assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh apabila membaca Qur'an bagi wanita haidh dilarang, maka bagaimana dengan : 1. Apabila wanita haidh hendak makan (banyak hadith shahih yang memerintahkan untuk membaca 'bismillahirrahmaanirrahiim' ketika kita akan makan), sementara bacaan bismillahirrahmaanirrahiim merupakan bagian dari Al-Quran. 2. Apabila wanita haidh hendak berdo'a diluar shalat (menurut beberapa hadith shahih, do'a terbaik adalah do'a yang berasal dari Al-Quran)
Adapun hadith-hadith tentang keutamaan amal di atas tidak ada pengecualiannya. mohon pencerahan, jaazakallah khairan katsiiran wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ----- Original Message ----- From: "makmur" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, July 31, 2006 1:22 PM Subject: Re: [assunnah] Tidak Boleh Membaca Al qur'an > ----- Original Message ----- > From: "aam aminah" <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, July 31, 2006 8:52 AM >> Assalamu'alaikum waRohmatullohi wa Barokatuh >> Akhfillah. Adakah dasar hadits yang melarang membaca Al qur'an / >> memegang mushaf ketika sedang haid?. karena teman-teman di kosan ana >> terdiri dari berbagai pemahaman tentang masalah ini. mohon penjelasan! >> jazakalloh khairan katsira >> Wassalamu'alaikummussalam warohmatullohi wabarokatuh > > MEMBACA AL-QUR'AN BAGI WANITA HAID > > Oleh > Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin > sumber http://www.almanhaj.or.id > > Pertanyaan > Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kami pernah mendengar > fatwa > Anda yang menyatakan bahwa yang lebih utama bagi seorang wanita haid > adalah > tidak membaca Al-Qur'an kecuali untuk suatu kebutuhan, mengapa tidak > membaca > Al-Qur'an yang lebih utama, sementara dalil-dalil yang ada menunjukkan hal > yang bertentangan dengan yang Anda katakan ? > > Jawaban > Saya tidak tahu yang dimaksud oleh penanya, apakah ia menginginkan > dalil-dalil yang dijadikan alasan oleh yang melarangnya ataukah penanya > ini > mnginginkan dalil-dalil yang membolehkan wanita haidh membaca Al-Qur'an, > tapi yang perlu saya sampaikan di sini adalah bahwa ada beberapa hadits > dari > Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. > > "Artinya : Wanita haidh tidak boleh membaca suatu apapun dari Al-Qur'an". > > Akan tetapi hadits-hadits seperti ini yang menyatakan larangan bagi wanita > haidh untuk membaca Al-Qur'an bukan hadits-hadits shahih, jika > hadits-hadits > tersebut bukan hadits-hadits shahih, maka hadits-hadits tersebut tidak > bisa > dijadikan hujjah dan tidak boleh melarang wanita haidh membaca Al-Qur'an > hanya berdasarkan hadits-hadits yang tidak shahih ini, tapi adanya > hadits-hadits seperti ini menjadikan adanya syubhat, maka berdasarkan > inilah > kami katakan bahwa yang lebih utama bagi seorang wanita haidh adalah tidak > membaca Al-Qur'an kecuali jika hal itu dibutuhkan, seperti seorang guru > wanita atau seorang pelajar putri atau situasi-situasi lain yang serupa > dengan guru dan pelajar itu. > > [Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Ibnu Utsaimin, 2/278] > > > [Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi > Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, > hal. > 60-61 terbitan Darul Haq penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin] > > Sumber : > http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=902&bagian=0 Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
