Wa'alaikumus salaam warohmatulloh wabarokatuh... Mereka mengatakan: "Sebaliknya dakwah merekalah yang syumul, segala sisi/aspek kehidupan umat berusaha digarap sampai pada tahap dakwah mereka di tataran parlemen dengan dalih kalau dapat merebut kekuasaan maka akan mudah menegakkan kalimat Allah."
Kalau memang benar bahwa dengan merebut kekuasaan maka akan mudah menegakkan kalimat Alloh, lalu mengapa dahulu Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa sallam menolak ketika hendak diberi kekuasaan oleh orang Kafir Quraisy? Juga mengapa dulu raja Habsyi (yang menyembunyikan keislamannya) juga tidak mampu menegakkan kalimat Alloh padahal kekuasaan di tangannya? (dia adalah seorang raja. Melalui wahyu Nabi dikabarkan bahwa raja Habsyi ini telah masuk Islam akan tetapi menyembunyikan keislamannya, dan ketika ia wafat, Rosul shollallohu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya mensholatkan secara ghoib). Juga raja Romawi yang ketika menerima surat dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam kemudian hatinya bergetar mengakui kerosulan beliau, tapi tatkala disampaikan kepada pendetanya usulan beliau bagaimana jika mereka mengakui kerosuluan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, namun pendeta-pendeta itu berhamburan, dan akhirnya raja Rum itu berkata bahwa ia hanya menguji keimanan pendeta-pendetanya. Padahal kalau memang benar kekuasaan dapat meninggikan kalimat Alloh, ketika hati raja Rum itu bergetar, harusnya bisa dong dia paksakan pendetanya maupun rakyatnya untuk masuk Islam? Sejarah ini telah membuktikan bahwa kekuasaan bukanlah jalan utama dalam menegakkan kalimat Alloh. 13 tahun Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam berjuang dengan dakwah Tauhid. Apakah mereka lupa hal ini? Ataukah akan mereka katakan bahwa 13 tahun itu Nabi tanpa action? Sayangnya mereka tidak memperhatikan betul-betul firman Alloh dalam surat An-Nuur ayat 55, karena di sana Alloh telah berikan janji-Nya yang tentunya disertai dengan syarat-syarat yang harus kita penuhi. Sudahkan mereka penuhi syarat itu? Lalu mereka mimpi bisa berkuasa dan menegakkan kalimat Alloh?? Wassalaam, Abu Muhammad On 5/7/07, Abdul Basith <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ikhwan fillah. Dari beberapa interaksi dengan kawan2 dari IM, terkesan bahwa dakwah salaf tidak syumul/menyeluruh, tidak menyentuh seluruh aspek kehidupan melainkan hanya melulu membahas tauhid saja, atau dengan kata lain, ngaji..ngaji..dan ngaji terus. Kapan action-nya? Begitulah yang saya tangkap dari mereka. Sebaliknya dakwah merekalah yang syumul, segala sisi/aspek kehidupan umat berusaha digarap sampai pada tahap dakwah mereka di tataran parlemen dengan dalih kalau dapat merebut kekuasaan maka akan mudah menegakkan kalimat Allah. Apakah benar demikian adanya? Mohon pencerahan dari rekan2 faham tentang hal ini supaya saya tidak terhindar dari fitnah. Atas respon dan jawaban antum saya doakan jazaakumullahu khairal jazaa' Wasssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ibni Abi Luqman Ad-Dimaa-i, bi Jaawil Wustho
