Wa'alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh
Semoga Artikel berikut ini dapat bermanfaat bu,
Shalat Tasbih
Dalil yang sah tentang shalat tasbih adalah hadits Nabi Shalallahu alaihi wa sallam berasal dari jalan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1297 dan Ibnu Majah no. 1386.
Hadits tersebut memiliki derajat hasan lighairihi (yaitu suatu hadits yang awalnya dhaif namun naik derajatnya menjadi hasan karena didukung hadits lain sebagai penguat atau memiliki syawaahid) dan dinilai kuat oleh sekelompok ulama diantaranya : Imam an Nawawi, Imam al Hafizh Ibnu Hajar, Imam as Suyuthi, Syaikh Ahmad Syakir dan Syaikh al Albani.
Lalu berkaitan dengan hukum shalat tasbih, para ulama
memiliki pendapat yang berbeda. Ibnul Mubarak dan ulama Syafiiyyah menghukumi dengan mustahab (dianjurkan) (al Majmu III/647 dan Nihayah al Muhtaj II/119), sebagian ulama Hanabilah menghukuminya mubah (boleh) (al Mugni II/132) tetapi Imam Ahmad sendiri menghukumi bahwa shalat tasbih tidak disyariatkan (al Mugni II/132) karena beliau menilai hadits yang berkaitan dengan shalat tasbih tidak ada yang shahih.
Lahiriyah hadits menyebutkan bahwa shalat tasbih itu dikerjakan dengan satu salam, baik malam maupun siang hari, sebagaimana yang dikemukakan oleh Al Qari di dalam Kitab Al Mirqaat dan Al Mubarkafuri di dalam Kitab At Tuhfah I/349.
Shalat Tasbih dikerjakan 4 rakaat. Setiap rakaat setelah selesai membaca Al Fatihah dan satu surat lainnya maka hendaklah mengucapkan, SubhaanallaH wal hamdulillaH wa laa ilaHa ilallaH wallaHu
akbar sebanyak 15 kali.
Kemudian ruku lalu dibaca lagi bacaan tersebut di atas sebanyak 10 kali kemudian bangkit dari ruku dan membacanya lagi sebanyak 10 kali. Selanjutnya turun bersujud, lalu membacanya 10 kali, kemudian duduk diantara 2 sujud dan dibaca lagi 10 kali, kemudian bersujud lagi dan mengucapkannya 10 kali. Lalu mengangkat kepala dan pada posisi duduk sebelum berdiri membaca lagi sebanyak 10 kali. Jadi jumlah bacaan tasbih pada setiap rakaat adalah 75 kali. Dan total bacaan untuk 4 rakaat adalah 300 kali.
Bacaan tasbih tersebut (SubhaanallaH wal hamdulillaH wa laa ilaHa ilallaH wallaHu akbar) dibaca setelah bacaan dzikir yang telah ditetapkan pada tempatnya masing masing di dalam shalat. Misalnya ketika ruku, bacaan tasbih di atas dibaca setelah membaca, Subhaana rabbiyal azhiim, begitu pula ketika itidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan
lainnya.
Shalat tasbih ini diusahakan dilakukan minimal seumur hidup sekali sebagaimana ucapan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pada hadits yang telah ditakhrij di atas,
Jika engkau mampu mengerjakannya setiap hari satu kali, maka kerjakanlah. Dan jika engkau tidak bisa mengerjakannya setiap hari maka kerjakanlah setiap satu Jumat satu kali. Dan jika tidak bisa, maka kerjakanlah sekali setiap bulan. Dan jika tidak bisa, maka kerjakanlah satu kali setiap tahun. Dan jika tidak bisa juga, maka kerjakanlah satu kali selama hidupmu.
Walaupun ada pendapat tentang disyariatkannya shalat Tasbih, namun sengaja melakukan shalat ini pada malam 27 Ramadhan dan berkumpul di Mesjid untuk melakukannya, maka hal ini adalah bidah yang tidak ada asalnya. WallaHu alam.
Maraji :
- Meneladani Shalat Sunnah Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam, Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Pustaka Imam asy Syafii, Cetakan Kedua, Rabiul Awal 1425 H/April 2004.
- Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, Syaikh Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Rajab 1427 H/Agustus 2006 M.
Semoga Bermanfaat.
"Lisverna [Pri-Ti]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum,
Mohon bantuannya mengenai sholat tasbih, beserta dalil-2nya.
Ibu saya tinggal di Melbourne (upwey) yang mana hanya ada kajian jama'ah tabligh.
Kadang mereka mengerjakan sholat tasbih berjama'ah...
Adakah tununan dari Rasulullah mengenai sholat tasbih ini?
Terima kasih,
Ina
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR.
Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]
Check out the New Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
