assalamu 'alaikum....

Dari ketiga jawaban yg diberikan dari ustad tersebut nampak sekali minimnya hujah yg dia sampaikan atau bahkan tanpa hujah sama sekali. sanggahan dari ketiga jawaban tsb antara lain ;

1. kaidah hukum muamalah itu semuanya diperbolehkan sampai ada hukum yg melarangnya, sedangkan kaidah ibadah pada dasarnya adalah haram sampai ada hujah yg memerintahkan. kalau dia beralasan karena tidak ada larangan, antum tanya kenapa kita tidak shalat subuh 3 rakaat saja karena tidak larangannya dan jumlah rakaatnya lebih banyak mungkin pahalanya lebih banyak lagi.

untuk no 2. dan 3. adalah jawaban orang yg biasa melakukan bid'ah. tapi coba berpikir mambaca laqur'an itu baik tetapi kenapa rasul melarang membaca di kuburan ? karena itu itu jgn selalu berpikir melakukan ibadah itu lebih baik dari pada............, tapi sekali lagi selama ibadah itu tidak ada contohnya dari rasul maka amalan itu tertolak.

saran ana, carilah kajian yg lebih baik lagi. kalau memang kajian tsb yg terdekat, ga apa2 tetap ikuti tapi antum harus memfilter dengan berguru kepada yg lain yang lebih mengikuti sunnah Rasul SAW dan membaca kitab-kitab..

wallahu 'alam.

 

wassalamu 'alaikum



"Agus Nadi" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
05/22/2006 07:16 PM ZE7
Please respond to assunnah

To: <[email protected]>
cc:
bcc:
Subject: [assunnah] [Mohon nasehat] Apa yg harus saya lakukan ?


Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.

Masjid dekat kantor saya setiap hari senin ada pengajian membahas kitab tafsir dan saya biasanya datang mengikuti pengajian tersebut. Selama saya mengikuti pengajian tsb saya menilai ustadznya bagus cara menerangkan kitab tafsirnya (menurut saya). Persoalannya ketika ada yg bertanya pada ustadz tsb mengenai hukum qunut subuh, tahlilal, merayakan Maulid Nabi, meng-azan kan mayit dlm kubur, sholat sunat sesudah sholat asar, shubuh beliau menjawab dengan jawaban sbb ;

1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya.

2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik kita yasinan.
3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab :  Dari pada kita nyanyi lebih baik kita azan.

Saya mohon nasehat dari antum sekalian, apa saya terus mengikuti pengajian tsb?, atau bagai mana cara menyanggah jawabannya. Terus terang jika untuk menyanggahnya saya tidak ada ilmunya. Dan pengajian tsb satu-satunya yg dekat dengan kantor saya.

Wasalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
Agus




--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Islam Beliefs Religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke