihi dua puluh dua orang rawi yang mana kedua puluh dua orang rawi ini semuanya tsiqoh bahkan sebagian dari mereka itu lebih kuat kedudukannya dari Za`idah sehingga apabila Za`idah menyelisihi seorang saja dari mereka itu maka sudah cukup untuk menjadi sebab syadznya riwayat Za`idah. Semuanya meriwayatkan dari ‘Ashim bin Kulaib bin Syihab dari ayahnya dari Wa`il bin Hujr. Dan dua puluh dua rawi tersebut tidak ada yang menyebutkan lafadz yuharrikuha (digerak-gerakkan). -------------------------------- Masalah ini telah dijelaskan oleh ust.Abd Hakim pada kitabnya Al Masaa-il (jilid ?) yaitu bahwa hadits ttg menggerakkan telunjuk saat tasyahud adalah hadits shahih dan sama sekali bukan hadits yg syadz. Karena sbgmn yg diketahui dlm ilmu hadits bahwa yg dikatakan hadits syadz adalah hadits shahih/hasan yg lafadznya menyelisihi lafadz hadits yg derajatnya lebih kuat, sedangkan hadits ttg menggerakkan telunjuk bukanlah menyelisihi tapi hanya ada lafadz tambahan (yuharrikuha) dari rawi yg tsiqoh sehingga tambahan tsb dikatakan sbg ziyadah tsiqoh, jadi bukan lafadz yg syadz. Kecuali jika para rawi yg lebih kuat itu menyebutkan lafadz "tidak menggerakkan" (laa yuharrikuha) kemudian satu rawi (Za'idah bin Qudamah) menyebutkan lafadz menggerakkan (yuharrikuha) maka barulah hal itu bisa dikatakan syadz karena dgn jelas menyelisihi lafadz dari para rawi yg lebih kuat. Sedangkan kenyataannya tidak demikian, yaitu tidak ada kata/kalimat yg saling menyelisihi satu sama lain antara para rawi yg lebih kuat dgn riwayat Za'idah bin Qudamah, yg ada hanya lafadz tambahan (ziyadah tsiqah) dan bukan lafadz yg menyelisih. Kira2 demikian penjelasan Ust.Abd Hakim ttg masalah ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasan beliau di Al Masaa-il. Afwan kalau salah, tolong dikoreksi Naufal (1980) ----- Original Message ----- From: "Zaki Yamani" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, July 11, 2005 2:48 PM Subject: RE: [assunnah] Menggerakkan jari saat tasyahud awal/akhir > Assalamu'alaykum > > saya alhamdulillah adalah termasuk salah seorang yg mengamalkan > sunnah tentang menggerak2an jari ketika tasyahud, > namun ketika membaca artikel dibawah ini terdapat kesimpulan di > hal.5 : > > "Tersimpul dari pembahasan di atas bahwa pendapat yang rojih tentang > keadaan jari telunjuk dalam berisyarat (menunjuk) ketika tasyahud > adalah tidak digerak-gerakkan. Wallahu A'lam." > > yg mana hadits2 yg menyatakan menggerak2an jari ketika tasyahud > adalah hadits Syadz yg telah menyelisihi banyak perawi, > saya yg awam mengenai ilmu hadits dan hanya mengikuti perkataan > para 'ulama yg saya anggap tsiqoh menjadi rujukan dikarenakan > kebenaran2 yg sesuai manhaj salafus sholih dan juga dgn > memperhatikan adanya khilaf dlm permasalahan fikih, saya jadi > kembali berfikir berarti apa yg saya lakukan selama ini adalah > berdsarakan hadits dhaif ? > > namun ketika saya coba ulangi baca lagi artikel dari atas pd hal.3 > disebutkan juga suatu kesimpulan : > > "Seluruh hadits yang menerangkan jari telunjuk tidak digerakkan sama > sekali adalah hadits yang lemah tidak bisa dipakai berhujjah." > > saya jadi berfikir utk kedua kalinya, kok antara kesimpulan di hal.5 > dan kesimpulan hal.3 seakan2 bertolak belakang. Karena dikatakan > menggerak2an jari adalah hadits syadz (hal.5), sedangkan seluruh > hadits yg menerangkan jari telunjuk tidak digerakkan adalah lemah > (hal.3), lho jadi kita ketika tasyahud apa yg musti dilakukan ? > Digerakkan atau tidak digerakkan ? atau harus bagaimana ? > > Mohon kiranya bagi yg faham tentang masalah ini dapat > menjelaskan....sehingga kami yg masih awam bisa mengambil sikap dlm > mengamalkan sunnah. > > Wassalamu'alaykum > > Abu Abdirrahman > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Behalf Of Galih YS > Sent: Wednesday, June 29, 2005 1:09 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [assunnah] Menggerakkan jari saat tasyahud awal/akhir > > > Assalamu'alaikum Wr.Wb. > > Insya'allah bermanfaat. > > Wassalam > ----- Original Message ----- > From: "Ismail Ridho" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, June 28, 2005 1:58 PM > Subject: [assunnah] Menggerakkan jari saat tasyahud awal/akhir > > > > Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuhu > > > > Ana mau tanya, saat posisi duduk tasyahud awal maupun akhir yang benar itu > kita menggerak-gerakkan jari atau tidak. Mohon informasi berikut hadits yang > mendukungnya. Kalau sudah ada yang pernah menanyakannya, ana mohon maaf > karena mengulang. Terima kasih. > > > > Assalammualaikum > > > > Ismail Ridho > > Jakarta ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
