Desi Kusrini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: assalamu'alaykum saya kan baru belajar kajian salaf, ada teman saya katanya, dia kecewa sama saya, katanya jangan cuma ikut salafy, coba teliti juga kelompok lain, katanya kelompok lain juga punya dalil. terus katanya jangan hanya terpaku pada satu kelompok, saya jadi bingung, terus setiap kelompok itu punya kelemahan dan gak ada yang mashum kecuali Rasulullah. makanya katanya jangan cuma ikut salafy aja, ikut kelompok lain juga biar kita tau mana yang memiliki penyimpangannya, itu gimana ya? katanya juga daripada kita ngebahas tentang kelompok mendingan yang tentang israel itu katanya, dia sakit hati kalo IM, salafy, MMI dan yang lainnya bila dijelekin, dan lebih sakit hati dengan yahudi dan israel. jadi mendingan kenapa gak ngebahas yahudi itu? jadi gimana ya? ==========
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin menambahkan saja.. Sungguh telah berlalu, penjelasan yang sangat bagus dari saudara-saudara kita di milis ini mengenai siapa salaf, mengapa harus salaf, dan lain sebagainya yang dinukil dari bebarapa tulisan-tulisan serta ijma ulama ahlussunnah wal jamaah. Hampir tidak ada penjelasan/pembahasan tentang Salaf atau Salafy melainkan diikuti dengan dalil-dalil/keterangan-keterangan yang jelas dari Alquran, Assunnah (Hadist Nabi Shallallahu alaihi wa sallam), ijma/pemahaman para sahabat radhiyallahu'anhum. ..katanya jangan ikut salafy, coba teliti juga kelompok lain, katanya kelompok lain juga punya dalil.. Nah, coba saudari Desi printkan dan berikan kepada temannya itu, penjelasan-penjelasan tentang salafy dari saudara-saudara kita yang pernah dimuat di milis ini. Kemudian tanya juga mana dalil anda (hizby) jika memang anda memiliki dalil juga. Kalau memang ada coba saudari Desi bandingkan dalilnya dengan dalil tentang salaf (atau bisa kita bahas bersama di milis ini barangkali). ..terus katanya jangan terpaku kepada satu kelompok.. ..terus setiap kelompok itu punya kelemahan dan gak ada yang mashum kecuali Rasulullah.. ..jangan cuma ikut salafy aja, ikut kelompok lain juga biar kita tau mana yang memiliki penyimpangan Kita katakan, tanyakanlah kepada teman anda (yang hizby) itu apa dalil anda, sehingga kita tidak boleh hanya satu kelompok saja. Kok, Rasulullah disamakan dengan kelompok?!! Kalau mau membandingkan ya dengan kita-kita (pribadi-pribadi) ini loh. Kita-kita ini semua memang tidak terlepas dari dosa dan kesilapan, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dipelihara ahlaknya dan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang oleh Allah subhannahu wa Ta'ala. Sebenarnya ini adalah lagu lamanya para hizbiyin untuk menghilangkan/mengaburkan kebodohan mereka dalam masalah dien Islam. Kalau nggak ngerti ya lebih bagus diam, jangan dipaksakan berdakwah tanpa dalil dan hanya berlandaskan akal dan perasaaan saja. Masih banyak lagi sebenarnya, seperti: ..kita di dunia ini kan hanya disuruh berbuat baik saja ama Allah.. .. kita kan hanya berbuat semampu kita, yang menentukan kita masuk surga atau neraka kan Allah kelak di akhirat atau ..diterima atau tidaknya amal kita kan hanya Allah yang tahu.. ..apa yang bisa kita perbuat untuk agama ini.. atau ..langkah nyata apa yang akan anda perbuat untuk mengatasi ketidakberesan pemerintahan sekarang ini.. Kita jawab: ya kita kembalikan semuanya kepada kitabullah dan sunnah rasulullah. Bukan kembali/bertindak semau gue/hizby. Kalau begitu cara berfikir mereka, ya sia-sia lah Allah menurunkan risalah-Nya kepada Nabi yang diutus, yang mana untuk menerangkan, menjelaskan syariat Islam ini dengan benar. Jangankan membicarakan tentang kelompok bahkan Rasulullah juga mencela dengan celaan yang keras Khawarij sebagai anjing-anjing neraka.. (maaf kalau salah redaksinya). Dan juga celaan Allah didalam Alquran dan juga celaan Rasulullah dalam banyak hadist. Apakah mereka (hizby) tidak melihat bahwa Allah dan RasulNya memperingatkan juga keburukan/penyimpangan suatu kaum/kelompok didalam kitabullah dan sunnah rasulullah? Sesungguhnya, ini hanyalah kilah mereka saja untuk menghindar dari kesalahan/kebidahan mereka dan untuk melanggengkan perjalanan/kepentingan kelompok mereka. Atau ada juga yang mengatakan ..kalian salafy keras sekali.. Kita jawab: keras yang yang bagaimana yang mereka maksudkan? Apa karena salafy berani mengatakan ini bidah, itu bidah..? Ya.., kalau menurut/ditimbang dengan alquran dan sunnah (hadist) serta ijma sahabat Nabi dan juga fatwa ulama ahlul hadist, perbuatan mereka menyimpang, ya kita katakan salah, kita katakan itu bidah, tidak ada tuntunannya dari Rasul. Agar mereka tau bahwa perbuatan mereka itu salah dan kembali bertaubat. Jangan disembunyikan/didiamkan saja. Beda dengan para haraki pergerakan/hizby yang takut mengatakan yang hak/benar, karena kalau sekiranya mereka sampaikan kebidahan orang awam, mereka (orang awam) bakalan menjauhi/meninggalkan kelompok tersebut, maka hilanglah visi dan misi mereka yang ingin merekrut sebanyak-banyaknya anggota hizby, agar hizby mereka kuat serta banyak pendukung. Dan inilah yang menjadi salah satu ciri daripada pergerakan/hizby, yakni membiarkan kesyirikan, kebidahan orang awam dalam beragama, karena takut kehilangan pendukung/suara jika mereka mengatakan yang hak. Dan ini (..perkataan salafi keras..) disuarakan oleh orang-orang haraki/hizby tidak lain agar membuat sebuah image, agar orang awam benci kepada salafy serta ajarannya yang hak. Karena salafy merupakan penghalang bagi bergerak majunya pergerakan hizby. Jarang kita temukan para dai hizby membahas tentang firman Allah dan hadist-hadist yang melarang bergolong-golongan seperti dalil berikut: Artinya : Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bidah dan setiap bidah itu sesat [HR. Abu Dawud]. Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. [Al-Anam : 159] Terlepas daripada kelemahan kita sebagai manusia, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki satu kelompok sendiri yang selamat (tidak sesat/tidak masuk neraka jahannam) pada jamannya dan juga sampai akhir jaman. Kelompok itu adalah kelompok yang berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnah Nabinya (yakni para sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik). Sabda Rasulullah yang artinya : Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan semua masuk neraka kecuali satu. Beliau ditanya : Siapa mereka wahai Rasulullah ? Jawaban beliau : Mereka adalah orang-orang yang berada di atas apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya [Abu Dawud 4586, Tirmidzi 2640, Ibnu Majah 3991 Ahmad 2/332] Lihatlah teman saudari Desi (yang hizby) dan orang-orang lain yang masih gemar berhizby ria, bukankah hanya ada satu golongan yang selamat dan yang lainnya sesat? (sebagian hizby, alergi mendengar kata-kata sesat. Kalau nggak mau dikatakan sesat, ya cari selamat lah..) Siapakah yang selamat..? ..aku dan sahabatku berada diatasnya Apa itu..? 1. Tidak lain dan tidak bukan adalah menurut perkataan/firman Allah (kitabullah), yang diwahyukan kepada Nabi-Nya untuk diberitakan kepada Umatnya. 2. Kemudian petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang diajarkan langsung kepada para sahabatnya (yakni Sunnah Nabi/hadist). 3. Kemudian apa lagi, tidak lain yakni para Sahabat Nabi yang Allah subhannahu wa Ta'ala telah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah [Al-Bayyinah : 8]. Apa itu.. yang membuat Allah ridho kepada mereka?, yakni pemahaman/manhaj/cara beragama/metode beragama mereka benar sesuai dengan yang telah diajarkan Rasulullah kepada mereka. Tidak seperti kebanyakan hizby, mengklaim berlandaskan kitabullah dan sunnah tapi dengan mendahulukan akal/perasaan dan kepentingan hizby-nya. Kemudian ciri yang selamat lainnya adalah orang-orang yang mengikuti generasi-generasi terbaik yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam : "Artinya : Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi yang datang sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya".[HR. Bukhari dan Muslim]. Lihatlah, hai orang-orang yang berhizby ria yang mengklaim dirinya berdiri diatas kitabullah dan sunnah rasul. Bukankah Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita siapa-siapa saja generasi terbaik umat ini yakni para sahabatnya (al-khulafaur rasyidin), kemudian yang mengikuti para sahabat dengan baik (tabiin), kemudian yang mengikuti tabiin dengan baik (tabiut-tabiin). Adalah yang mengikuti para tabiut-tabiin dengan baik yaitu para ulama ahlussunnah wal jamaah/ahlul hadist, bukan ulama hizby (karena sebagian hizby mengklaim memiliki ulama sendiri yang menjadi rujukan. Dan sebagian lagi meniadakan/mengesampingkan ulama dari kehidupan beragama mereka/hizby, karena mereka tidak mengetahui betapa pentingnya ulama terhadap umat ini sepeninggal Nabi) "Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (tentang Ad-Din) dengan serta merta dari hamba-hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga apabila tidak ada lagi orang yang alim (mengerti tentang Ad-Din), maka orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil, lantas mereka ditanya, kemudian memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka sendiri sesat menyesatkan (orang lain)". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Kaifa Yuqbadhu Al-Ilm 1:94, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilm wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-jahl wa Al-Fitan 16: 223-224]. (Lihatlah, betapa mulianya para ulama ahlul hadist/ilmi didalam hadist diatas. Apakah kalian para hizbyin lebih menginginkan mengangkat pemimpin jahil tanpa ilmu dien ketimbang para ulama (ahlul hadist) yang telah dimuliakan Allah dan RasulNya didalam haadist diatas? Yang mereka (ulama) lebih alim, lebih mengetahui/faham dien Islam. Apakah kalian tidak berfikir wahai yang hanya bermodalkan semangat dan perasaan saja..? Apakah ada kalian temukan/dengar dalil/atsar bahwa Allah akan mencabut ilmu dari muka Bumi ini dengan mematikan para pencetus Hizby/Kelompok..? sehingga dengan mudahnya kalian meninggalkan para ulama ahlul hadist/ilmu sebagai rujukan dalam beragama? Sesungguhnya burung akan terbang dan berkumpul dengan sejenisnya, ahlussunnah berkumpul dengan ahlussunnah, ahlul bidah dan ahwa berkumpul dengan sejenisnya juga) Apakah kita tidak ingin mencontoh metode/manhaj dakwah mereka yang telah diakui oleh orang yang paling maksum dimuka bumi ini (Rasulullah) ? Yakni perjalanan hidup para generasi-generasi terbaik umat sampai dengan saat ini, dan juga para ulama yang berpegang teguh kepada generasi-generasi sebelumnya. Atau apakah ada yang mengingkari atau mengabaikan hadist diatas? Sehingga mereka (para hizbiyin) masing-masing punya manhaj-manhaj sendiri (yakni kepentingan-kepentingan semu yang hanya mementingkan kelompoknya. Sehingga jika tidak sesuai dengan kepentingan kelompoknya, maka metode/manhaj para generasi terbaik diatas pun dengan mudahnya mereka abaikan. Dan tidak sedikit para hizbiyin yang telah melecehkan/mengesampingkan bahkan sampai mencela para sahabat Rasulullah). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Artinya : Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bidah dan setiap bidah itu sesat [HR. Abu Dawud]. Katakan kepada teman saudari Desi (yang hizby) dan juga orang-orang yang masih berhizby ria, dari beberapa dalil diatas sudah memadai untuk dikatakan betapa sangat penting dan sunnah dan juga wajib kita mengikuti manhaj dakwahnya para generasi-generasi terbaik dahulu salaf). Betapa pentingnya kita menisbatkan diri kepada para pendahulu kita (pendahulu umat ini) dalam segala hal. Baik dalam beribadah, bermuamalah, berakidah/bertauhid, berdakwah, bermanhaj, dll yang kesemuanya telah diajarkan oleh Rasulullah kepada Sahabatnya radhiyallahu'anhum dan merekalah yang pertama kali mengetahui ilmunya dan mengamalkan Islam ini dengan baik. Kemudian dilanjutkan lagi dengan generasi berikutnya yakni Tabiin, kemudian Tabiut-Tabiin dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Kalau mau dikatakan kelompok dan ingin mencari kelompok yang benar serta selamat, maka merekalah (para salaf) kelompok yang benar/selamat yang sesuai dengan nash Alquran dan Hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena kelompok mereka (para salaf) pencetusnya adalah Rasulullah sendiri. Sehingga mereka murni tegak diatas kitabullah dan sunnah rasulnya (manhaj/metode yang digunakan adalah manhaj Rasulullah). Yang mana salafy menisbatkan/mengikuti/mencontoh manhaj mereka yang mendapat petunjuk. Dan kalau mau dikatakan salafy adalah kelompok, maka Salafy insya Allah kelompok yang benar karena mencontoh manhaj/cara beragamanya para salaf. Bagaimana dengan kelompok yang lain? Hizby-hizby yang lain, firqah-firqah yang lain ? Wallahualam, karena mereka punya pencetus/pendiri mereka masing-masing. Sebagai contoh: Ikhwanul Muslimin punya pencetus/pendirinya sendiri, yakni Hasan Albana. Maka manhaj/metode beragama yang digunakan adalah manhaj Hasan Albana. Begitu juga dengan kelompok yang lain seperti Syiah, MII, JIL, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Tarekat ini, Tarekat itu, macamlah.. , mereka ini (hizbiyin) memiliki pencetus masing-masing. Sehingga manhaj mereka adalah sesuai dengan manhaj/keinginan para pencetusnya atau kepentingan-kepentingan kelompok yang dibuatnya. Walaupun mereka mengklaim/mengatasnamakan Islam. Hanya orang-orang yang berfikir jernih dan diberi petunjuk Allah saja yang bisa mengetahui pengelabuan mereka ini (kasian sekali orang-orang awam yang tidak mengatahui ya..Semoga Allah memberi petunjuk dan hidayah yang benar kepada saya dan mereka dan kita semua. amin). Segala perbuatan mereka hampir seluruhnya dilandasi oleh manhaj atau kepentingan pencetus dan hizby-nya. Mereka berwala dan bara, taat dan membenci atas dasar hizby mereka. Buktinya apa..? Buktinya firman Allah subhannahu wa Ta'ala: Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka [Ar-Ruum : 32] Islam tidak mengenal hizbiyah. Hanya ada satu hizb (golongan) yang ditetapkan oleh Allah yaitu: Artinya : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung [Al-Mujadilah : 22] Hizb Allah adalah golongan Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam. Maka hendaknya seseorang itu berada dalam manhaj para sahabat. Semua ini harus didasari pengetahuan tentang Al-Quran dan Sunnah. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya [Al-Bayyinah : 8] Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai [Ali Imran : 103] Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat [Ali Imran 105] Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. [Al-Anam : 159] Apalagi bukti dari berwala dan wara nya, taat dan membencinya yang dilandasi atas dasar Hizby ? Buktinya..: Apa pernah Ikhwanul Muslimin mengajak/menyeru umat (orang-orang) untuk masuk ke dalam kelompok Jamaah Tabligh ? Atau Hizbut Tahrir mengajak ke kelompok Jaringan Islam Liberal, atau sebaliknya? Tidak akan mungkin terjadi lah karena setiap golongan membanggakan golongan masing-masing. Padahal Allah subhannahu wa Ta'ala telah berfirman: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. Maknanya ialah ya wajib berpegang teguh kepada Islam yang dituntunkan Rasulullah kepada para sahabatnya dan generasi berikutnya. Berpegang teguh dengan manhajnya Rasulullah, ya manhajnya sahabat juga, ya manhaj generasi berikutnya yang mendapat petunjuk. Mengajak kepada Islam yang satu. Bukan sebaliknya, mengajak kepada Islam yang bermanhaj-kan hizby/kelompok. Nah, bagaimana kita umat Islam akan bersatu wahai para orang-orang yang mendengung-dengunkan persatuan Islam atau berencana hendak menegakkan daulah Islam/Kekhalifaan atau menyatukan barisan Islam, kalau persatuan yang kalian maksud adalah persatuan hizbiyin ? Tidak bersatu dalam manhaj yang benar, manhaj yang satu, yakni manhaj yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? Bagaimana mungkin kita bersatu dalam akidah dan sebagainya, kalau kita masing-masing memiliki pemahaman sendiri-sendiri atau sesuai dengan pemahaman kelompok/hizby-nya? Satu sama lain hizby saling membanggakan hizbynya. Pemahaman siapa yang akan kita pakai..? Metode kelompok mana yang akan kita pakai..? Ketahuilah wahai teman saudari Desi (hizby) dan juga saudaraku semuslim yang masih berhizby ria, renungkanlah.., fikirkanlah Islam yang hak yang kita cintai ini akan jaya kembali/tegak kembali sebagaimana jayanya Islam ketika jaman Rasulullah dan jaman kekhalifaan sahabat dengan bermanhaj satu, yakni manhajnya para salaf bukan manhaj hizby. Atau: Bukan seperti perkataan sebagian/segelintir orang-orang harakah/hizby mengatakan, Islam dulu jaya kan karena diisi atau dipimpin oleh orang-orang yang baik. Cobalah kita lihat realita sekarang ini, negara kita tidak dipimpin oleh orang-orang yang baik, banyak korupsinya, dst Kita katakan ini adalah perkataan orang-orang yang tidak berinstrospeksi diri dan tidak ilmiah. Mereka mengatakan pemerintahan sekarang tidak baik menurut pandangan mereka sendiri/hizby. Sementara mereka sendiri telah keluar dari jamaah Islam, berpecah-belah, berifrqah-firqah, menyelisihi manhaj para salaf, memburuk-burukkan pemerintahan juga orang-orang yang dipemerintahan tersebut, demo sana-demo sini. Apakah semua ini suatu kebaikan menurut pandangan kalian? Jangankan orang-orang pemerintahan, ulama saja pun berani mereka cela. Seolah-olah mereka lebih mengetahui pemerintahan, seolah-olah mereka lebih fakih/faham, lebih alim tentang Islam ini ketimbang ulama ahlul hadist. Apa sebab..? Ya karena memang begitu manhaj yang mereka anut. Tidak mengikuti manhaj para salaf. Tidak mendengar perkataan ulama ahlul hadist kecuali ulama-ulama yang condong kepada hizby mereka saja yang mereka taati/dengar. Saudari Desi dan temannya (hizby) dan orang-orang yang masih berhizby yang dirahmati Allah, sekarang siapa sebenarnya kelompok yang menyimpang (menyimpang dari kitabullah dan sunnah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan ijma sahabat tentunya)..? Ya, agar terhindar dari kebingungan, saudari Desi silahkan banyak membaca kitab-kitab atau buku-buku yang sunnah, bukan buku yang condong kepada hizby atau vcd-vcd ceramah, kemudian dibarengi dengan niat ihklas menuntut ilmu syari.. Lapang dada menerima kebenaran dengan dalil yang shahih walaupun bertentangan dengan hati nurani kita (tapi sebenarnya syariat tidak akan mungkin bertentangan dengan nurani manusia). Mendahulukan ilmu ketimbang perasaan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan yang lainnya.. Mohon maaf atas kesilafan dan kelancangan saya dalam berbicara kalau tidak berkenan dihati saudara-saudarku semuslim. Wassalam, Amir Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
