On 4/8/06, hata san <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum >
Wa 'alaikumus salaam warahmatullah > =Apakah salah PKS menuruti metode ikhwanul Muslimin? Apakah tiada politik > dalam islam? Harakah (pergerakan politik) adalah salah satu medan dalam > menegakkan islam. Dengan adanya pergerakan polotik umat islam boleh > menggunakannya untuk memerintah negara. Apabila umat islam dapat > memerintah negara mereka mudah la untuk mereka untuk menghukum dengan > hukum Allah. > Pak Hata, mengingkari PKS atau Ikhwanul Muslimin karena kelirunya metode mereka bukan berarti mengingkari adanya politik dalam Islam. Ini adalah syubhat yang sering dilontarkan pengikut mereka. Analoginya, jika si A berjualan khamr dan dilarang si B, lantas si A berkelit dengan berkata "Lho kamu kok mengharamkan menjual minuman! Minuman kan penting bagi manusia". Alasan si A keliru sekali karena B tidaklah melarang segala jenis minuman. Begitu pula di sini, politik sebagai cara-cara pengaturan negara dan masyarakat diatur dalam Islam. Namun dalam pelaksanaannya itu harus sesuai tuntunan syari'at. Salah satu kitab yang membahas politik Islam adalah al-Ahkamus Sulthaniyah karya al-Imam al-Mawardi rahimahullah. Kitab ini dirujuk oleh al-Akh Beta Sagita. Sebagai contoh, dalam Islam segala urusan harus diserahkan pada ahlinya; akan tetapi, dalam demokrasi semua orang dipandang sama, baik yang 'alim maupun yang jahil, baik yang ahli ibadah maupun yang ahli maksiat, baik yang muslim maupun yang kafir. Apakah cara ini sesuai Islam? Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama." (QS. as-Sajdah 32:18) "...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. al-Mujadilah 58:11) > =Saya ingin bertanya, apakah ikhwanul muslimin itu salah? sehinggakan kita > tidak boleh mengikut mereka? apakah sebab sehingga ianya dianggap salah? > sesungguhnya Allah lah yang lebih mengatahui siapa yang salah dan siapa yang > betul. > Di antara masalah metode Ikhwanul Muslimin adalah kurangnya perhatian terhadap pengajaran aqidah yang shahih. PKS misalnya menghimpun orang untuk mendukung mereka namun mereka tidak mengajarkan masalah aqidah dasar bahkan pada kader mereka. Saya kenal seorang kader PKS yang telah mengikuti kajian mereka lebih dari 5 tahun dan orang tuanya juga kader PKS. Ketika saya menanyakan "Di manakah Allah?", ia tidak dapat memberikan jawaban yang sesuai contoh dari as-Sunnah. Bahkan pertanyaan itu sendiri tidak pernah didengarnya sebelumnya. Benar bahwa Allahlah yang lebih mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar; namun Allah Ta'ala tidaklah membiarkan manusia tanpa tuntunan untuk membedakannya. > =Apakah benar bahawa demokrasi itu syirik? datang kan kepada saya dalil > jelas menunjukkan bahawa demokrasi itu syirik. Adakah saudara betul-betul > faham dengan konsep demokrasi? atau saudara memperkatakan sesuatu yang > saudara belum pasti. Mengikut apa yang saya fahami (jika saya salah > perbetulkan saya) demokrasi adalah berkonsepkan pilihan suara terbanyak. > Allah 'Azza wa Jalla berfirman (yang artinya): "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (QS. al-An'aam 6:116) Telah dikemukan di awal mengenai rusaknya konsep demokrasi yang menyamakan suara setiap orang dalam pengambilan keputusan. > Bukankah itu konsep yang digunakan ketika perlantikan Saidina Ali, ketika > sebahagian para sahabat menggangkat beliau (membai'at) dan sebahagian tidak > membai'at. Konsep domokrasi adalah sama dengan konsep syura, pendapat > ijmak ulamak sama seperti pemenang majoriti, manakala pendapat yg terkeluar > dari ijmak adalah pendapat minoriti. > Ketika Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu dibai'at di Madinah, apakah menunggu pemilihan suara dari shahabat-shahabat yang ada di Syam dan wilayah lainnya? Tidak, karena mereka tidaklah menerapkan sistem demokrasi. Syura bukanlah demokrasi karena dewan syura atau ahlul halli wal aqdi berisikan orang-orang yang 'alim. Dewan syura juga tidak boleh memutuskan sesuatu yang telah jelas ketetapannya dalam syari'at. Dalam demokrasi, jika sesuatu didukung oleh mayoritas maka akan ditetapkan walaupun bertentangan dengan syari'at. Yang haram dapat dihalalkan jika direstui mayoritas. Ijmak ahli ilmu adalah kesepakatan dan menjadi dalil. Sedangkan mayoritas atau jumhur belum tentu benar. Dalam demokrasi, ilmu bahkan ke-Islam-an tidak bernilai. Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu berpesan: "Al-Jama'ah itu ialah apa saja yang mencocoki kebenaran, walaupun engkau sendirian (dalam mencocoki kebenaran itu). Maka kamu seorang adalah Al-Jama'ah." > =Seperti yang saya belajar dalam tarikh islam, perlantikan 4 orang khulafa' > ar-roshidin adalah melalui 4 cara. > 1.Abu Bakar-Melalui proses syura para sahabat bersepakat untuk melantik Abu > Bakar. > 2.Perlantikan Umar adalah cadangan oleh Abu Bakar. > 3.Perlantikan Uthman adalah berdasarkan cadangan 10 nama yang di cadangkan > oleh Umar, dan para sahabat telah memilih Uthman. > 4.Perlantikan Saidina Ali adalah berdasarkan pengangkatan oleh sebahagian > sahabat. > No. 1, 3, dan 4 adalah metode yang sama yakni dipilih oleh ahlul halli wal aqdi atau dewan syura. Sedangkan ditunjuknya Umar radhiallahu 'anhu oleh Khalifah Rasulullah, Abu Bakar radhiallahu 'anhu adalah metode yang lain. Dapat diperhatikan bahwa ketika Abu Bakar dipilih di Madinah, diawali dengan bai'at oleh Umar bin al-Khaththab yang diikuti oleh shahabat lainnya. Mereka tidak menunggu pemungutan suara dari muslimin di Makkah dan daerah lainnya. Jadi bukan demokrasi. Begitu pula pada pelantikan Ali bin Abi Thalib. Penunjukan Umar bin al-Khaththab sebagai penguasa oleh Abu Bakar adalah metode yang "dimusuhi" demokrasi. Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu dipilih oleh 6 orang yang dibentuk Umar (di dalamnya termasuk Utsman). Ini "menentang" demokrasi karena dewan ditunjuk oleh penguasa sebelumnya, bukan dipilih rakyat. Contoh lainnya adalah penyerahan kekuasaan oleh al-Hasan bin 'Ali radhiallahu 'anhuma kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu 'anhuma untuk mempersatukan umat. Ini juga tidak "demokratis". Itulah teladan-teladan oleh para pendahulu kita yang mulia. Mereka semua menyelisihi demokrasi. > =Setiap orang tidak terlepas dari kekurangan, saya percaya PKS berusaha > sedikit demi sedikit untuk melaksanakan syariat. Adakah kita berusaha untuk > menghidupkan bank-bank syariah, kita semua tidak terlepas dari kekurangan, > dan kita harus tahu bahawa bank syariah yang banyak kekurangan itu adalah > lebih baik dari bank mewah dan lengkap tetapi mempunyai riba. Kita > seharusnya menyokong penubuhan bank shariah dan jangan memandang > kekurangannya sahaja, dan kita tidak melakukan sesuatu untuk untuk menjauhi > riba. > Benar bahwa tidak ada yang terlepas dari kekurangan dan tidaklah orang yang mengingkari PKS terbebas dari kekurangan; itulah kenapa kita harus saling menasihati dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar. Cara menasihati juga tergantung tingkat kesalahannya; terkadang perlu dengan lembut, terkadang perlu dengan keras. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pun pernah menegur dengan lembut maupun dengan keras. Dalam contoh bank, apakah mengkritik praktik bank syariah hari ini berarti mendukung bank ribawi? Sama sekali tidak mesti begitu. Jika kritik itu benar, bank syariah harus berusaha memperbaiki dirinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Aali Imraan 3:110) > =Apakah benar apa yang saudara katakan atau saudara mendengar kabar berita > dari seorang yang fasik. > Yang saya pahami dari tulisan al-Akh Beta Sagita adalah ia membaca berita itu dari majalah Tarbawi. Majalah Tarbawi ini adalah majalah yang populer di kalangan kader PKS. > =Betul kata-kata saudara kita tidak boleh menolak hadis sama ada ianya ahad > atau mutawatir, akan tetapi yang lebih penting kita harus perhatikan darjat > hadis itu sama ada sohih, hasan, atau dhoif. > Benar. Yang menjadi sorotan di sini adalah caleg itu menolah pendapat bolehnya menjadikan perempuan sebagai presiden dengan mengkritik status kemutawatiran hadits itu. Ia tidaklah mengkritik dari segi keshahihannya atau segi penarikan dalilnya. > =Mencela goyang inul sememangnya baik, kerana jelek sekali goyang inul itu. > Kita kena paham berhibur adalah fitrah maknusia, kita tidak boleh menghalang > fitrah maknusia. Islam datang bukanlah menghalang fitrah maknusia akan > tetapi memperbetulkan caranya dan mengawalnya. Islam tidak menyekat hiburan > akan tetapi mengawal hiburan ini. Adalah lebih baik kita menonton lagu > nasihat (nasyid) dari menonton goyang inul, kerana dalam nasyid itu ada > nasihat-nasihat yang berguna. > Menolak goyang Inul bukan berarti selain goyang Inul boleh. Hiburan sebagaimana juga politik harus dilakukan sesuai tuntunan syari'at. Dalam masalah nasyid perlu ada perincian yang cukup panjang. Silakan lihat bahasan masalah nyanyian dan musik di Ighatsatul Lahfan dan Kasyful Ghitha' 'an Hukmi Sama'il Ghina' karya Ibnul Qayyim rahimahullah. PKS menggiatkan nasyid sehingga seakan menjadi aktivitas rutin kader-kadernya. Nasyidnya pun bermacam hingga yang menggunakan alat musik. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ ارْجِعْ إِلَيْنَا غَداً فَيُبَيِّتُهُمْ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ "Akan ada sebagian di antara umatku yang menghalalkan zina (al-hir), sutera (al-hariir), dan minuman keras (al-khamr) serta alat-alat musik (al-ma'aazif). Kemudian sebagian di antara kaumku akan ada yang turun di sisi gunung, lalu datang orang yang membawa ternak-ternak mereka dan mendatangi mereka untuk suatu keperluan. Mereka berkata: 'Datanglah lagi kemari besok.' Maka malam itu Allah menghancurkan mereka, Allah meruntuhkan gunung tersebut dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari Kiamat." (HR. al-Bukhari) Dalam Nailul Authar, asy-Syaukani rahimahullah berkata: وقد اختلف في الغناء مع آلة من آلات الملاهي وبدونها فذهب الجمهور إلى التحريم مستدلين بما سلف. "Para ulama telah berbeda pendapat tentang nyanyian yang disertai alat-alat musik, atau nyanyian tanpa alat musik. Mayoritas ulama mengharamkannya, dengan dalil-dalil yang telah disebutkan di atas (hadits-hadits)." > =Tidakkan saudara mendengar hadis ke 4 dalam arba'in nawawi? dalam hadis itu > menyatakan bahawa siapa yang melakukan amalan ahli jannah sehingga > jaraknya dengan syurga adalah sehasta, akan tetapi ia telah mendahului kitab > amalannya dengan melakukan amalan ahli neraka, maka ia akan memasukinya.( > 1) > Hadits Ibnu Mas'ud dalam al-Arba'in itu adalah masalah takdir yang merupakan masalah ghaib. Tidaklah lantas berarti dosa besar seperti zina menghapuskan seluruh amalan sebagaimana perkataan dalam sinetron itu. Justru kita dapati dalam as-Sunnah mengenai kisah seorang perempuan yang berzina dan bertaubat bahkan meminta dihukum kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Beliau pun memuji perempuan itu. Kita dapati pula kisah seorang pelacur yang turun ke sumur mengambil air dengan sepatunya untuk memberi minum seekor anjing. Allah Subhanahu wa Ta'ala pun mengampuni dosa perempuan itu. Pemahaman ahlus sunnah wal jama'ah adalah bahwa mukmin yang melakukan dosa besar tidak kafir. Jika Allah Ta'ala menghendaki, Ia akan mengadzabnya dan jika Ia menghendaki, Ia akan mengampuninya. Allahu Ta'ala a'lam. Kita takut akan siksa-Nya namun kita tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. an-Nisaa' 4:48) Lihat juga QS. 4:116. Sedangkan terhapusnya amalan terjadi ketika seseorang terjatuh dalam kesyirikan besar atau kekafiran sebagaimana firman Allah Ta'ala (yang artinya): "Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi." (QS. al-Maa-idah 5:5) "Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." (QS. al-Kahfi 18:105) "Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. al-Ahzab 33:19) "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. az-Zumar 39:65) Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan koreksi jika ada yang keliru. Kebenaran hanyalah dari Allah Ta'ala dan kesalahan datang dari diri saya dan syaithan. Semoga dapat bermanfaat. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
