jazakillaahu khair. sesuai yang ana lihat tdk ada umur yg pasti kapan
seorang bayi merangkak. ada yg 4 bln, 5 bln bhkan ada yg tdk merangkak
sama sekali. jika ingin konsisten mengikut sunnah selaiknya
kesimpulannya adalah: asix sampai bayi selesai merangkak, atau tlah
berdiri. bukan 6 bln. wallaahu a'lam. konsep tahnik sendiri
bertentangan dng konsep asix 6 bln ala barat. dlm konsep asix 6 bln
mereka bhkan air putih pun 'haram' dibrikan kpd bayi apalagi air liur
brcmpr kurma. ana pribadi tdk antipati dng asix 6 bln tetapi jangan
sampai brlbh2an shg meniadakan tahnik, seolah2 mengharamkan sufor
bhkan apapun bg bayi sblm 6 bln.

On 3/20/10, mutiara umi sumayyah <[email protected]> wrote:
> Assalaamu'alaykum.
>
> barakallahu fik... insya Allah, selama yang ditanyakan adalah "hukum" maka
> tidak melenceng... bukankah ini milis "assunnah"? yang melenceng itu
> biasanya jawaban2 yang muncul kemudian pak, alias nggak sesuai dengan yang
> ditanyakan. wallahua'lam.
>
> dan sebelumnya, saya minta maaf kalau "saya lagi, saya lagi" yang jawab...
> semoga tidak bosan...
>
> Adakah asi eksklusif (ASIX) dlm alqur'an dan al hadits? ada.
>
> Dalil ASIX  ini dapat kita temukan dalam hukum air kencing
> bayi<http://www.almanhaj.or.id/content/92/slash/0>. Abu
> Daud telah mengeluarkan hadits ini dalam kitab sunan-nya dengan sanadnya
> dari Ummu Qubais bintu Muhshan: "Bahwa ia bersama* bayi laki-lakinya yang
> belum mengkonsumsi makanan *datang kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa
> sallam kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mendudukan bayi itu
> didalam pangkuannya, lalu bayi itu kencing pada pakaian beliau, maka
> Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam meminta diambilkan air lalu
> memercikan pakaian itu dengan air tanpa mencucinya ,"
>
> Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta: Cukup memercikkan air pada pakaian yang
> terkena air kencing bayi laki-laki jika ia belum mengkonsumsi makanan, jika
> bayi lelaki itu telah menkonsumsi makanan, maka pakaian yang terkena air
> kencing itu harus dicuci, sedangkan jika bayi itu adalah perempuan, maka
> pakaian yang terkena air kencingnya harus dicuci baik dia sudah mengkonsumsi
> makanan ataupun belum.
>
> Apakah ASIX di zaman Nabi shallallahu'alayhi wasallam hingga 6 bulan?
> wallahua'lam. namun ada satu riwayat yang menyatakan bahwa pernah cucu nabi
> shallallahu'alayhi wasallam merangkak ke pangkuan nabi, lalu cucunya kencing
> sehingga membasahi pakaian nabi. kemudian beliau hanya mengaliri air saja
> untuk membersihkan air kencing cucunya tsb. (insya Allah bisa ditemukan
> hadits ini di kitab syarah bulughul maram, subulussalam, atau mungkin kitab
> manapun tentang fiqh bab thoharoh, maaf saya sedang tidak memegang buku yang
> jadi referensi saya sekarang... bagi yang bisa menemukan dalilnya, bisa
> dishare di sini, silahkan).
>
> Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa cucu beliau ketika itu belum
> mengkonsumsi makanan, sehingga Nabi shallallahu'alayhi wasallam hanya
> mengaliri air saja atas kencing bayi cucu beliau  yang membasahi pakaiannya,
> sedangkan bayi tersebut sudah merangkak. bisa diperkirakan bayi bisa
> merangkak pada usia berapa... seandainya sudah makan tentu Nabi akan
> mencucinya. Wallahua'lam.
>
> ASIX selama 6 bulan hanya sekedar anjuran, tidak berarti haram hukumnya
> memberikan makanan kepada bayi sebelum 6 bulan, membutuhkan dalil yang
> sharih untuk meletakkan hukum tersebut, ulama pun tidak ada yang menyatakan
> kewajiban ASIX. wallahua'lam.
>
> adapun tentang tahnik, yaitu melekatkan kunyahan kurma ke langit2 dan lidah
> bayi seperti yang dicontohkan Nabi shallallahu 'alayhi wasallam, ia
> merupakan sunnah yang banyak ditinggalkan orang karena dianggap
> "menggagalkan" ASIX. kalau menurut saya, tahnik tidak bertentangan dengan
> prinsip ASIX. karena bayi tidak memakan kurma tersebut, melainkan setelah di
> lekatkan ke langit2 lalu dikeluarkan lagi, tidak dipaksakan untuk ditelan
> bayi. walau memang sari dari kurma tersebut akan larut bersama air liur bayi
> kemudian ditelan bayi. wallahua'lam...
>
> di salah satu kelas edukasi kesehatan anak, pernah ada yang menanyakan
> tentang tahnik ini. lalu sang dokter mengatakan... "anda bisa bayangkan
> bagaimana kuman2 dari mulut orang dewasa pindah ke dalam mulut bayi, itu
> sangat berbahaya."
>
> namun tentu saja sunnah selamanya akan tetap sunnah... walau menurut manusia
> begini dan begitu... pasti ada hikmah besar di dalam pensyariatan tahnik ini
> yang telah ditetapkan Allah yang tidak diketahui manusia. wallahua'lam.
>
> namun ada satu tulisan menarik yang menyatakan bahwa mungkin saja salah satu
> hikmah tahnik ini adalah pengenalan penyakit kepada bayi untuk melatih
> imunitasnya, sementara dalam ASI terdapat zat imun... klop jadinya.
> Wallahua'lam..
> Ummu Sumayyah
> 2010/3/19 Muhammad Padli <[email protected]>

>> afwan,ana mau nambahin pertanyaan. mgkn dah agak melenceng dr topik.tp
>> mumpung ada yg menyinggung masalah asi eksklusif.
>> dr dulu ana selalu bertanya2 mengenai mslh asi eksklusif 6 bln, adakah
>> hal ini disebutkan dlm alqur'an dan al hadits? benarkah bayi tdk boleh
>> mkn apa2 selain asi selama 6 bln? bgmn halnya dgn sunnah mentahnik
>> bayi yang bru lahir dgn kurma?bknkah ini bertentangan dgn prinsip asi
>> eksklusif?
>> mohon pencerahannya.
>> jazakumullaahu khairan katsiir..
>>
>> wassalaam
>> Abu Ruqayyah

Kirim email ke