maaf, yg no. 5 itu maksud saya
Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat, sirah 
salafus salih, etc ketimbang mengorek2 kesalahan orang islam dari jamaah 
apapun. Kalau dicari, ya pasti ada. Buat apa? Kesalahan saya juga banyak dan 
saya tidak tahu bagaimana nanti kalkulasinya di akhirat. Semuanya juga manusia 
biasa dan bukan Nabi dan bukan malaikat. Sebaik2 muslim sekarang saya yakin 
nggak akan bisa menyamai generasi dulu.

Saya pernah ketemu anjing2 yahudi, tersiksa secara mental, finansial, etc di 
negeri kafir, tidak ada yang menolong kecuali muslim walau satu sama lain gak 
saling kenal sebelumnya, dan gak faham bahasa satu dengan yang lain (Dia bahasa 
prancis dan gak bisa bahasa inggris sedangkan saya pada hari2 pertama di paris 
hanya bisa bahasa inggris dan gak bisa bahasa prancis). Tapi bisa match, saling 
tolong hanya karena SESAMA MUSLIM. Teman itu hanya Allah yang memberi. Ketika 
pindah negara, hanya satu yang saya tuju pertama kali, yaitu masjid. Di sanalah 
orang islam berada. Kalau antum pernah mengalami seperti yang saya alami, 
mungkin antum akan lebih mengerti apa yang namanya itu ukhuwah islamiyah.

Saya buka rahasia lagi. Semoga Allah melindungi dari riya'. Apakah rahaasianya 
memiliki teman yang satu sama lain nggak kenal sebelumnya dan beda negara dan 
beda segalanya lah pokoknya. Rahasianya adalah jamaah solat subuh. Siapapun 
yang rajin solat JAMAAH subuh ke masjid (apalagi solat jamaah subuh di negeri 
kafir), siapapun dia, pasti saya percaya padanya. Dia (insya Allah) pasti bisa 
dipercaya.

Antum semua, hampir semuanya tinggal di indonesia. Bahasa sama, warna kulit 
sama, agama sama. Cobalah untuk mempererat silatur rahim sesama muslim dan 
bukan sesama jamaah saja. Berdakwahlah dengan cara yang ahsan kalau antum 
mengaku salafy.

Sekali lagi, dunia ini luas akhi. Tidak selebar daun kelor. Manusia itu juga 
banyak tipenya. Apa yang antum temui di suatu lokasi tidak bisa digunakan 
ukuran untuk membuat stigma tertentu.

Hanif


[Catatan Admin]
Kami hanya mengingatkan kepada antum, seluruh pelanggan milis Assunnah, untuk 
dapat tetap fokus terhadap permasalahan yang sedang dibahas. Mohon dapat tetap 
memperhatikan kaidah penggunaan bahasa yang baik terhadap email yang akan 
dikirimkan ke milis Assunnah. Tunjukkan akhlak yang baik, pun di dalam gaya 
penulisan email yang antum lakukan. Semoga menjadi lunak hati orang yang keras 
terhadap dakwah ini, dengan santunnya akhlak antum. Demikian tambahan informasi 
yang dapat kami sampaikan. Wallahu'alam



On 28/02/07, hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh
>
> saya ingin konfirmasi sedikit
>
> 1. Saya TIDAK PERNAH ketemu veteran/pejuang Afghan atau bumi jihad yg lain
> 2. SAYA BENCI SYIAH, tahu sejarah timbulnya syiah, tahu perkembangannya,
> sampai sekarang.
> 3. SAYA TIDAK PERNAH INGIN MENYATUKAN SUNNAH - SYIAH.
> 4. Pengalaman saya tentang jamaah terbatas hanya di Surabaya (bukan
> indonesia lho. Indonesia itu luas banget), Paris, East London (London itu
> juga gedhe banget), dan Sharjah-UAE
> 5. Saya lebih suka membaca buku sirah Nabi, akhlak salaf, sirah sahabat,
> sirah salafus salih, etc ketimbang mengetahui akhlak orang islam jaman
> sekarang dari jamaah apapun.
>
> salam,
>
> Hanif
>
>
>
> On 28/02/07, shaqeel_muhannad <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
> >
> > Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh wa maghfiratuh
> > waffaqakallahu wa iyyana likulli khoir
> >
> > Apa yang anda ceritakan itu adalah pengalaman pribadi anda yang
> > kebetulan sedikit "manis". Kalau anda survey langsung ke lapangan dan
> > membuat sensus soal pengalaman ikhwah salafiyin dengan jam'aat hizbiyah anda
> > akan menemui banyak pengalaman yang mungkin sangat menyedihkan. Dan anda
> > perlu ingat, bahwa masalahnya bukan kita tidak mau memperkecil friksi antar
> > jama'ah, tapi jelas-jelas manhaj mereka itu menyebabkan mereka bermu'amalah
> > dengan kita seperti itu. Bagaimana kisah Syaikh al-Albany di Yordan dengan
> > mereka anda sudah tahu kan? Kalo anda punya kaset silsilatul huda wan nuur
> > (kumpulan ceramah beliau) coba dengarkan kaset nomer 699 anda akan tahu.
> > Kemudian bagaimana Syaikh Jamilurrahmaan al-Afghany rahimahullah meninggal
> > dunia anda tahu kan? Baca bayan tentang ini di web nya Syaikh Muqbil (kalo
> > masih ada) atau dengarkan silsilatul huda kaset nomer 500, dan siapa
> > pembunuhnya, coba tanyakan kawan-kawan anda yang veteran afghan! Belum lagi
> > perlakuan mereka kepada kawan-kawan saya disini yang dengan tulus ingin
> > menuntut ilmu ke masyayikh. Anda tidak bisa abaikan itu. kemudian bagaimana
> > sikap jamaah IM di Yordan ketika ada 2 anggotanya yang mengundang Syaikh
> > al-Albany untuk menyampaikan ceramah di rumahnya?
> >
> > Saya dengan ini semua bukannya ingin memecah belah ummat, tapi hanya
> > ingin mengingatkan anda bahwa, ummat ini bersatu bukan di bawah da'wah
> > taqriib atau tauhidus shufuuf dengan memperkecil friksi antar jama'ah, tapi
> > dengan belajar dan mengamalkan ilmu yang kita warisi dari Rasulullah
> > shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi al-quruun al-mufaddhalah. Dan
> > anda harus ingat, ketika anda ingin saling mendekatkan antar jama'ah, anda
> > harus tau... siapakah yang harus meninggalkan KHUZA'BALAAT dan BALA' serta
> > THAAMMAH nya untuk mendekat ke yang lain ?!! Di sini, ada seorang doktor
> > syari'ah dari Cairo University yang ingin menulis buku tentang syi'ah untuk
> > keperluan "taqriib" (mendekatkan antar firqah), tapi kemudian setelah beliau
> > meneliti langsung buku-buku mereka beliau akhirnya tahu, bahwa soal aqidah
> > itu gak bisa ditolerir, dan beliau tahu siapakah yang harus meninggalkan
> > pendapatnya dan harus mendekat ke yang lain.
> >
> > Dan saya juga tidak ingin kita meninggalkan mereka (jama'aat) begitu
> > saja tanpa mengajak mereka kepada kebenaran. Tapi saya ingin mengingatkan
> > anda yang anda juga bilang bahwa anda kader PKS, perlakuan-perlakuan tidak
> > menyenangkan kepada salafiyin dari individual anggota jama'at hizbiyah
> > adalah karena MANHAJ mereka juga, jadi tidak bisa diabaikan ketika kita
> > mengingatkan mereka kemudian kita melupakan manhaj dan partai mereka. Ingat,
> > Rasulullah bersabda: TARAKTUKUM 'ALAL BAIDHAA', LAILUHA KA NAHAARIHAA, LAA
> > YAZIIGHU 'ANHA ILLA HAALIK. Kalau anda ingin memepersatukan ummat Islam dan
> > ingin MENITI JEJAK SALAFUS SALIH (copy paste dari penutup tulisan anda),
> > silakan tanggalkan hizbiyah anda dan ajaklah orang lain untuk belajar ilmu
> > yang kita warisi dari Rasulullah. Ingin bersatu tetapi tetap berhizbiyah ria
> > adalah sesuatu yang tanaqudh (bertentangan).
> > Fallahul Musta'aan Wal Haadi Ilaa Sawaa'i al-Sabiil.
> > Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakaatuh
> >
> >
> > hanif hanif < [EMAIL PROTECTED] <hanif230982%40gmail.com>> wrote:
> > Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
> > bismillah wash shalatu was salaamu 'ala rasuulillah,
> >
> > Perkenalkan, nama lengkap saya adalah Hanif (nama di KTP/pasport) alias
> > Hanif HANIF (nama di prancis) alias Hanif s/o Muhammad Ihsan (nama di UAE).
> > Inilah akibatnya kalau cuma punya satu kata dalam nama. Akhirnya nama saya
> > jadi bermetamorfosis ketika ke negri lain. Mulai kenal
> > tarbiyah/ikhwan/PK/PKS sejak 1997.
> >
> > Meski saya seorang engineer, Saya suka sekali buku sejarah Nabi sampai
> > khilafah terakhir, politik internasional dan akhlak para sahabat dan salafus
> > salih. Ketika di ITS, saya rajin baca assunnah, sabili, sahid, etc sebagai
> > refreshing kuliah. Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan yang di
> > buku syaikh Al albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak saya
> > tahu bahwa al ma'tsurat ada hadist lemahnya. Kan lebih baik pakai yang lebih
> > kuat riwayatnya. Moroever buku hisnul muslim ini sangat terkenal lho di
> > london.
> >
> > Akrab dengan para salafiyyin, ikhwan dan tabligh di paris (baik indo
> > maupun non indo), pernah tinggal sekamar dengan mantan ketua HT dari negara
> > X waktu di london, dan sekarang tinggal dengan tabligh dari suku pattan
> > (perbatasan pakistan-afghan) di UAE. FYI, sebagian tabligh di paris itu
> > memakai riyadhus salihin rather than fadhailul a'mal sebagai bayan ba'da
> > solat. Dan tabligh pattan teman saya yang sekarang itu ternyata pendukung
> > berat taliban. Pokoknya beda dengan tabligh yang di indo dan malaysia. Saya
> > sendiri sangat terbuka dengan semua jamaah. Semua buku dari semua jamaah
> > saya baca karena memang saya suka baca. Saya selalu mencoba berusaha agar
> > friksi antar jamaah itu kian mengecil.
> >
> > Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan
> > berita yang gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy, jt,
> > atau yang lain). Ini dikarenakan banyaknya muslim yang misunderstand tentang
> > jamaah yang lain, misinformation, dan terlalu ta'ashshub terhadap
> > golongannya. Pernah ada British muslim dari HT yang mengatakan bahwa syaikh
> > di saudi itu gak pernah mendoakan umat islam dan paling2 cuman mendoakan
> > secara global dan tanpa menyebut nama negaranya dan si british itu juga
> > bencinya setengah mati sama syekh di saudi. Saya faham dia lagi mengolok2
> > salafy. Langsung saya tanya, "do u understand arabic". Dia jawab, "no".
> > Langsung saya bilang kalau saya ini faham bahasa arab dan melihat dan
> > mendengar ke mata dan telinga saya bahwa syaikh di saudi itu mendoakan
> > mujahidin di palestina, chechnya, kashmir, dan di mana2. Tahu nggak, setelah
> > kejadian itu, si british ssekarang belajar private bahasa arab lho sama
> > seorang lulusan madinah.
> >
> > Kalau ada personal PKS atau siapapun muslim yang berbuat salah, maka
> > hadapilah dia sebagai muslim yang perlu dinasehati bukan sebagai jamaah
> > tertentu. Itulah yang insya Allah selalu saya lakukan sehingga saya bisa
> > akrab dengan semuanya walau beda warna kulit dan warna rambut, beda bahasa,
> > beda negara, etc. Ketika ada jamaah X dari negara Y yang salah, maka saya
> > nasehati dengan dalil yang sahih. Ikut ya syukur, kalau nggak ya gak apa2.
> > Saya pribadi masih sangat hormat kepada guru ngaji saya yang orang NU meski
> > dia suka tahlilan. Dari dia lah saya tahu tajwid yang benar dan baca quran.
> > Semua orang muda di kampung kalau ketemu dia, selalu cium tangan kecuali
> > saya. Dia juga tahu saya nggak tahlilan, tapi dia juga sayang pada saya
> > sebagai seorang yang pernah jadi muridnya waktu saya berumur 6 tahun. Teman2
> > NU saya juga gak masalah dengan saya meski saya nggak qunut dan nggak
> > tahlilan. Bahkan makin akrab. Bahkan saya pernah ditunjuk sebagai imam solat
> > mereka di masjid mereka.
> > Rahasianya cuman satu. Ketika ketemu, saya suka mendahului mengucapkan
> > salam dan suka solat berjamaah. Alhamdulillah, rasanya saya pusing kalau
> > nggak solat berjamaah karena sudah mejadi sindariom ketagihan. Ketika telah
> > menjadi sindariom ketagian ini, Alhamdulillah Allah selalu menganugerahkan
> > kepada saya tempat yang hampir selalu dekat masjid ketika saya hidup di
> > prancis dan UK. Memang benar pepatah yang mengatakan, bisa itu karena
> > terbiasa.
> >
> > Saran saya kepada milister assunnah. Hendaknya apabila ada kesalahan
> > pada seorang muslim, perlakukanlah dia sebagai muslim pribadi dan bukan
> > jamaahnya. Lupakanlah barrier/penghalang jamaah. Kalau ada yang salah,
> > marilah saling mengingatkan dengan cara yang santun sebagaimana salafus
> > salih. Mungkin si pelaku itu memang gak faham, atau gak tahu atau lupa atau
> > yang lain. Nggak usahlah berantem karena perbedaan status jamaah. Kalau ada
> > yang solatnya gak bener, ya diingatkan yang baik. Kalau ada yang suka
> > bid'ah, ya diberitahu.
> >
> > Salam,
> >
> > Hanif
> > seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke