alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh Cinta harta tidaklah dilarang Islam. Yg dilarang itu jika mencintai harta sampai lupa thd agama. Bukankah kekayaan itu LEBIH BERHAK di tangan org yg shaleh ketimbang org yg bejat?
Bayangkan, jika anda bergaji 100 juta per bulan, insya Allah. Krn anda cinta akhirat (insya Allah), maka anda cukup hidup di rumah sederhana dan makan nasi tempe+sayur asem tiap hari. Sisa gaji anda yg buesar itu tadi anda sedekahkan di jalan Allah. Anda bisa mensupport dakwah Islam, membangun banyak sekolah Islam di indonesia, rumah sakit gratis, menyantuni fakir miskin, etc TANPA mengemis bantuan ke sana ke mari. Apakah itu mungkin? Ya akhi, di sharjah ada imam masjid yg kaya raya. Zakatnya mencapai lebih dari 300,000 USD per thn. Suara imam tsb juga merdu. Tapi dia juga CEO di perusahaannya. Siapakah dia? Dia adalah Shaikh Salah Bukhatir http://www.bukhatir.com/aboutvcm.php?&id=3&topIndex=0 Mengenai sekolah S2. Harap ditanamkan dalam hati bahwa rejeki itu di tangan Allah. Tidak pernah ada jaminan kalo anda sekolah di Harvard sekalipun bahwa anda pasti jadi kaya. Meskipun begitu, kita diberi akal oleh Allah. Kita punya otak. Untuk mencapai sesuatu harus menempuh sebab-sebabnya. Berusaha itu wajib. Tapi jangan lupa berdoa. Ortu saya sendiri marah besar jika sampai saya ada perasaan bahwa rejeki saya itu krn gelar saya. Tiap kali telpon, yg diingatkan ke saya adalah rejeki itu dari Allah, dari Allah, dan dari Allah. Keyakinan itu gak boleh tergeser sedikit saja. Saran saya, ambil saja S2 dulu, apalagi sudah diridhoi ortu. Kan S2 juga gak lama, insya Allah. Ridho Allah itu Ridho ortu. salam, Hanif S1 - sipil ITS, Surabaya S1 - hub. internasional - Unair, Surabaya (nggak selesai krn dapat beasiswa S2 di paris) S2 - Mekanika EC Paris, Prancis Insinyur Struktur di UAE 2008/10/24 Revaldo Zen <[EMAIL PROTECTED]> > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh > > Kepada rekan-rekan assunnah saya mau bertanya: > 1. Saya merupakan mahasiswa S1, dan Insya Allah sebentar lagi saya lulus. > Orang Tua saya menginginkan saya mengambil S2, sementara saya berfikir hal > itu merupakan terlalu cinta kepada harta, karena niat orang tua saya > menyekolahkan saya supaya saya mendapat gaji yang besar setelah lulus. Saya > berniat untuk bekerja terlebih dahulu kemudian menikah dan setelah itu jika > ada biaya saya mau untuk S2. apakah hal tersebut termasuk cinta kepada > dunia? atau cara berpikir saya yang salah? karena itu juga merupakan > permintaan orang tua, ya saya sebagai anak harus menurutinya. apa yang harus > saya lakukan. mohon diberikan penjelasan > 2. Saya meminta kepada rekan Assunnah bagaimana sikap kita dalam menyikapi > Dunia, apakah kasus saya diatas termasuk berlebih-lebihan dalam dunia. mohon > penjelasannya > > Atas perhatiannya terima kasih, Jazakullah Khairan > > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
