Desi Kusrini <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote: assalamu'alaykum
saya kan baru belajar kajian salaf, ada teman saya katanya, dia kecewa sama 
saya, katanya jangan cuma ikut salafy, coba teliti juga kelompok lain, katanya 
kelompok lain juga punya dalil. terus katanya jangan hanya terpaku pada satu 
kelompok, saya jadi bingung, terus setiap kelompok itu punya kelemahan dan gak 
ada yang mashum kecuali Rasulullah. makanya katanya jangan cuma ikut salafy 
aja, ikut kelompok lain juga biar kita tau mana yang memiliki penyimpangannya, 
itu gimana ya? katanya juga daripada kita ngebahas tentang kelompok mendingan 
yang tentang israel itu katanya, dia sakit hati kalo IM, salafy, MMI dan yang 
lainnya bila dijelekin, dan lebih sakit hati dengan yahudi dan israel. jadi 
mendingan kenapa gak ngebahas yahudi itu? jadi gimana ya?
==========

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
   
Saya ingin menambahkan saja..
   
Sungguh telah berlalu, penjelasan yang sangat bagus dari saudara-saudara kita 
di milis ini mengenai siapa salaf, mengapa harus salaf, dan lain sebagainya 
yang dinukil dari bebarapa tulisan-tulisan serta ijma’ ulama ahlussunnah wal 
jama’ah. Hampir tidak ada penjelasan/pembahasan tentang Salaf atau Salafy 
melainkan diikuti dengan dalil-dalil/keterangan-keterangan yang jelas dari 
Alquran, Assunnah (Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), ijma’/pemahaman 
para sahabat radhiyallahu'anhum.
   
‘..katanya jangan ikut salafy, coba teliti juga kelompok lain, katanya kelompok 
lain juga punya dalil..”
   
Nah, coba saudari Desi printkan dan berikan kepada temannya itu, 
penjelasan-penjelasan tentang salafy dari saudara-saudara kita yang pernah 
dimuat di milis ini. Kemudian tanya juga mana dalil anda (hizby) jika memang 
anda memiliki dalil juga. Kalau memang ada coba saudari Desi bandingkan 
dalilnya dengan dalil tentang salaf (atau bisa kita bahas bersama di milis ini 
barangkali).
   
  “..terus katanya jangan terpaku kepada satu kelompok..”
  “..terus setiap kelompok itu punya kelemahan dan gak ada yang mashum kecuali 
Rasulullah..”
  “..jangan cuma ikut salafy aja, ikut kelompok lain juga biar kita tau mana 
yang memiliki penyimpangan…”
   
Kita katakan, tanyakanlah kepada teman anda (yang hizby) itu apa dalil anda, 
sehingga kita tidak boleh hanya satu kelompok saja. Kok, Rasulullah disamakan 
dengan kelompok?!! Kalau mau membandingkan ya dengan kita-kita 
(pribadi-pribadi) ini loh. Kita-kita ini semua memang tidak terlepas dari dosa 
dan kesilapan, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena nabi 
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dipelihara ahlaknya dan diampuni dosanya 
yang lalu dan yang akan datang oleh Allah subhannahu wa Ta'ala.
   
Sebenarnya ini adalah lagu lamanya para hizbiyin untuk 
menghilangkan/mengaburkan kebodohan mereka dalam masalah dien Islam. Kalau 
nggak ngerti ya lebih bagus diam, jangan dipaksakan berdakwah tanpa dalil dan 
hanya berlandaskan akal dan perasaaan saja. Masih banyak lagi sebenarnya, 
seperti: 

  “..kita di dunia ini kan hanya disuruh berbuat baik saja ama Allah..”
  “.. kita kan hanya berbuat semampu kita, yang menentukan kita masuk surga 
atau neraka kan Allah kelak di akhirat…” atau “..diterima atau tidaknya amal 
kita kan hanya Allah yang tahu..”
  “..apa yang bisa kita perbuat untuk agama ini..” atau “..langkah nyata apa 
yang akan anda perbuat untuk mengatasi ketidakberesan pemerintahan sekarang 
ini..”
   
Kita jawab: ya kita kembalikan semuanya kepada kitabullah dan sunnah 
rasulullah. Bukan kembali/bertindak semau gue/hizby. Kalau begitu cara berfikir 
mereka, ya sia-sia lah Allah menurunkan risalah-Nya kepada Nabi yang diutus, 
yang mana untuk menerangkan, menjelaskan syariat Islam ini dengan benar.

Jangankan membicarakan tentang kelompok bahkan Rasulullah juga mencela dengan 
celaan yang keras “Khawarij sebagai anjing-anjing neraka..” (maaf kalau salah 
redaksinya). Dan juga celaan Allah didalam Alquran dan juga celaan Rasulullah 
dalam banyak hadist. 

Apakah mereka (hizby) tidak melihat bahwa Allah dan RasulNya memperingatkan 
juga keburukan/penyimpangan suatu kaum/kelompok didalam kitabullah dan sunnah 
rasulullah? Sesungguhnya, ini hanyalah kilah mereka saja untuk menghindar dari 
kesalahan/kebid’ahan mereka dan untuk melanggengkan perjalanan/kepentingan 
kelompok mereka.
   
Atau ada juga yang mengatakan “..kalian salafy keras sekali..”
   
Kita jawab: keras yang yang bagaimana yang mereka maksudkan? Apa karena salafy 
berani mengatakan ini bid’ah, itu bid’ah..? Ya.., kalau menurut/ditimbang 
dengan alquran dan sunnah (hadist) serta ijma’ sahabat Nabi dan juga fatwa 
ulama ahlul hadist, perbuatan mereka menyimpang, ya kita katakan salah, kita 
katakan itu bid’ah, tidak ada tuntunannya dari Rasul. Agar mereka tau bahwa 
perbuatan mereka itu salah dan kembali bertaubat. Jangan 
disembunyikan/didiamkan saja.
   
Beda dengan para haraki pergerakan/hizby yang takut mengatakan yang hak/benar, 
karena kalau sekiranya mereka sampaikan kebid’ahan orang awam, mereka (orang 
awam) bakalan menjauhi/meninggalkan kelompok tersebut, maka hilanglah visi dan 
misi mereka yang ingin merekrut sebanyak-banyaknya anggota hizby, agar hizby 
mereka kuat serta banyak pendukung. Dan inilah yang menjadi salah satu ciri 
daripada pergerakan/hizby, yakni membiarkan kesyirikan, kebid’ahan orang awam 
dalam beragama, karena takut kehilangan pendukung/suara jika mereka mengatakan 
yang hak.
   
Dan ini (“..perkataan salafi keras..”) disuarakan oleh orang-orang haraki/hizby 
tidak lain agar membuat sebuah  image, agar orang awam benci kepada salafy 
serta ajarannya yang hak. Karena salafy merupakan penghalang bagi bergerak 
majunya pergerakan hizby. Jarang kita temukan para dai hizby membahas tentang 
firman Allah dan hadist-hadist yang melarang bergolong-golongan seperti dalil 
berikut:
   
“Artinya : Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur 
rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan 
geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang 
diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat [HR. Abu Dawud].
   
“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka 
menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” 
[Al-An’am : 159]
   
Terlepas daripada kelemahan kita sebagai manusia, Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam  memiliki satu kelompok sendiri yang selamat (tidak 
sesat/tidak masuk neraka jahannam) pada jamannya dan juga sampai akhir jaman. 
Kelompok itu adalah kelompok yang berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnah 
Nabinya (yakni para sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin serta orang-orang yang 
mengikuti mereka dengan baik).
   
Sabda Rasulullah yang artinya : “Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh 
tiga golongan semua masuk neraka kecuali satu. Beliau ditanya : Siapa mereka 
wahai Rasulullah ? Jawaban beliau : Mereka adalah orang-orang yang berada di 
atas apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya [Abu Dawud 4586, Tirmidzi 
2640, Ibnu Majah 3991 Ahmad 2/332]
   
Lihatlah teman saudari Desi (yang hizby) dan orang-orang lain yang masih gemar 
berhizby ria, bukankah hanya ada satu golongan yang selamat dan yang lainnya 
sesat? (sebagian hizby, alergi mendengar kata-kata sesat. Kalau nggak mau 
dikatakan sesat, ya cari selamat lah..)

Siapakah yang selamat..? “..aku dan sahabatku berada diatasnya”

Apa itu..? 
1. Tidak lain dan tidak bukan adalah menurut perkataan/firman Allah 
(kitabullah), yang diwahyukan kepada Nabi-Nya untuk diberitakan kepada Umatnya.
2.  Kemudian petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diajarkan 
langsung kepada para sahabatnya (yakni Sunnah Nabi/hadist).
3.   Kemudian apa lagi, tidak lain yakni para Sahabat Nabi yang Allah 
subhannahu wa Ta'ala  telah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada 
Allah [Al-Bayyinah : 8]. Apa itu.. yang membuat Allah ridho kepada mereka?, 
yakni pemahaman/manhaj/cara beragama/metode beragama mereka benar sesuai dengan 
yang telah diajarkan Rasulullah kepada mereka. Tidak seperti kebanyakan hizby, 
mengklaim berlandaskan kitabullah dan sunnah tapi dengan mendahulukan 
akal/perasaan dan kepentingan hizby-nya.
   
Kemudian ciri yang selamat lainnya adalah orang-orang yang mengikuti 
generasi-generasi terbaik yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi 
wa sallam :
   
"Artinya : Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi yang datang 
sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya".[HR. Bukhari dan Muslim].
   
Lihatlah, hai orang-orang yang berhizby ria yang mengklaim dirinya berdiri 
diatas kitabullah dan sunnah rasul. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 
 telah mengabarkan kepada kita siapa-siapa saja generasi terbaik umat ini yakni 
para sahabatnya (al-khulafaur rasyidin), kemudian yang mengikuti para sahabat 
dengan baik (tabiin), kemudian yang mengikuti tabiin dengan baik 
(tabiut-tabiin). Adalah yang mengikuti para tabiut-tabiin dengan baik yaitu 
para ulama ahlussunnah wal jamaah/ahlul hadist, bukan ulama hizby (karena 
sebagian hizby mengklaim memiliki ulama sendiri yang menjadi rujukan. Dan 
sebagian lagi meniadakan/mengesampingkan ulama dari kehidupan beragama 
mereka/hizby, karena mereka tidak mengetahui betapa pentingnya ulama terhadap 
umat ini sepeninggal Nabi)
   
"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (tentang Ad-Din) dengan serta 
merta dari hamba-hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para 
ulama. Sehingga apabila tidak ada lagi orang yang alim (mengerti tentang 
Ad-Din), maka orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil, lantas 
mereka ditanya, kemudian memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga 
mereka sendiri sesat menyesatkan (orang lain)". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, 
Bab Kaifa Yuqbadhu Al-Ilm 1:94, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilm 
wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-jahl wa Al-Fitan 16: 223-224].
   
(“Lihatlah, betapa mulianya para ulama ahlul hadist/’ilmi didalam hadist 
diatas. Apakah kalian para hizbyin lebih menginginkan mengangkat pemimpin jahil 
tanpa ilmu dien ketimbang para ulama (ahlul hadist) yang telah dimuliakan Allah 
dan RasulNya didalam haadist diatas? Yang mereka (ulama) lebih ‘alim, lebih 
mengetahui/faham dien Islam. Apakah kalian tidak berfikir wahai yang hanya 
bermodalkan semangat dan perasaan saja..? Apakah ada kalian temukan/dengar 
dalil/atsar bahwa Allah akan mencabut ilmu dari muka Bumi ini dengan mematikan 
para pencetus Hizby/Kelompok..? sehingga dengan mudahnya kalian meninggalkan 
para ulama ahlul hadist/ilmu sebagai rujukan dalam beragama? Sesungguhnya 
burung akan terbang dan berkumpul dengan sejenisnya, ahlussunnah berkumpul 
dengan ahlussunnah, ahlul bid’ah dan ahwa berkumpul dengan sejenisnya juga”)
   
Apakah kita tidak ingin mencontoh metode/manhaj dakwah mereka yang telah diakui 
oleh orang yang paling maksum dimuka bumi ini (Rasulullah) ? Yakni perjalanan 
hidup para generasi-generasi terbaik umat sampai dengan saat ini, dan juga para 
ulama yang berpegang teguh kepada generasi-generasi sebelumnya.
  Atau apakah ada yang mengingkari atau mengabaikan hadist diatas? Sehingga 
mereka (para hizbiyin) masing-masing punya manhaj-manhaj sendiri (yakni 
kepentingan-kepentingan semu yang hanya mementingkan kelompoknya. Sehingga jika 
tidak sesuai dengan kepentingan kelompoknya, maka metode/manhaj para generasi 
terbaik diatas pun dengan mudahnya mereka abaikan. Dan tidak sedikit para 
hizbiyin yang telah melecehkan/mengesampingkan bahkan sampai mencela para 
sahabat Rasulullah).
   
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Artinya : Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur 
rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan 
geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang 
diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat [HR. Abu Dawud].
   
Katakan kepada teman saudari Desi (yang hizby) dan juga orang-orang yang masih 
berhizby ria, dari beberapa dalil diatas sudah memadai untuk dikatakan betapa 
sangat penting dan sunnah dan juga wajib kita mengikuti manhaj dakwahnya para 
generasi-generasi terbaik dahulu salaf).

Betapa pentingnya kita menisbatkan diri kepada para pendahulu kita (pendahulu 
umat ini) dalam segala hal. Baik dalam beribadah, bermuamalah, 
berakidah/bertauhid, berdakwah, bermanhaj, dll yang kesemuanya telah diajarkan 
oleh Rasulullah kepada Sahabatnya radhiyallahu'anhum dan merekalah yang pertama 
kali mengetahui ilmunya dan mengamalkan Islam ini dengan baik. Kemudian 
dilanjutkan lagi dengan generasi berikutnya yakni Tabiin, kemudian 
Tabiut-Tabiin dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
   
Kalau mau dikatakan kelompok dan ingin mencari kelompok yang benar serta 
selamat, maka merekalah (para salaf) kelompok yang benar/selamat yang sesuai 
dengan nash Alquran dan Hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena 
kelompok mereka (para salaf) pencetusnya adalah Rasulullah sendiri. Sehingga 
mereka murni tegak diatas kitabullah dan sunnah rasulnya (manhaj/metode yang 
digunakan adalah manhaj Rasulullah). Yang mana salafy 
menisbatkan/mengikuti/mencontoh manhaj mereka yang mendapat petunjuk. Dan kalau 
mau dikatakan salafy adalah kelompok, maka Salafy insya Allah kelompok yang 
benar karena mencontoh manhaj/cara beragamanya para salaf.
   
Bagaimana dengan kelompok yang lain? Hizby-hizby yang lain, firqah-firqah yang 
lain ?

Wallahu’alam, karena mereka punya pencetus/pendiri mereka masing-masing.

Sebagai contoh:
Ikhwanul Muslimin punya pencetus/pendirinya sendiri, yakni Hasan Albana. Maka 
manhaj/metode beragama yang digunakan adalah manhaj Hasan Albana.

Begitu juga dengan kelompok yang lain seperti Syiah, MII, JIL, Hizbut Tahrir, 
Jamaah Tabligh, Tarekat ini, Tarekat itu, macamlah.. , mereka ini (hizbiyin) 
memiliki pencetus masing-masing. Sehingga manhaj mereka adalah sesuai dengan 
manhaj/keinginan para pencetusnya atau kepentingan-kepentingan kelompok yang 
dibuatnya. Walaupun mereka mengklaim/mengatasnamakan Islam. Hanya orang-orang 
yang berfikir jernih dan diberi petunjuk Allah saja yang bisa mengetahui 
pengelabuan mereka ini (kasian sekali orang-orang awam yang tidak mengatahui 
ya..Semoga Allah memberi petunjuk dan hidayah yang benar kepada saya dan mereka 
dan kita semua. amin).
   
Segala perbuatan mereka hampir seluruhnya dilandasi oleh manhaj atau 
kepentingan pencetus dan hizby-nya. Mereka berwala’ dan bara’, taat dan 
membenci atas dasar hizby mereka. Buktinya apa..? Buktinya firman Allah 
subhannahu wa Ta'ala:
   
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka 
[Ar-Ruum : 32]
   
Islam tidak mengenal hizbiyah. Hanya ada satu hizb (golongan) yang ditetapkan 
oleh Allah yaitu:

Artinya : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang 
beruntung [Al-Mujadilah : 22]

Hizb Allah adalah golongan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Maka 
hendaknya seseorang itu berada dalam manhaj para sahabat. Semua ini harus 
didasari pengetahuan tentang Al-Quran dan Sunnah.

Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya [Al-Bayyinah : 8]
   
“Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan 
janganlah kamu bercerai berai” [Ali Imran : 103]

“Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan 
berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah 
orang-orang yang mendapat siksa yang berat” [Ali Imran 105]

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka 
menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” 
[Al-An’am : 159]
   
Apalagi bukti dari berwala’ dan wara’ nya, taat dan membencinya yang dilandasi 
atas dasar Hizby ?
Buktinya..:
Apa pernah Ikhwanul Muslimin mengajak/menyeru umat (orang-orang) untuk masuk ke 
dalam kelompok Jama’ah Tabligh ?

Atau Hizbut Tahrir mengajak ke kelompok Jaringan Islam Liberal, atau sebaliknya?
   
Tidak akan mungkin terjadi lah… karena setiap golongan membanggakan golongan 
masing-masing. Padahal Allah subhannahu wa Ta'ala telah berfirman:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu 
bercerai berai”.

Maknanya ialah ya wajib berpegang teguh kepada Islam yang dituntunkan 
Rasulullah kepada para sahabatnya dan generasi berikutnya. Berpegang teguh 
dengan manhajnya Rasulullah, ya manhajnya sahabat juga, ya manhaj generasi 
berikutnya yang mendapat petunjuk. Mengajak kepada Islam yang satu. Bukan 
sebaliknya, mengajak kepada Islam yang bermanhaj-kan hizby/kelompok.
   
Nah, bagaimana kita umat Islam akan bersatu wahai para orang-orang yang 
mendengung-dengunkan persatuan Islam atau berencana hendak menegakkan daulah 
Islam/Kekhalifaan atau menyatukan barisan Islam, kalau persatuan yang kalian 
maksud adalah persatuan hizbiyin…? Tidak bersatu dalam manhaj yang benar, 
manhaj yang satu, yakni manhaj yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 
sallam?
   
Bagaimana mungkin kita bersatu dalam akidah dan sebagainya, kalau kita 
masing-masing memiliki pemahaman sendiri-sendiri atau sesuai dengan pemahaman 
kelompok/hizby-nya? Satu sama lain hizby saling membanggakan hizbynya. 
Pemahaman siapa yang akan kita pakai..? Metode kelompok mana yang akan kita 
pakai..?
   
Ketahuilah wahai teman saudari Desi (hizby) dan juga saudaraku semuslim yang 
masih berhizby ria, renungkanlah.., fikirkanlah…Islam yang hak yang kita cintai 
ini akan jaya kembali/tegak kembali sebagaimana jayanya Islam ketika jaman 
Rasulullah dan jaman kekhalifaan sahabat dengan bermanhaj satu, yakni manhajnya 
para salaf bukan manhaj hizby.
   
Atau:
Bukan seperti perkataan sebagian/segelintir orang-orang harakah/hizby 
mengatakan, Islam dulu jaya kan karena diisi atau dipimpin oleh orang-orang 
yang baik. Cobalah kita lihat realita sekarang ini, negara kita tidak dipimpin 
oleh orang-orang yang baik, banyak korupsinya,…dst…
   
Kita katakan ini adalah perkataan orang-orang yang tidak berinstrospeksi diri 
dan tidak ilmiah. Mereka mengatakan pemerintahan sekarang tidak baik menurut 
pandangan mereka sendiri/hizby. Sementara mereka sendiri telah keluar dari 
jamaah Islam, berpecah-belah, berifrqah-firqah, menyelisihi manhaj para salaf, 
memburuk-burukkan pemerintahan juga orang-orang yang dipemerintahan tersebut, 
demo sana-demo sini. Apakah semua ini suatu kebaikan menurut pandangan kalian?

Jangankan orang-orang pemerintahan, ulama saja pun berani mereka cela. 
Seolah-olah mereka lebih mengetahui pemerintahan, seolah-olah mereka lebih 
fakih/faham, lebih ‘alim tentang Islam ini ketimbang ulama ahlul hadist.
   
Apa sebab..?
Ya karena memang begitu manhaj yang mereka anut. Tidak mengikuti manhaj para 
salaf. Tidak mendengar perkataan ulama ahlul hadist kecuali ulama-ulama yang 
condong kepada hizby mereka saja yang mereka taati/dengar.
   
Saudari Desi dan temannya (hizby) dan orang-orang yang masih berhizby yang 
dirahmati Allah, sekarang siapa sebenarnya kelompok yang menyimpang (menyimpang 
dari kitabullah dan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan ijma’ 
sahabat tentunya)..?
   
Ya, agar terhindar dari kebingungan, saudari Desi silahkan banyak membaca 
kitab-kitab atau buku-buku yang sunnah, bukan buku yang condong kepada hizby 
atau vcd-vcd ceramah, kemudian dibarengi dengan niat ihklas menuntut ilmu 
syar’i.. Lapang dada menerima kebenaran dengan dalil yang shahih walaupun 
bertentangan dengan hati nurani kita (tapi sebenarnya syariat tidak akan 
mungkin bertentangan dengan nurani manusia). Mendahulukan ilmu ketimbang 
perasaan.
   
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan yang lainnya..
Mohon maaf atas kesilafan dan kelancangan saya dalam berbicara kalau tidak 
berkenan dihati saudara-saudarku semuslim. 
   
Wassalam,
Amir


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke