Bismillah Alhamdulillah di milist ini ada seorang dokter, sudah profesor lagi. Terima kasih pada dr Salamun untuk ikut dlm milist yg bertujuan utk menegakkan sunnah ini.
Saya ingin memberi saran kepada dokter Salamun, semoga mau menerima saran seorang awam ini, krn kata nabi terimalah kebenaran walaupun datangnya dari anak kecil. Dan insyaAllah saran saya ini bermanfaat juga utk yg lain. Mengenai ikhtiar atau usaha utk menuju kesembuhan, kita diberi kebebasan oleh agama utk menempuh segala macam cara, asalkan selama cara tsb tidak bertentangan dg agama semisal mendatangkan kesyirikan dg mendatangi dukun atau dengan meminum obat yg tidak halal. Diri saya sendiri juga berikhtiar dalam pengobatan selain dg dokter juga dengan ahli pengobatan tradisional yg lain, janganlah kita memandang remeh ahli pengobatan tradisional lantaran pendidikan mereka tidak sekomplek dan sedetil kedokteran. Dahulu sebelum dunia kedokteran (pengobatan eropa) dikenal bangsa ini, kita semua menggunakan jamu atau ramuan2 dari alam. Bahkan indonesia ini kaya akan warisan pengobatan tradisional krn banyak sekali kerajaan2 jaman dahulu yg masing2 punya ramuan khas. Coba bayangkan jaman dahulu ketika tidak ada dokter, prajurit2 yg terluka diobati dg jamu2an, dan yg mengalami patah tulang jg mempunyai ahli patah tulang sendiri, nah semua ramuan itu kita terima atau kita warisi dari nenek moyang kita sendiri tanpa harus melakukan penelitian. Karena itulah menteri kesehatan kemarin meresmikan pameran herbal indonesia di central park, krn indonesia ini kaya akan ramuan dan tumbuh2an yg dpt digunakan utk kesehatan namun justru makin hari makin kita lupakan. Memang sesuai metode kedokteran eropa semua harus melalui metode ilmiah agar teori dpt diterima. Namun khusus utk ramuan tradisional yg sudah terbukti ribuan tahun janganlah kita menunggu hasil penelitiannya baru kita percaya utk menggunakannya, apalagi yg jelas2 dicontohkan oleh nabi atau dikenal dg thibbun nabawi (pengobatan cara nabi), apakah perlu kita melakukan uji coba pengobatan nabi baru kita percaya kasiatnya? Jika iya berarti kita menempatkan Akal atau metode ilmiah diatas Qur'an dan sunnah, naudzubillah. Dasar semua ilmu adalah ilmu agama, ilmu agamalah yg memfilter apakah ilmu yg kita pelajari benar atau tidak, contohnya saat kita mempelajari ilmu kedokteran kita diajarkan bawah kencing manis tidak dpt disembuhkan dg alasan hasil penelitian atau apalah, maka sebagai orang yg beriman kepada Allah seharusnya kita tidak mempercayai itu, knp? krn agama mengajarkan kita semua penyakit ada obatnya, dan Alhamdulillah hal tsb terbukti di dunia herbal. Sudah banyak kisah orang sembuh total thd penyakit kencing manis yg dideritanya tanpa harus puasa glukosa atau ketergantungan thd obat penurun gula. Tempatkanlah agama diatas akal kita. Dokter Salamun, sungguh patut disyukuri anda sudah memperoleh gelar profesor atau dg kata lain seorang pakar thd suatu bidang, alangkah baiknya ilmu yg anda peroleh dipergunakan untuk menegakkan kalimat Allah. Saya yakin anda tau mengenai perhimpunan dokter muslim dan perhimpuan dokter herbalmedik indonesia, dan semoga anda juga sudah atau berniat mengikutinya. Sekian dari saya, jika ada tulisan yg kurang berkenan sebelumnya saya mohon maaf. Jazakumullah khairon Abu Najiid 2010/5/28 Dr.Salamun Sastra <[email protected]> > > > Wassalamualaikum > > Yth Ibu Farida, > > Apabila diagnosa tentang kentalnya darah anda sudah ditegakkan oleh Dokter > Internist dengan superspesialisasi hematologi maka tidak perlu lagi anda > meminta pendapat orang lain apalagi diluar bidang medis. Kalau mau mengambil > pendapat kedua, bisa dari Internsit Hematolog lain !!!! > > Perihal terus menerus makan warfarin, bersyukurlah bahwa sekarang ada > warfarin dan dapat dicari dimana saya di Indonesia. > > Perihal kekhawatiran akan efek obat bila dipakai terus menerus, itu perlu > dikaji individual dan betul2 atas pendapat mereka yang ahli ini. > > Pada masa sebelum sekarang ada juga obat lain yang sederhana yaitu aspirin. > > Sebagai perbandingan yang relevan, bila anda mendapat diagnoisa Diabetes > Mellitus atau populernya kencing manis maka seumur hidup anda akan > menggunakan berbagai macam obat anti diabtes trergantung tipenya. > Bersyukurlah bahwa sekarang tidak menjadi masalah bahwa obat tersebut > tersedia dimana2 dalam jumlah sangat besar dan murah.Bahkan kalau DMnya > sejak lahir pun dapat diatasi dengan penyuntikan insulin dibawah > kulit.(Waktu saya dinegri Belanda , anak kenalan saya, oarang Indionsia > sejak umur 4 tahun menderita DM dan ia saat itu sudah menyuntikan > insulindibawah kulit sendiri, sekarang sudah bersuami, sudah punya > anak).Tentu juga bila DM harus menjaga gaya hidup yang seimbang.. > > Penyakit anda tidak termasuk pada grup penyebab kanker darah, sepanjang > yang saya tahu sampai saat ini. > > Sebaiknya anda memplajari dengan baik masalah kentalnya darah ini serta > juga usaha2 yang harus dijalankan sehari2 agar menbgurangi > > peneritaan serta menjaga tata kehidupan yang bisa memperkecil gangguan. > > Sementara ini dulu dari saya. > > Wassalam > > Prof DR Dr H Salamun Sastra > >
