dengan sikap kita sebagai muslim, dan dengan memperlihatkan bahwa kita ini 
seorang muslim yang berusaha melaksanakan Islam secara kaffah, yaitu secara 
fisik bisa dilihat dengan jilbab yang panjang bagi wanita, tidak hahahihi 
ataupun ngobrol ngalor-ngidul ga ada tujuan, tidak isbal, dan berjenggot, bagi 
laki-laki, tidak bersalaman dengan selain mahromnya, menjadikan orang non 
muslim segan terhadap kita.

dengan sikap segan tsb, otomatis dan kebanyakan mereka tidak terlalu 
mempermasalahkan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip kita, mereka hanya diam, 
andaipun mereka ingin tau itupun biasanya tanya langsung ke kita secara 4 mata 
kok, jadi ga perlu diambil pusing, toh masih banyak teman sesama muslim di 
kantor. (itu pengalaman ana selama bekerja di jakarta, yang notabene, manusia 
dari sabang sampai merauke ada di jakarta, bahkan orang-orang non pribumi)

yang jadi masalah adalah sesama muslim yang berlainan aqidah, karena dari 
mereka biasanya lebih "ember" mulutnya, contoh di kantor ana pernah terjadi 
istri dari atasan meninggal, kemudian atasan yang lain mengusulkan kepada kita 
untuk mengikuti tahlilan kematian istrinya, dan ana ga pernah datang, akhirnya 
pada hari ke 7 tahlilan selesai, atasan ana yang mengusulkan tahlilan tersebut, 
hanya membuat sindiran-sindiran aja, dan itu alhamdulillah ga mengganggu 
kinerja kita.

contoh di atas memang beda dengan yang anti tanyakan, namun, apapun yang 
terjadi didunia ini dibuat "nyantai aja". dan jujur aja, bahwa tidak menghadiri 
pernikahan non muslimpun ana pernah mengalaminya, saat di kantor ana pun biasa 
aja tidak mengucapkan dan bahkan menyalaminya, dan mereka biasa aja.

Adhitya Ramadian


________________________________
From: abah nisa <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, November 1, 2008 9:37:13 AM
Subject: Re: [assunnah] Tanya: Menghadiri undangan pernikahan non muslim

memang susah ukhti, tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi, bagaimana 
hubungan dengan allah dan hubungan dengan manusia harus seimbang ..
kalau yang mengundang teman kantor, bisa 1000 alasan kita kemukakan untuk tidak 
menghadiri undangannya, tetapi jika yang hajatan tetangga rumah (muslim atau 
non muslim)??? hajatannya disamping rumah, yang mau ga mau musiknya juga 
terdengar, belum lagi kalau yang berhajatan mau nitip sesuatu di rumah karna 
rumahnya digunakan untuk hajatan ..
dulu ketika saya bujangan, saya adalah seorang yg eklusiv, ada tetangga yg 
hajatan, saya ngabur entah kemana, bilang aja ada urusan, tapi kalau sekarang, 
sudah berumah tangga, bisa aja sih kita ngabur untuk menghindari hal tersebut, 
tapi bagaimana dengan keluarga kita ??
inilah kenyataan yang harus dihadapi, bagaimana berdakwah tanpa membuat mereka 
tersinggung, tanpa membuat kita di anggap eklusif, tidak bersosial, dan 
cemoohan yg lain ..
maaf, tetapi inilah yang saya alami sekarang .. kita harus membuka mata bahwa 
masyarakat masih banyak yang belum siap menghadapi tuntunan islam secara 
keseluruhan

allahu musta'an


----- Original Message -----
From: Dian Ambarawati
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Thursday, October 23, 2008 3:07 PM
Subject: Re: [assunnah] Tanya: Menghadiri undangan pernikahan non muslim

Wa'alaykumussalam warohmatulloohi wabarokaatuh.

Kalo ana, jangankan non muslim... untuk memenuhi walimahan muslim yang 
kebanyakan gak syar'i aja rasanya gerah bangets.. alias bikin sesak di hati...
apalagi hadir dalam walimahan non muslim yang otomatis akan ada :
1. Ikhtilat
2. Musik
3. makanan yang belum tentu terjamin halalnya.
4. gerah dengan busana2 yg dikenakan para wanita yg ber tabarruj..
5. belum lagi adat istiadat pernikahan yg dpt mengikis tauhid kita (kalo ada.. )
etc..etc...

klo ana, dah beberapa kali gak dateng... tapi telpon sang pengantin.. bilang 
aja gak bisa dateng. Beres toh? paling cuma dibilang "Sombong..."
Kalo udah begini... kembalikan ke hadist yang menyatakan bahwa pengertian 
sombong itu kalau tidak mau menerima kebenaran...
kembalikan lagi apa pengertian silaturahmi dalam Islam.
dan bagaimana sebaiknya bermuamalah. .

Berat memang, apalagi mereka pernah menjadi sahabat dekat ana di jaman 
jahiliyah dulu..
Tapi akan jauuuh lebih berat saat kita tidak menjaga Allah..

Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh.


--- On Thu, 10/16/08, Khalid <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Khalid <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [assunnah] Tanya: Menghadiri undangan pernikahan non muslim
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Date: Thursday, October 16, 2008, 7:54 PM

Assalamu a'laikum warahmatullahi wabarakatuh

Ikhwanifillah. Ana diundang temen kerja yang non muslim untuk menghadiri
pernikahannya.
Bagaimanakah hukum menghadiri walimah nikah non muslim?
Adakah teman2 yang mempunyai pengalaman dalam mensikapi hal ini?

Sukron
Wassalam
Khalid

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke