2006/5/22, Agus Nadi <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>  Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
>

Wa alamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.

> Masjid dekat kantor saya setiap hari senin ada pengajian membahas kitab
> tafsir dan saya biasanya datang mengikuti pengajian tersebut. Selama saya
> mengikuti pengajian tsb saya menilai ustadznya bagus cara menerangkan kitab
> tafsirnya (menurut saya). Persoalannya ketika ada yg bertanya pada ustadz
> tsb mengenai hukum qunut subuh, tahlilal, merayakan Maulid Nabi, meng-azan
> kan mayit dlm kubur, sholat sunat sesudah sholat asar, shubuh beliau
> menjawab dengan jawaban sbb ;
>
> 1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya.
>

Setahu saya ada kaidah fiqh yg menyatakan
"ibadah itu pada dasarnya haram kecuali yg diperintahkan" ====> menunjukkan
betapa Islam sgt strict thd masalah ini dan nggak boleh ada inovasi /
bid'ah.
"Muamalah itu pada dasarnya boleh kecuali yg dilarang" ====> menunjukkan
bolehnya inovasi

Jangan terbalik. Sebaiknya ustadz tsb diingatkan.
Sekarang memang jamannya inovasi, tapi agama nggak boleh di-inovasi
(ditamabah atau dikurangi)

> 2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik
> kita yasinan.
>

apkah definisi yasinan itu. Kalo hanya mbaca surat yasin saja ya gak apa2.
Tapi kalau bacanya ada kriterianya, misalnya utk peringatan ke sekian hari
org yg meninggal, maka org berkumpul sama2 utk baca yasin dan doa. Lha yg
demikian itu insya Allah bid'ah. Karena Rasulullah dan para sahabat nggak
pernah kumpul2 utk acara seperti itu.

Peringatan ke sekian hari nya (1,7,40,1000 hari) adalah perayaan umat hindu.
Saya pikir, dulu para sunan (wali songo) merubah perayaan itu jadi islami dg
cara memberi tambahan doa2 dan kalimat tauhid agar banyak org yg tertarik
memeluk islam. Insya Allah niat para sunan itu baik dan insya Allah para
sunan itu pun juga berencana menghilangkan tradisi itu, tapi step by step.
Yg sgt disayangkan adalah dakwah para sunan belum selesai dan mungkin para
muridnya banyak yg taklid buta. Ya jadinya kayak seperti hari ini. Allaahu
A'lam

> 3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab :  Dari pada kita nyanyi lebih
> baik kita azan.
>

However, adzan itu utk panggilan solat. Dan Rasulullah gak pernah nyuruh
sahabatnya meng adzankan mayit. Kalo maksudnya ustadz itu mengadzankan mayit
lebih baik ketimbang memberi nyanyian kayak jenazah umat kristen, tentu saja
nggak bisa disamakan. Krn ibadah itu pada darnya haram kecuali yg
diperintahkan. Kita gak bisa inovasi dlm agama ini meski kelihatannya baik.
Kebaikan adalah apabila sesuai sunnah, nggak bisa asal kata orang baik.

> Saya mohon nasehat dari antum sekalian, apa saya terus mengikuti pengajian
> tsb?, atau bagai mana cara menyanggah jawabannya. Terus terang jika untuk
> menyanggahnya saya tidak ada ilmunya. Dan pengajian tsb satu-satunya yg
> dekat dengan kantor saya.
>
> Wasalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.
>

Wa alamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh.

Agus
>

hanif





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke