Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Subhanallah. Alhamdulillah, ini tulisan yang sangat berimbang yang juga 
sangat memberi pencerahan tentang bagaimana seharusnya menanggapi 
masalah pemakaian obat-obatan medis dan tradisional.  Ini tulisan yang 
memberi kita ilmu yang sangat bermanfaat.

Terima kasih buat ukhti ummu rufaidah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,


On 5/30/2010 1:42 AM, ummu rufaidah asyirboniyah wrote:
>
> Assalamu'alaykum
>
> sekedar sharing ya bu...
>
> penyakit darah yang kental atau istilah kedokteran hiperkoagulasi 
> cukup banyak kasusnya. termasuk saya sendiripun penderitanya..
> boleh saya tau dari hasil pemeriksaan laboratorium apa ibu dinyatakan 
> darahnya kental oleh dokter? dan persisnya nama sakitnya apa? biasanya 
> yang menunjukkan hiperkoagulasi itu ditegakkan jika Fibronogen, D 
> dimer meningkat dari nilai normal. APTT memendek, INR, dan 
> anticardiolin (AcA) IgM dan IgG tinggi, beta2glikoprotein, anexin, 
> dll, jika yang nilai abnormalnya hanya komponen homeostasis darah 
> (fibrinogen, D dimer, APTT, INR) biasanya hanya dikatakan 
> hiperkoagulasi saja. tapi kalau tinggi juga nilai AcAnya, maka 
> didiagnosa sakitnya Antiphospolipide Syndrome (APS)...nah ibu masuk 
> yang mana?...kalo saya kebetulan masuk yang kedua.
> tapi kurang lebih penangannya sama lah...
>
> apakah hiperkoagulasi ini berbahaya?? gambarannya gini bu...kita 
> gambarkan pipa paralon sebagai pembuluh darah dan air sebagai darah. 
> kondisi darah yang kental kita ibaratkan seperti air yang tercampur 
> dengan pasir atau lumpur hingga airnya jadi lebih kental. tentu saja 
> air yang bercampur pasir tadi akan membentuk endapan2, dan laju airnya 
> juga lebih melambat bukan...nah begitu juga dnegan darah..jika 
> darahnya mengental maka akan cenderung terbentuk bekuan2 darah yang 
> dapat menyumbat aliran darah, begitupun alirannya menjadi tidak lancar 
> hingga tidak maksimal mencukupi kebutuhan organ, itu yang ibu katakan 
> oksigen ke otak jadi kurang lancar, karena darah adalah pembawa 
> oksigen ke jaringan tubuh. sebenarnya akibatnya bukan hanya ke otak bu 
> tapi keseluruh organ yang ada...justru yang agak khas dari 
> hiperkoagulasi adalah pembuluh darah yang diserang adalah pembuluh 
> darah yang kecil-kecil dulu.
>
> akibatnya jadi bisa macam2 bu...beberapa pasien yang pernah saya 
> rawat: tuli dan buta mendadak, telinga berdenging, sulit hamil, kepala 
> pusing...di beberapa referensi yang saya baca pada tahap yang paling 
> parah bisa sampai stroke, dan serangan jantung.
> dan memang penyakit ini seumur hidup. jadi mengkonsumsi obat2an 
> antikoagulan ya memang harus...begitu kalo ibu bertanya pada medis..
> tentang efek samping...ibu pakai warfarin ya? simarc kan?dimunmnya 
> malam kan?....sejauh yang sy tau pemakaian simarc aman kok, tapi ibu 
> harus rajin memeriksakan INRnya, supaya terpantau. kalo masih kental 
> dosisnya ditingkatkan, kalo terlalu encer ya diturunkan atau distop.
> ascardia atau aspilet atau asetosal atau aspirin kadang digunakan 
> juga. kebetulan saya disarankan memakai ini. tapi sejauh pengetahuan 
> saya ascardia ini kadang yang menimbulkan keluhan. karena obatnya 
> bersifat iritatif terhadap lambung jadi banyak yang mengeluh perut 
> jadi perih, yang paling parah malah jadi perdarahan saluran 
> cerna...maka itu mengkonsumsi obat ini harus benar caranya...jangan 
> pas perut sedang kosong.
>
> Bu...setiap tindakan medis sekecil apapun itu pasti ada resikonya, 
> orang yang cuma minum paracetamol ajapun yg alergi juga ada. tapi 
> kembali lagi seberapa besar resikonya dan manfaatnya untuk kita. 
> mengapa kita mesti terpaku pada 1 kejadian reaksi obat yang tidak 
> diharapkan terjadi dibanding melihat sekian juta yang berhasil dengan 
> pengobatan tersebut. obat jika dipakai sesuai indikasi efek samping 
> yang tidak diharapakn biasanya tidak terjadi saya ceritakan pengalaman 
> saya ya bu, karena penyakit ini saya ketika hamil harus minum ascardia 
> dan disuntik obat pengencer darah, heparin 2 x setiap harinya...jika 
> digunakan pada ibu hamil yang tidak sakit seperti saya dikhawatirkan 
> keguguran, tapi karena digunakan pada saya yang sakit dan butuh obat 
> tersebut justru kl tidka memakai obat tersebut dikhawatirkan malah 
> keguguran, janin tidak berkembang atau meninggal di dalam kandungan. 
> kedua obat tersebutpun saya baca di MIMS masuk kategori C dimana 
> berpengaruh pada janin...tapi memang karena dosis terapi alhamdulillah 
> anak saya tidak apa2, normal, bahkan lincah sekali....beberapa kenalan 
> saya yang mengkonsumsi antikoagulan saat hamil rata-rata anaknya 
> memang lincah, salah satu dokter hematolgi kenalan saya malah bilang 
> efek sampingnya nanti anaknya pinter, walau dokter anak saya sih belum 
> setuju...perlu diklarifikasi dengan penelitian sepertinya :). tapi 
> anaknya teman saya memang begitu, saya belum bisa melihat pada anak 
> saya, umurnya baru 2 tahun.belum sekolah.
>
> saya kembalikan lagi pada ibu, keputusan untuk menjalani pengobatan 
> atau tidak ada pada ibu. oh iya apakah ibu berencana untuk hamil? 
> biasanya kalo hiperkoagulasi saat hamil disarankan dokter untuk 
> menyuntik obat pengencer darah juga. permasalahannya dokter sering 
> merekomendasikan penggunaan Lovenox yg berbahan babi...mungkin kalo 
> memang terjadi pada ibu, ibu bisa minta dokter untuk memakai pilihan 
> obat lain semisal heparin atau arixtra. saya kok percaya ya kunci 
> penyembuhan penyakit menurut saya adalah soal sugesti, kalo sugestinya 
> baik insyaalloh efeknya baik...mungkin saja orang bisa sembuh walau 
> obat yang diberikan padanya tidak mengandung apa-apa...sembuh lebih 
> karena dia percaya obat yang dia konsumsi menyembuhkan
>
> di luar pertanyaan bu Farida saya kok agak heran ya beberapa orang di 
> milist ini begitu apriori terhadap pengobatan medis dengan beragumen 
> tentang efek samping dan faktor resiko yang memang ada namun belum 
> tentu terjadi tanpa mempertimbangkan manfaat yang ada. padahal 
> kejadian efek samping yang ditakutkan terkadang hanya dugaan, atau 
> kalopun memang terjadi berbanding dengan ratusan ribu atau jutaan 
> kasus yang berhasil sembuh...belum lg kekhawatiran pada kandungan zat 
> kimia. padahal bisa jadi kandungan zat kimia pada obat yang kita 
> khawatirkan, vaksin imunisasi misalnya, kadarnya jauh lebih kecil dari 
> zat-zat kimia yang memapari kita setiap harinya, bahkan kita tidak 
> bisa kontrol jumlahnya....di jalan raya banyak polusi asap kendaraan, 
> naik angkot atau di tempat umum terpapar dengan asap rokok yang 
> semuanya mengandung zat kimia berbahaya, tahu pake formalin, ikan asin 
> pake formalin, mainan anaknya ada bahan melaminnya, jajanan anaknya 
> ada pengawetnya, makan ketoprak di pinggir jalan ketupatnya mengandung 
> tawas, beli sayuran banyak pestisidanya, kalo luka pake obat merah ada 
> merkurinya. sementara tidak semua dari kita mampu beli sayuran 
> organik, mainan yang aman yg biasanya harganya lebih mahal, tidak 
> semua dari kita juga mampu membedakan makanan yang berformalin atau 
> tidak, dan apakah mungkin kita atau anak kita selalu dirumah terus 
> hingga tidak pernah terpapar polusi, asap rokok dan lain-lain...
>
> memilih pengobatan alternatif/herbal/tradisionalpun menurut saya bukan 
> tanpa resiko. seandainya saya seorang herbalis saya tidak akan lantang 
> berkata 100% aman, tanpa efek samping. sama halnya dengan obat modern 
> obat tradisional juga bisa menjadi racun saat penggunaannya tidak 
> benar. dan tidak benar bahwa sesuatu yang berasal dari alam, pasti 
> 100% aman tanpa efek samping. beberapa tanaman, jamur juga ada yang 
> beracun bukan??jangankan obat--yang bagaimanapun adalah sesuatu benda 
> dari luar yang kita masukkan kedalam tubuh. kemungkinana ada penolakan 
> dari tubuh pasti ada--tubuh menolak tubuh sendiripun bisa, misalnya 
> pada kasus2 autoimun dimana tubuh membuat antibodi yang menyerang 
> tubuh sendiri (penyakit Lupus misalnya) disamping itu saat menggunakan 
> obat tradisional kita tidak bisa mengetahui mekanisme kerjanya seperti 
> apa, susunan senyawanya apa, zat aktifnya apa?masih jarang obat2an 
> tradisional yang sudah melalui uji khasiat, uji toksisitas, uji 
> klinik, uji pre klinis, karena memang penelitian obat seperti itu yg 
> pasti dilakukan pada obat modern memakan biaya yg sangat mahal dan 
> waktu puluhan taun.
> Apakah testimoni keberhasilan penggunaan obat herbal cukup untuk 
> menyatakan obat tersebut berkhasiat dan aman. menurut saya bukti 
> empirik aja belum bisa menjadikannya sebagai bukti ilmiah.perlu 
> didukung dengan penelitian.
>
> dan Nyatanya banyak tuh pasien saya terutama yang menderita kanker, 
> sbelumnya sudah datang ke dokter namun memilih pengobatan alternatif, 
> ada yg kemo herbal dll, terakhir balik lagi ke medis dengan stadium 
> yang lebih parah lagi, dengna kondisi yang terlalu terlambat untuk 
> ditangani. sebagian pasien kanker yang datang dengan stadium lanjut, 
> kalo kami tanya umumnya mengaku awalnya memilih pengobatan alternatif 
> dulu. ada lagi teman saya yang mengaku jadi sakit pinggang (mungkin 
> batu ginjal) karena minum obat penyubur tradisional.
>
> saya menyampaikan hal ini bukan berarti underestimate pada pengobatan 
> herbal/tradisional/alternatif. tapi hanya ingin mendorong kita semua 
> untuk bersikap wajar tidak mendewa-dewakan pengobatan medis pun juga 
> tidka mendewadewakan pengobatan herbal/tradisional/alternatif. balik 
> lagi ke prinsip yang menyembuhkan bukan keduanya yang menyembuhkan 
> hanyalah Alloh. biarkanlah dokter/herbalis bekerja dan Alloh yang 
> menyembuhkan
>
> perlu diakui juga bahwa pengobatan herbal/tradisional/alternatif walau 
> belum ada penelitian yang memadai secara klinis dan statistik, 
> nyatanya secara empiris memang ada yang berhasil. beberapa obat modern 
> juga ada yang asalnya dari obat herbal (fitofarmaka) contohnya obat 
> antikanker vinkristin dan vinblalstin berasal dari tapak dara. 
> Digitalis, obat jantung, berasal dari tanaman Digitalis purpurea.
> Artemisin, obat antimalaria, berasal dari tanaman Atemisia annua.
> Morfin, obat penekan sistem saraf pusat yang sering disalahgunakan 
> itu, berasal dari tanaman opium (Papaver somniverum). Dari morfin, 
> para ilmuwan lalu mengembangkan kodein yang biasa dipakai sebagai obat 
> batuk. curcuma (temu lawak) saat ini juga sudah dipake dalam obat2an 
> modern.
>
> Semua contoh ini membuktikan, tanaman obat punya potensi menghasilkan
> senyawa tunggal untuk obat modern.
>
> maaf ya jadi melenceng, saya hanya tidak ingin pemikiran kita jadi 
> terdistorsi, medis begini tradisional begini...kita harus kritis 
> juga...bisa dibaca artikel bagus 
> http://www.te.ugm.ac.id/forum/viewtopic.php?f=13&t=2856 
> <http://www.te.ugm.ac.id/forum/viewtopic.php?f=13&t=2856> saya tidak 
> anti pengobatan tradisional, apalagi tibbun nabawi. saat saya belum 
> dikasih kesempatan untuk hamilpun, salah satu ikhtiar saya munum 
> habbatussauda, dipijat tradisonal...dulu waktu anak saya masih 
> bilangan beberapa bulan kalo rewel sedikit, masih saya bawa ke tukang 
> pijat bayi...maksud tulisan ini lebih ingin mengajak bapak-ibu 
> berpikir lebih berimbang saja untuk menyikapi dua dimensi pengobatan ini.
>
> sekian semoga bermanfaat
>
> --- On Thu, 27/5/10, syarifah farida <[email protected] 
> <mailto:syarifah2208%40yahoo.com>> wrote:
>
> From: syarifah farida <[email protected] 
> <mailto:syarifah2208%40yahoo.com>>
> Subject: [assunnah] OOT : Kelainan darah
> To: "Assunnah" <[email protected] 
> <mailto:assunnah%40yahoogroups.com>>
> Date: Thursday, 27 May, 2010, 21:26
>
> Assalamu'alaikum,
> Kepada ikhwan dan  akhwat yg mungkin berpropesi sebagai dokter ataupun 
> punya pengalaman serupa seperti  yg saya alami,saya ingin sharing dan 
> sekaligus bertanya,dari hasil pemeriksaan darah di lab, dokter 
> internis bag hematologi menyimpulkan bahwa saya memiliki darah yg 
> cenderung kental shg saya sering mengeluhkan sakit kepala,sering spt 
> mau terjatuh(oyong),kaki dan tangan terkadang sakit.
> Darah yg kental ini menghambat oksigen yg dibawa ke otak di sebabkan 
> kekentalannya shg saya di haruskan minum obat pengencer darah sejenis 
> warfarin,saya sdh browsing mengenai penyakit ini dan  dapat saya 
> simpulkan bahwa penyakit ini mau tidak mau hrs minum obat pengecer 
> darah  sepanjang hidupnya(tergantung seberapa kental darahnya) oh 
> ya....INR saya 2 bulan yg lalu 1,87 nilai normal 2 - 3,
> Apakah ada obat alami yg fungsinya utk mengencerkan darah  yg dapat 
> menggantikan warfarin yg setiap malam hrs saya minum? Saya khawatir 
> dgn efek samping dari obat ini apabila di konsumsi jangka panjang.
> Apakah penyakit saya termasuk kelainan darah yg dapat menyebabkan 
> kanker darah? Mohon pencerahannya
>
> Farida ummu Farhan
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

<<attachment: iskandar46.vcf>>

Kirim email ke