Wa'alaykumsalam wa rahmatullahi wa barokatuh
1. Dalam Syarah Aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah Ust. Yazid cetakan ke-3, hal
295, bab 29 tentang turunnya Nabi Isa, disebutkan bahwa Alloh mengangkat Nabi
Isa dalam keadaan hidup dengan ruh dan jasadnya. Ini sebagaimana diterangkan
juga dalam tafsir Ibnu Katsir surat An Nisa ayat 157-158, dalam uraian yang
panjang disebutkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Isa dianggkat oleh Alloh melalui
ventilasi itu menuju langit setelah Nabi Isa berkata Siapakah diantara kalian
yang mau diserupakan denganku dan menggantikan tempatku untuk dibunuh dan akan
bersamaku dalam derajatku....dan seterusnya.
Jika diangakatnya tidak berserta jasadnya maka tidak ada beda dengan kamu
muslimin yang lain yang dianggkat ruhnya jika mengalami kematian.
Selanjutnya mengenai hakekat kematian Nabi Isa yang yang disebutkan dalam
surat ali imron ayat : 55 yang bunyi artinya: Sesungguhnya Aku akan
menyampaikanmu pada akhir ajalmu dan mengangkatmu pada-Ku. Di dalam tafsir
Ibnu Katsir disebutkan bahwa mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud
dengan dengan kematian (ajal) tersebut adalah tidur, sebagaimana firman-Nya
dalam surat Al Anam : 60.
Adapun hakekat kehidupan Nabi Isa pada saat ini, hanya Allohlah Yang Maha
Mengetahui yeng tau, sebagaimana hakekat kelahiran beliau yang tidak mempunyai
ayah.
2. Kita harus menyakini akan turunnya Nabi Isa sebagaimana disebutkan dalam
banyak hadits. Ini merupakan keyakinan ahlusunnah wal jama'ah, dan bisa
mengakibatkan keluarnya dia dari islam jika tidak meyakininya. Wallahualam.
Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barokatuh
anisah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'laikum wa rahmatullahi wa barakatuh
1. Ada sebuah wahyu yang menyatakan, "Dan tidaklah kami jadikan seorang
manusia pun sebelummu abadi," (Al Anbiya':34). Dan ada sebuah
hadist, "Tidak ada satu jiwa pun yang bernafas pada hari ini yang datang
dari zaman seratus tahun sebelumnya, sedangkan dia saat sekarang ini
masih hidup," (Hadist Riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari Jabir).
Lalu, bagaimana dengan Nabi Isa? Selama ini saya masih mencari jawaban
ttg kebenaran akan turunnya Nabi Isa ke bumi di Menara Puith di Damaskus
dan akan membunuh Dajjal. Apalagi juga ttg kedatangan Imam Mahdi yang
akan membunuh babi, dan menghapuskan pajak.
Walaupun sudah banyak artikel yang saya baca ttg turunnya Nabi Isa, tapi
entah kenapa saya masih belum puas atas penjelasan yang dijabarkan dalam
artikel2 tersebut. Walaupun banyak menukil dalil2 wahyu yang shahih.
Tapi tak ada satu keterangan pun yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih
hidup.
Yang ada hanyalah bahwa roh nabi Isa diangkat ke langit. Dan akan turun
ke bumi pada hari kiamat nanti.
Mengingat bahwa itu termasuk Prinsip Kaidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah,
maka saya ingin sekali mengimaninya karena saya gk mau dibilang ahlu
bid'ah.
2. Apakah tidak mengapa jika saya tidak mengimani akan datangnya Nabi
Isa, karena hal tersebut bukanlah termasuk dalam rukun iman? Apakah
dengan demikian saya adalah termasuk kaum munafiqun, mengimani sebagian
tetapi mengingkari sebagian yang lain? Sesungguhnya saya berhindar diri
dari hal-hal yang demikian.
Mohon lengangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini, dan hanya kepada
Allah lah saya mengarap pahala kebaikan.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
Anisah M
Antarmitra Sembada, PT
Marketing Healthcare Division
[EMAIL PROTECTED]
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/