Wa'alaikumsalam warahmatullah, Ibu dokter....terima kasih sudah berbagi waktu dan ilmu kpd saya yg masih awam ini,saya setuju dgn ulasan ibu bahwa segala sesuatu kalau tdk tepat penggunaannya dan tdk sesuai aturan apapun itu (herbal atau kimia) akan buruk akibatnya,kembali ke masalah saya.... Usia saya hampir 41 thn dgn 3 orang anak (putra dan putri hampir remaja),sejauh ini dokter bilang saya hiperkoagulasi(berdasarkan hasil lab fibrinogen 527 dan INR 1,08) krn saya blm periksa AcA,saya sdh minum simarc(malam) dan cardio aspirin(siang) hampir 3 bln memang stlh di cek kembali INR nya hampir mendekati normal (1,87),kebetulan dokter Spd Hematologi yg menangani saya punya penyakit sama seperti saya juga.... bu dokter...boleh nanya lagi kan?ketiga anak saya ketika lahir semua beratnya berkisar di 2,5kg - 2,65kg apakah ini ada kaitannya dgn darah saya yg kental shg nutrisi ke janin berkurang?saya tidak pernah keguguran Apakah penyakit ini bisa menurun ke anak saya?kalau ya, apakah saya harus secepatnya jg memeriksakan anak saya ya bu? Kedua anak perempuan saya usianya 8 thn dan 12 thn,saya sdh banyak browsing tentang penyakit ini dan hampir semua sama penanganannya,sekali lagi terima kasih ya bu,jazakallahu khairon Farida ummu Farhan Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: ummu rufaidah asyirboniyah <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 29 May 2010 11:42:22 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [assunnah] OOT : >>Kelainan darah<< Assalamu'alaykum sekedar sharing ya bu... penyakit darah yang kental atau istilah kedokteran hiperkoagulasi cukup banyak kasusnya. termasuk saya sendiripun penderitanya.. boleh saya tau dari hasil pemeriksaan laboratorium apa ibu dinyatakan darahnya kental oleh dokter? dan persisnya nama sakitnya apa? biasanya yang menunjukkan hiperkoagulasi itu ditegakkan jika Fibronogen, D dimer meningkat dari nilai normal. APTT memendek, INR, dan anticardiolin (AcA) IgM dan IgG tinggi, beta2glikoprotein, anexin, dll, jika yang nilai abnormalnya hanya komponen homeostasis darah (fibrinogen, D dimer, APTT, INR) biasanya hanya dikatakan hiperkoagulasi saja. tapi kalau tinggi juga nilai AcAnya, maka didiagnosa sakitnya Antiphospolipide Syndrome (APS)...nah ibu masuk yang mana?...kalo saya kebetulan masuk yang kedua. tapi kurang lebih penangannya sama lah... apakah hiperkoagulasi ini berbahaya?? gambarannya gini bu...kita gambarkan pipa paralon sebagai pembuluh darah dan air sebagai darah. kondisi darah yang kental kita ibaratkan seperti air yang tercampur dengan pasir atau lumpur hingga airnya jadi lebih kental. tentu saja air yang bercampur pasir tadi akan membentuk endapan2, dan laju airnya juga lebih melambat bukan...nah begitu juga dnegan darah..jika darahnya mengental maka akan cenderung terbentuk bekuan2 darah yang dapat menyumbat aliran darah, begitupun alirannya menjadi tidak lancar hingga tidak maksimal mencukupi kebutuhan organ, itu yang ibu katakan oksigen ke otak jadi kurang lancar, karena darah adalah pembawa oksigen ke jaringan tubuh. sebenarnya akibatnya bukan hanya ke otak bu tapi keseluruh organ yang ada...justru yang agak khas dari hiperkoagulasi adalah pembuluh darah yang diserang adalah pembuluh darah yang kecil-kecil dulu. akibatnya jadi bisa macam2 bu...beberapa pasien yang pernah saya rawat: tuli dan buta mendadak, telinga berdenging, sulit hamil, kepala pusing...di beberapa referensi yang saya baca pada tahap yang paling parah bisa sampai stroke, dan serangan jantung. dan memang penyakit ini seumur hidup. jadi mengkonsumsi obat2an antikoagulan ya memang harus...begitu kalo ibu bertanya pada medis.. tentang efek samping...ibu pakai warfarin ya? simarc kan?dimunmnya malam kan?....sejauh yang sy tau pemakaian simarc aman kok, tapi ibu harus rajin memeriksakan INRnya, supaya terpantau. kalo masih kental dosisnya ditingkatkan, kalo terlalu encer ya diturunkan atau distop. ascardia atau aspilet atau asetosal atau aspirin kadang digunakan juga. kebetulan saya disarankan memakai ini. tapi sejauh pengetahuan saya ascardia ini kadang yang menimbulkan keluhan. karena obatnya bersifat iritatif terhadap lambung jadi banyak yang mengeluh perut jadi perih, yang paling parah malah jadi perdarahan saluran cerna...maka itu mengkonsumsi obat ini harus benar caranya...jangan pas perut sedang kosong. Bu...setiap tindakan medis sekecil apapun itu pasti ada resikonya, orang yang cuma minum paracetamol ajapun yg alergi juga ada. tapi kembali lagi seberapa besar resikonya dan manfaatnya untuk kita. mengapa kita mesti terpaku pada 1 kejadian reaksi obat yang tidak diharapkan terjadi dibanding melihat sekian juta yang berhasil dengan pengobatan tersebut. obat jika dipakai sesuai indikasi efek samping yang tidak diharapakn biasanya tidak terjadi saya ceritakan pengalaman saya ya bu, karena penyakit ini saya ketika hamil harus minum ascardia dan disuntik obat pengencer darah, heparin 2 x setiap harinya...jika digunakan pada ibu hamil yang tidak sakit seperti saya dikhawatirkan keguguran, tapi karena digunakan pada saya yang sakit dan butuh obat tersebut justru kl tidka memakai obat tersebut dikhawatirkan malah keguguran, janin tidak berkembang atau meninggal di dalam kandungan. kedua obat tersebutpun saya baca di MIMS masuk kategori C dimana berpengaruh pada janin...tapi memang karena dosis terapi alhamdulillah anak saya tidak apa2, normal, bahkan lincah sekali....beberapa kenalan saya yang mengkonsumsi antikoagulan saat hamil rata-rata anaknya memang lincah, salah satu dokter hematolgi kenalan saya malah bilang efek sampingnya nanti anaknya pinter, walau dokter anak saya sih belum setuju...perlu diklarifikasi dengan penelitian sepertinya :). tapi anaknya teman saya memang begitu, saya belum bisa melihat pada anak saya, umurnya baru 2 tahun.belum sekolah. saya kembalikan lagi pada ibu, keputusan untuk menjalani pengobatan atau tidak ada pada ibu. oh iya apakah ibu berencana untuk hamil? biasanya kalo hiperkoagulasi saat hamil disarankan dokter untuk menyuntik obat pengencer darah juga. permasalahannya dokter sering merekomendasikan penggunaan Lovenox yg berbahan babi...mungkin kalo memang terjadi pada ibu, ibu bisa minta dokter untuk memakai pilihan obat lain semisal heparin atau arixtra. saya kok percaya ya kunci penyembuhan penyakit menurut saya adalah soal sugesti, kalo sugestinya baik insyaalloh efeknya baik...mungkin saja orang bisa sembuh walau obat yang diberikan padanya tidak mengandung apa-apa...sembuh lebih karena dia percaya obat yang dia konsumsi menyembuhkan di luar pertanyaan bu Farida saya kok agak heran ya beberapa orang di milist ini begitu apriori terhadap pengobatan medis dengan beragumen tentang efek samping dan faktor resiko yang memang ada namun belum tentu terjadi tanpa mempertimbangkan manfaat yang ada. padahal kejadian efek samping yang ditakutkan terkadang hanya dugaan, atau kalopun memang terjadi berbanding dengan ratusan ribu atau jutaan kasus yang berhasil sembuh...belum lg kekhawatiran pada kandungan zat kimia. padahal bisa jadi kandungan zat kimia pada obat yang kita khawatirkan, vaksin imunisasi misalnya, kadarnya jauh lebih kecil dari zat-zat kimia yang memapari kita setiap harinya, bahkan kita tidak bisa kontrol jumlahnya....di jalan raya banyak polusi asap kendaraan, naik angkot atau di tempat umum terpapar dengan asap rokok yang semuanya mengandung zat kimia berbahaya, tahu pake formalin, ikan asin pake formalin, mainan anaknya ada bahan melaminnya, jajanan anaknya ada pengawetnya, makan ketoprak di pinggir jalan ketupatnya mengandung tawas, beli sayuran banyak pestisidanya, kalo luka pake obat merah ada merkurinya. sementara tidak semua dari kita mampu beli sayuran organik, mainan yang aman yg biasanya harganya lebih mahal, tidak semua dari kita juga mampu membedakan makanan yang berformalin atau tidak, dan apakah mungkin kita atau anak kita selalu dirumah terus hingga tidak pernah terpapar polusi, asap rokok dan lain-lain... memilih pengobatan alternatif/herbal/tradisionalpun menurut saya bukan tanpa resiko. seandainya saya seorang herbalis saya tidak akan lantang berkata 100% aman, tanpa efek samping. sama halnya dengan obat modern obat tradisional juga bisa menjadi racun saat penggunaannya tidak benar. dan tidak benar bahwa sesuatu yang berasal dari alam, pasti 100% aman tanpa efek samping. beberapa tanaman, jamur juga ada yang beracun bukan??jangankan obat--yang bagaimanapun adalah sesuatu benda dari luar yang kita masukkan kedalam tubuh. kemungkinana ada penolakan dari tubuh pasti ada--tubuh menolak tubuh sendiripun bisa, misalnya pada kasus2 autoimun dimana tubuh membuat antibodi yang menyerang tubuh sendiri (penyakit Lupus misalnya) disamping itu saat menggunakan obat tradisional kita tidak bisa mengetahui mekanisme kerjanya seperti apa, susunan senyawanya apa, zat aktifnya apa?masih jarang obat2an tradisional yang sudah melalui uji khasiat, uji toksisitas, uji klinik, uji pre klinis, karena memang penelitian obat seperti itu yg pasti dilakukan pada obat modern memakan biaya yg sangat mahal dan waktu puluhan taun. Apakah testimoni keberhasilan penggunaan obat herbal cukup untuk menyatakan obat tersebut berkhasiat dan aman. menurut saya bukti empirik aja belum bisa menjadikannya sebagai bukti ilmiah.perlu didukung dengan penelitian. dan Nyatanya banyak tuh pasien saya terutama yang menderita kanker, sbelumnya sudah datang ke dokter namun memilih pengobatan alternatif, ada yg kemo herbal dll, terakhir balik lagi ke medis dengan stadium yang lebih parah lagi, dengna kondisi yang terlalu terlambat untuk ditangani. sebagian pasien kanker yang datang dengan stadium lanjut, kalo kami tanya umumnya mengaku awalnya memilih pengobatan alternatif dulu. ada lagi teman saya yang mengaku jadi sakit pinggang (mungkin batu ginjal) karena minum obat penyubur tradisional. saya menyampaikan hal ini bukan berarti underestimate pada pengobatan herbal/tradisional/alternatif. tapi hanya ingin mendorong kita semua untuk bersikap wajar tidak mendewa-dewakan pengobatan medis pun juga tidka mendewadewakan pengobatan herbal/tradisional/alternatif. balik lagi ke prinsip yang menyembuhkan bukan keduanya yang menyembuhkan hanyalah Alloh. biarkanlah dokter/herbalis bekerja dan Alloh yang menyembuhkan perlu diakui juga bahwa pengobatan herbal/tradisional/alternatif walau belum ada penelitian yang memadai secara klinis dan statistik, nyatanya secara empiris memang ada yang berhasil. beberapa obat modern juga ada yang asalnya dari obat herbal (fitofarmaka) contohnya obat antikanker vinkristin dan vinblalstin berasal dari tapak dara. Digitalis, obat jantung, berasal dari tanaman Digitalis purpurea. Artemisin, obat antimalaria, berasal dari tanaman Atemisia annua. Morfin, obat penekan sistem saraf pusat yang sering disalahgunakan itu, berasal dari tanaman opium (Papaver somniverum). Dari morfin, para ilmuwan lalu mengembangkan kodein yang biasa dipakai sebagai obat batuk. curcuma (temu lawak) saat ini juga sudah dipake dalam obat2an modern. Semua contoh ini membuktikan, tanaman obat punya potensi menghasilkan senyawa tunggal untuk obat modern. maaf ya jadi melenceng, saya hanya tidak ingin pemikiran kita jadi terdistorsi, medis begini tradisional begini...kita harus kritis juga...bisa dibaca artikel bagus http://www.te.ugm.ac.id/forum/viewtopic.php?f=13&t=2856 saya tidak anti pengobatan tradisional, apalagi tibbun nabawi. saat saya belum dikasih kesempatan untuk hamilpun, salah satu ikhtiar saya munum habbatussauda, dipijat tradisonal...dulu waktu anak saya masih bilangan beberapa bulan kalo rewel sedikit, masih saya bawa ke tukang pijat bayi...maksud tulisan ini lebih ingin mengajak bapak-ibu berpikir lebih berimbang saja untuk menyikapi dua dimensi pengobatan ini. sekian semoga bermanfaat --- On Thu, 27/5/10, syarifah farida <[email protected]> wrote: From: syarifah farida <[email protected]> Subject: [assunnah] OOT : Kelainan darah To: "Assunnah" <[email protected]> Date: Thursday, 27 May, 2010, 21:26 Assalamu'alaikum, Kepada ikhwan dan akhwat yg mungkin berpropesi sebagai dokter ataupun punya pengalaman serupa seperti yg saya alami,saya ingin sharing dan sekaligus bertanya,dari hasil pemeriksaan darah di lab, dokter internis bag hematologi menyimpulkan bahwa saya memiliki darah yg cenderung kental shg saya sering mengeluhkan sakit kepala,sering spt mau terjatuh(oyong),kaki dan tangan terkadang sakit. Darah yg kental ini menghambat oksigen yg dibawa ke otak di sebabkan kekentalannya shg saya di haruskan minum obat pengencer darah sejenis warfarin,saya sdh browsing mengenai penyakit ini dan dapat saya simpulkan bahwa penyakit ini mau tidak mau hrs minum obat pengecer darah sepanjang hidupnya(tergantung seberapa kental darahnya) oh ya....INR saya 2 bulan yg lalu 1,87 nilai normal 2 - 3, Apakah ada obat alami yg fungsinya utk mengencerkan darah yg dapat menggantikan warfarin yg setiap malam hrs saya minum? Saya khawatir dgn efek samping dari obat ini apabila di konsumsi jangka panjang. Apakah penyakit saya termasuk kelainan darah yg dapat menyebabkan kanker darah? Mohon pencerahannya Farida ummu Farhan Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
